Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
26. Pergi ke Manila


__ADS_3

"Ayolah dad, setidaknya tinggal disini untuk beberapa hari lagi!" rengek Berlyn pada daddynya.


Hari ini daddy dan mommynya akan bertolak ke Manila dengan menggunakan pesawat jet pribadi mereka. Tentu saja kepergian mereka untuk melakukan perjalanan bisnis. Berlyn sedikit tak rela berpisah kembali dengan kedua orang tuanya lagi. Apalagi baru kemarin dia bertemu dengan daddynya. Rasa rindu yang selama beberapa bulan ini terpendam belum juga hilang. Namun sayangnya malam ini mereka harus terbang ke Manila.


"Maafkan aku sayang, tapi aku janji akan segera kembali kemari ketika urusan kami telah selesai." janji Thomas pada putrinya.


"Aku pegang janjimu dad." ucapnya. Gadis cantik bermata hazel itu lalu memeluk ayah dan ibunya secara bergantian.


"Ayo mom kita berangkat!" ajak Thomas pada istrinya yang masih memeluk erat putri semata wayangnya itu.


"Kami berangkat dulu sayang!" pamit Marsha.


"Hati-hati mom, dad! Cepatlah kembali!" balas Berlyn. Mommy dan daddynya mengangguk seraya tersenyum dan melambaikan tangannya. Berlyn lalu membalasnya. Kedua orang tuanya pun menaiki mobil dengan di kawal beberapa bodyguard daddynya.


"Ayo kita masuk Bear, cuaca sudah sangat dingin!" ajak Julian. Lelaki itu kemudian menuntun adiknya untuk masuk kedalam rumah.


"Bukankah kamu merasa bahagia bila mommy dan daddy tak disini?" tanya Julian sambil meminum segelas teh jahe buatan bi Ana.


"Sayangnya tidak, karena kakak juga masih ada disini." jawab Berlyn sambil memainkan gawainya. "Aku masih tetap saja punya pengawas."


"Oh jadi kamu mau balik tinggal ke apartemen minimu itu?" ejeknya pada sang adik sambil mengacak rambutnya.


"Ah, itu terdengar seperti ide yang bagus." jawabnya.


"Tapi sayangnya, itu hanya ada dalam mimpimu." ledek Julian kembali. Lelaki itu menaruh cangkir teh jahenya lalu berjalan menuju ke kamarnya.


"Huh nyebelin!! Sungguh membosankan." ucapnya. Kini malam semakin larut, Berlyn kembali kedalam kamarnya untuk beristirahat. Rasa kantuk yang tak tertahankan membuatnya cepat menuju ke alam mimpi.


Di tempat lain, seorang lelaki tampan terlihat tengah kesal. Setelah beberapa kali tak bisa menghubungi kekasih yang kini sedang berada di negara Paman Sam. Entah karena apa, wanitanya tak merespon panggilannya sama sekali. Padahal sudah hampir 15 kali dibuatnya ponsel itu berdering.

__ADS_1


"Kenapa tak diangkat? Sebenarnya apa yang tengah dia lakukan? Apakah mungkin dia sedang sibuk?" guman Zyan


Zyan lalu meletakkan ponselnya di atas meja. Malam sudah semakin larut dan dia harus segera beristirahat. Apalagi besok saat pagi buta dia harus pergi ke Manila untuk meninjau proyek terbarunya. Tetapi sebelum tidur di pandanginya terlebih dahulu foto kekasihnya itu yang berbeda di atas nakas. Baginya, itu saja sudah cukup untuk mengobati rasa rindu pada sang pujaan hati.


*****


Pagi hari telah menggantikan gelapnya malam. Sebelum sang surya menghangatkan bumi, Zyan telah bertolak ke Manila terlebih dahulu. Baginya, proyeknya kali ini sangatlah penting. Jadi mau tidak mau, dia harus meninjau proyek baru itu sendiri.


"Dimana kamu nak?" tanya Amanda pada sang putra. Namun ternyata pagi ini mamanya itu tak menemukan Zyan didalam kamarnya. Dia pun langsung mengirimkan pesan pada sang putra.


"Aku sedang di bandara mom." jawabnya sambil memeriksa beberapa email masuk.


"Astaga, Dasar anak nakal? Kenapa tak pamit?" tanya Amanda sedikit kesal.


