Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
15. Goes to London part 1


__ADS_3

Semilir angin menambah dingin suasana malam ini. Tirai di dalam kamar pun menari-nari di sapu angin yang menerobos masuk melewati jendela.


Wanita cantik berdarah Indo Tionghoa dan Turki itu, kini tengah berkemas menata beberapa pakaian yang akan dibawanya. Berlyn besok akan bertolak menuju ke London. Setelah berdebat kembali dengan sang mommy, akhirnya dia mengantongi ijin juga untuk pindah ke London.


"Apakah ada yang bisa mommy bantu nak?" Marsha tampak berdiri di depan pintu wardrobe room Berlyn.


"Tidak usah mommy, semua sudah siap." tolak Berlyn yang masih sibuk berkemas. Dan tak berapa lama gadis itu pun menghampiri ibunya.


"Terima kasih banyak karena mommy sudah mengijinkanku pergi!" Berlyn memeluk mommy dengan sangat erat. Bulir-bulir bening itu kemudian meluncurkan tanpa permisi dari netranya. Dia sangat bersyukur terlahir dan memiliki keluarga yang begitu mencintainya.


"Kau telah dewasa nak. Kejarlah semua mimpimu!" ucap Marsha yang juga tak kuasa menahan air matanya.


"Hai ada apa ini? Kenapa kalian menangis?" tanya Thomas yang berjalan memasuki kamar Berlyn.


"Setidaknya ajak aku juga untuk berpelukan!" ujarnya sambil memeluk kedua wanita kesayangannya itu.


Setelah drama tangisan dan pelukan itu, akhirnya mereka kembali tertawa dan mengobrol bersama di atas balkon kamar Berlyn. Mereka mengenang tentang saat-saat liburan bersama yang sudah lama tidak mereka jalani.


"Mungkin ada baiknya kami mengikutimu tinggal di London untuk beberapa bulan nak?" celetuk Thomas yang memiliki ide untuk bisa menemani putrinya tinggal di London selama beberapa bulan.


"Big no dad!" tolak Berlyn tegas. Dia sangat tahu tujuan daddynya hanya agar dapat mengawasinya secara langsung.


"Come on princess! Kami juga butuh holiday." balasnya cepat. Thomas tahu, ini akan menjadi perdebatan panjang. Tapi setidaknya dia tetap ingin mencoba membujuk anak gadisnya itu agar mengijinkannya menemani tinggal disana. Paling tidak hanya selama satu bulan.


Bukannya dia tidak percaya pada putri kesayangannya. Hanya dia masih sangat khawatir melepaskan Berlyn dari pantauannya langsung. Meskipun Thomas juga sudah pasti menaruh beberapa bodyguard bayangan yang akan menjaga Berlyn disana.


"Tidak Dad, perusahaan lebih membutuhkanmu!" tolak Berlyn lagi.


"Tidak masalah, biarakan Julian yang mengurusinya!" dengan entengnya Thomas membebankan semua tanggung jawab perusahaan pada putra sulungnya itu.


"Ada apa denganku? Kenapa aku menjadi topik pembicaraan?" suara bariton Julian menggelar memenuhi ruangan kamar Berlyn. Lelaki itu agak kepo dengan perbincangan kedua orangtuanya dan Berlyn. Akhirnya dia masuk ke kamar adiknya dan kini tengah berjalan mendekati balkon kamar Berlyn.


"Biarkan daddy dan mommy holiday sebentar ya!" saut Thomas sambil mengedipkan matanya memberikan isyarat pada sang putra.


"Boleh saja, asalkan aku juga diberikan kompensasi untuk liburan setelah kalian kembali nanti!" jawab Julian tegas.

__ADS_1


"Deal!" seru ayah dan anak itu sambil berjabat tangan. Mereka berdua pun kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Hai kenapa daddy dan kak Julian malah membahas liburan disini!?" gerutu Berlyn.


"Biarin, sirik aja!" ledek Julian.


"Sudahlah, ayo mending sekarang kita keluar! Biarkan Berlyn beristirahat!" kata sang mommy melerai adu argumentasi kedua anaknya itu.


Lalu mereka bertiga pun kemudian keluar dari kamar Berlyn. Berlyn yang sudah merebahkan dirinya diatas tempat tidur pun tak kunjung dapat memejamkan matanya. Pikirannya melayang jauh ke pada keputusan yang telah diambilnya.


Tiba-tiba terdengar suara dering panggilan dari gawainya. Berlyn yang tersadar dari lamunannya langsung meraih gawainya yang berbeda di atas nakas. Rupanya ada sebuah panggilan video call dari Keyla.


