
"Wake up girls!!" teriak Keyla tepat di telinga Berlyn. Seketika perempuan yang tengah terpulas itu terlonjak kaget lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur.
"Astaga Key, beginikah caramu membangunkan orang? Tidakkah bisa lebih lembut sedikit?" ucap Berlyn kesal.
"Tidak ada kata lembut untuk membangunkanmu yang pamalas ini. Lihatlah mentari sudah mau terik, tapi kamu masih asik bermimpi!" omel Keyla tak kalah kesal.
"Aku sangat lelah Key." ucap Berlyn membela diri.
"Bodo amat dengan alasanmu itu. Ayo segeralah bersiap! Kita pergi 30 menit lagi!" Seketika Keyla berlalu pergi meninggalkan temannya yang masih menggerutu diatas tempat tidur.
Berlyn memang kemarin meminta Keyla untuk menemaninya mencari rumah kontrakan hari ini. Keyla sempat menolak dengan permintaan Berlyn itu. Namun setelah menjelaskan panjang lebar, akhirnya Keyla mau menemaninya hari ini.
30 menit kemudian, gadis ayu itu telah siap untuk pergi mencari rumah kontrakan yang akan di tempatinya untuk sementara waktu. Mereka menyusuri jalanan yang sangat padat merayap.
Tepat disebuah gang kecil yang kucup sempit mereka menghentikan mobilnya. Kedua gadis itu kemudian berjalan kaki menyusuri gang senggol tersebut. Jauh menunggu ke dalam gang, terdapat berderet-deret rumah minimalis modern berjejer rapi. Sebagian terlihat sudah ditempati.
"Kamu yakin akan tinggal disini?" tanya Keyla memastikan.
"Iya aku sangat yakin. Lagi pula jaraknya tak jauh dari kantor. Dan lagi aku hanya butuh sekitar 35 menit jalan kaki untuk sampai kantor." jelas Berlyn.
"Oh my God..." Keyla menepuk jidatnya. "Tidak bisakah kau pikirkan kembali? Bagaimana aku bisa menjelaskan pada paman dan bibi bila mereka bertanya tentang tempat yang akan kau tinggali?"
"Kau tinggal jelaskan saja semuanya." ucap Berlyn. Wanita itu seperti tak ambil pusing dengan pilihannya. Menurutnya, selama dia merasa nyaman dan aman tak akan menjadi masalah tinggal dimanapun.
"Kau gila Bear, mereka pasti akan memarahiku habis-habisan." umpat Keyla kesal.
"Sudahlah, lebih baik kita masuk dulu untuk melihat-lihat! Bila aku tidak cocok, akan aku pertimbangan untuk mencari tempat lain."
Berlyn berjalan maju menuju salah satu rumah bercat putih yang terlihat mungil. Di halaman rumahnya terdapat banyak pot bunga yang berjejer rapi dan asri. Terdapat pula sebuah pohon mangga yang rimbun sehingga membuat rumah itu sedikit sejuk. Meskipun berada dalam gang kecil yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. Daerah itu sangat bersih dan jauh dari kata kumuh.
"Lihatlah rumahnya sangat bersih, mereka bahkan mendekorasi ruangan ini dengan apik!" ucap Berlyn pada Keyla setelah membuka pintu dan masuk kedalam ruang tamu.
__ADS_1
"Ya Tuhan..." senjenak Berlyn menutup mulutnya tanda kagum dengan apa yang dilihatnya.
"Coba lihatlah ini Key, desain interior rumah ini sungguh indah dan juga pas untuk rumah sekecil ini! Mereka mampu membuat hunian ini terasa nyaman." katanya kembali.
Sementara dibuat Keyla geleng-geleng kepala melihat isi di dalam rumah itu. Dari luar terlihat kecil dan sempit. Dan ternyata setelah masuk, rumah tersebut terlihat luas dan sangat indah. Dengan desain interior yang pas dan penataan yang tepat, sungguh membuat rumah yang akan ditempati Berlyn sangat nyaman untuk dihuni. Semua perabotan didalamnya pun telah komplit.
"Bagaimana menurutmu Key?" tanya Berlyn dengan senyum menggoda.
"Ya baiklah, pilihanmu memang yang terbaik." jawab Keyla mengakui kekalahannya. Kalau sudah begini, dia pasti akan sangat sulit untuk membuat Berlyn meninggalkan pilihannya supaya tak menetap ditempat itu.