"Maaf ma, aku pergi mendadak karena ada beberapa masalah di Manila! Aku janji akan cepat pulang." jawabnya.


Beberapa saat kemudian Zyan melakukan penerbangan ke Manila. Dan setelah sampai lelaki itu langsung menuju ke proyek terbarunya untuk meninjau. Proyek pembangunan hotel yang kini baru berjalan sekitar empat puluh lima persen saja.


"Sepertinya kamu harus beristirahat dulu bos." kata Marvell setelah tengah hari.


"Kalau begitu kita cari hotel terdekat saja untuk beristirahat!" perintahnya.


Marvell pun akhirnya mencari hotel untuk mereka beristirahat di hari ini. Zyan lalu membersihkan tubuhnya yang terasa gerah. Lalu dia merebahkan tubuhnya diatas kasur ruangan itu.


Sedangkan di bandara internasional Manila. Thomas dan Marsha telah sampai. Mereka juga merasakan sakit punggung setelah lumayan lama beranda diatas pesawat. Keduanya lalu pergi ke fila yang akan mereka tempati selama tinggal di Manila.


Marsha nampak terkagum-kagum dengan desain interior fila itu. Dia mengambil foto di setiap sudut ruangan.


"Apakah kamu menyukai tempat ini sayang?" tanya Thomas pada istrinya. Mereka pun kini mengistirahatkan tubuh yang sudah terlihat sangat cape.

__ADS_1


Malam hari telah datang di kota Manila. Suasana kota itu terlihat sangat cerah. Zyan telah bersiap untuk makan malam bersama beberapa koleganya. Mereka pun lalu menuju ke restoran dimana acara tersebut berlangsung. Setibanya di restoran dekat pantai, lelaki itu bertemu bertemu dengan Thomas Jackson dan istrinya.


"Paman apa kabar?" sapanya ketika bertemu dengan Thomas.


"Ah, aku baik-baik saja nak. Bagaimana dengan kabarmu?" tanya Thomas pada Zyan.


"Not bad." jawabnya.


Perbincangan kedua orang itu terus berlanjut. Mereka kemudian membahas beberapa topik kesana-kemari. Zyan sangat kagum pada sosok Thomas Stevano Jackson yang sukses dan menduduki gelar orang terkaya no 1 di Indonesia.


"Oh paman, aku beruntung bisa bertemu denganmu disini. Banyak hal dan ilmu yang telah aku dapatkan darimu." ucap Zyan.


"Kau terlalu memuji nak." jawab Thomas sementara Marsha hanya duduk diam memperhatikan pembicaraan keduanya.


"Ada baiknya kita makan terlebih dahulu sayang!" ucap Marsha mengingat pada suaminya.


Akhirnya mereka kini menikmati dinner bersama. Banyak obrolan yang masih terus berlanjut dibicarakan. Sebenarnya Thomas adalah tipe orang yang sangat welcome pada siapapun. Jadi tak heran, siapapun akan cepat merasa akrab dengannya.


"Terima kasih banyak paman, sudah banyak memberikan petuah dan berbagi banyak pengalaman denganku." ucap Zyan sambil menjabat tangan Thomas.


"Sama-sama nak, jangan pernah sungkan!" jawab Thomas.


Setelah hampir tiga jam mengobrol dengan Zyan, tuan Jackson kemudian memilih kembali ke vila untuk beristirahat. Dia merasa masih sangat lelah. Apalagi staminanya belum kembali fit seperti semula.


Zyan juga demikian, lelaki itu tampak berjalan menuju ke hotel kembali. Setelah sampai didalam hotel, direbahkan tubuhnya itu keatas kasur. Lelaki itu lalu memainkan gawainya untuk kembali mencoba menghubungi Yasmine.


Sudah lebih dari 10 kali panggilannya tak dijawab sama sekali oleh Yasmine. Banyak pesannya pun tak di balas oleh wanita itu. Entah apa yang terjadi atau yang tengah dilakukan olehnya. Zyan hanya mampu berharap wanitanya itu baik-baik saja disana.


"Semoga kau baik-baik saja disana sayang." ucap Zyan penuh harap dan rasa khawatir.Zyan pun kemudian melemparkannya gawainya ke samping kasurnya. Lelaki itu mencoba mencari posisi ternyaman untuk tidur. Dan lama kelamaan lelaki itu terlelap dalam mimpinya, melupakan sejanak beban hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2