"Bear kenapa kamu jahat sekali?" teriak Keyla dari seberang sana. "Aku mohon betalkan saja keberangkatanmu ke London besok.


"Astaga Key, tolong pelankan sedikit suaramu!" protes Berlyn.


"Kamu jahat sekali Bear. Tidak bisakah tetap stay disini saja!" rengek Keyla.


"Key, aku hanya pergi selama 3 tahun saja. Dan liburan nanti kamu bisa mengunjungiku." hibur Berlyn.


"Lagian aku juga masih di bumi, belum mau pindah ke planet mars." imbuhnya.


"Baiklah maafkan aku!" jawab Berlyn. Mereka pun akhirnya mengobrol sampai lupa waktu. Dan setelah satu jam berlalu, panggilan video call itu akhirnya selesai.


*****


Esok ini disambut dengan rerintikan hujan. Dan kali ini tak seperti biasanya, Berlyn telah bangun pagi terlebih dahulu tanpa kesiangan. Dia telah bersiap.


Setelah mematikan dirinya dipantulkan cermin, akhirnya wanita cantik itu turun kebawah. Hari ini dia tidak boleh terlambat. Karena pagi ini pukul 10.00 wib, dia harus bertolak menuju ke London.


"Morning moms, dad!" sapa Berlyn.


"Morning too honey!" balas Marsha.


"Apakah kamu sudah siap nak?" tanya Thomas.

__ADS_1


"Seperti yang kau lihat dad." balas Berlyn dengan senyum sumringahnya.


"Okey kalau begitu kita sarapan dulu ya, nanti jam delapan kami akan mengantarmu ke bandara!" ujar Thomas.


"Baiklah dad." jawab Berlyn yang kemudian menarik selembar roti gandum. Dan kemudian diolesinya dengan selai coklat.


Saat keluar Jackson tengah menikmati sarapan bersama, terdengar bunyi bell pintu. Bi Ana pun buru-buru membuka pintu tersebut. Dan ternyata yang datang adalah Keyla. Setelah bi Ana membukakan pintu, Keyla langsung menerobos masuk menuju ruang makan.


"Selamat pagi semuanya!" sapa Keyla pada semua orang tanpa rasa dosa.


"Pagi amat kesininya, mau numpang sarapan neng?" ledek Julian. Seketika Marsha yang ada di sebelahnya langsung memukul bahu anak laki-lakinya itu keras-keras.


"Bisa nggak sih kalo ngomong di filter dulu kak. Pedes amat deh kaya cabe?" ucap Berlyn yang juga kesal dengan celetukan sang kakak.


"Ya maaf, bercanda kali!" jawab Julian yang kemudian menyuapkan roti ke mulutnya.


"Duduk Key, ayo kita sarapan bersama!" ajak Marsha.


"Tidak usah tante, terima kasih banyak. Tapi saya sudah kenyang." tolak Keyla sopan.


Setelah selesai sarapan, kini Berlyn mengajak Keyla duduk bersama diruang tamu. Mereka saling bercengkrama. Keyla sengaja datang pagi-pagi kerumah Berlyn agar dapat mengantarkan sahabatnya itu ke bandara.


"Aku pasti akan merindukanmu Bear!" ucap Keyla dengan mimik wajah sangat sedih.


"Aku hanya dua tahun disana. Nanti liburan tengah semester mainlah kesana!" Ucap Berlyn.


"Ya baiklah, apa katamu saja!"


Kedua wanita itu kemudian melanjutkan mengobrol hingga pukul sembilan pagi. Dan setelah satu jam berlalu, kini saatnya Berlyn berangkat ke bandara.


Terdapat dua iringan mobil menuju bandara. Satu mobil dikendarai Thomas dan Marsha orang tua Berlyn. Dan satu mobil lagi di kendari Berlyn dan Keylan juga Julian sebagai sopir mereka.


"Duh berasa jadi kaya sopir ya gua?" ucap Julian agak sedikit kesal.


"Tak apalah kak! Kapan lagi bisa jadi sopir cewek-cewek cantik kaya kami?" balas Berlyn sambil tertawa.

__ADS_1


"Iya cantik sih cantik tapi sayang banget. Yang satu bar-bar yang satu song*ng." ledek Julian.


"Dih, sembarangan kalo ngomong." ucap Berlyn kesal. Dia pun langsung memukul lengan kakaknya dari belakang. Dan pukulan gadis itu ternyata sukses membuat Julian meringis kesakitan.


__ADS_2