"Aku harap kamu bisa membantu menjelaskan dan meyakinkan pada orang tuaku!" pintanya.
"Akan aku coba Bear." jawab Keyla.
Mereka berdua kini tengah asyik mengelilingi rumah itu. Didalamnya terdapat ruang tamu, dua kamar tidur , kamar mandi dan dapur. Cukup sederhana untuk ditempati satu orang.
"Apakah aku boleh menginap di sini saat weekend?" tanya Keyla yang sedikit tak tega melihat sahabatnya itu tinggal dirumah kontrakan sendiri.
Setelah puas melihat-lihat rumah kontrakan. Berlyn mengajak Keyla untuk membayar uang sewa pada sang empunya. Mereka berjalan menuju ke rumah paling ujung dari gang itu.
Tak perlu waktu lama, pembayaran rumah kontrakan tersebut telah selesai. Itu tandanya Berlyn sudah dapat menempatinya kapan saja. Kini keduanya berjalan kembali menuju mobil.
"Aduh Bear kakiku sakit semua. Gila jalannya jauh banget." gerutu Keyla.
"Salahmu sendiri. Kenapa memakai high heels untuk berjalan menyusuri gang?" jawab Berlyn sambil memperhatikan lingkungan sekitar. Dia terlihat tersenyum manis saat tengah melihat beberapa anak bermain disana.
"Mana aku tahu, kamu mengajakku pergi ketempat seperti ini." ucapnya.
"Hemm ya maafkan aku yang tidak memberitahumu terlebih dahulu!"
"Ya sudah, ayo kita cari makan dulu!" ajak Berlyn yang merasa cacing-cacing diperutnya sudah berdemo minta diisi. Secara, sejak bangun tadi dia belum sarapan.
__ADS_1
Berlyn dan juga Keyla kini tengah berada di sebuah restoran yang menyajikan beberapa menu western. Mereka memesan beberapa makanan yang menggoda lidah. Setelah hidangan tersedia, keduanya menikmatinya dengan santai.
"Ayo kita pulang Key!" ajak Berlyn setelah mereka menyelesaikan makan siangnya.
"Ah tunggu sebentar!" rengek Keyla sambil menyeruput habis lemon teanya. Dia lalu pergi menyusul Berlyn yang telah berjalan di depan.
"Mau kemana kita?" tanya Keyla didalam mobil.
"Mungkin kita kembali dirumah saja! Ada banyak pekerjaan yang belum aku selesaikan." jawab Berlyn kemudian.
Mereka akhirnya pulang ke rumah keluarga Jackson. Dengan Berlyn yang menyetir mobil milik Keyla. Keyla sendiri memilih berada di samping kemudian dan memainkan gawainya di sepanjang perjalanan pulang.
Hanya dengan waktu 45 menit mereka telah sampai dikediaman milik Berlyn. Keyla dan Berlyn kini hanya diam sambil mendengarkan beberapa alunan music dalam kamar Berlyn. Berlyn bahkan sangat santai saat mengemasi pakai miliknya yang akan dibawanya.
"Apakah kamu yakin tidak akan membawa seisi lemarimu itu?" tanya Keyla.
"Tak akan.." Jawab Berlyn singkat.
"Lagi pula semua bajuku tak akan muat masuk ke tempat yang dia sana."
Berlyn melanjukan mengepak beberapa baju sepatu dan tas ke dalam dua koper. Sementara Keyla hanya menemaninya duduk dan melihat Berlyn mengepak barang-barangnya.
Bagi Berlyn ini bukanlah hal yang menyediakan. Karena dia yakin, waktu dua tahun percobaan dari daddynya akan mampu dilaluinya. Ini juga sebagian dari keinginannya. Bisa bekerja dari nol dan tanpa embel-embel nona muda pemilik perusahaan.
"Aku harap kamu mampu melewati ujian dari daddymu!" ucap Keyla menyemangati.
"Tenanglah Key, aku pasti bisa." jawab Berlyn optimis.
"Bila kamu butuh bantuan, kamu bisa mencariku Bear!" kata Keyla. Wanita itu sangat mencemaskan keadaan sahabatnya itu.
"Tenanglah Key, aku akan melewati tantangan daddy dengan benar. Aku pastikan tidak akan mengecewakanmu." jawab Berlyn sambil memeluk sahabatnya itu.
__ADS_1