Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
13. Datang Ke Arisan


__ADS_3

"Apakah keputusanmu sudah bulat?" tanya Marsha pada Berlyn. Marsha agaknya tidak rela, putri kesayangannya itu ingin pergi jauh darinya.


"Mom, aku hanya ingin ke London bukan pindah dari bumi." jawab Berlyn mencandai ibunya itu.


"Tidak bisakah kamu tetap disini saja, mommy sangat tidak tenang kalau kamu harus menetap di negara orang."


Bukannya Marsha tak mengijinkan putrinya menetap di London. Mereka sebenarnya juga memiliki beberapa perusahaan disana. Selain itu mereka juga memiliki beberapa villa, penthouse dan juga mansion.


Namun Berlyn sama sekali tidak ingin tinggal disana. Wanita itu benar-benar ingin mandiri. Hidup sederhana tanpa memakai fasilitas yang dimiliki keluarga Jackson di London.


"Dad, bicaralah! Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu akan tetap mengabulkan keinginan putri kita?" desak Marsha pada Thomas.


"Aku rasa mungkin saatnya dia belajar mandiri." Thomas nampak santai menanggapi pertanyaan istrinya itu. Dia masih bisa bahkan menikmati secangkir kopi dihadapannya. Meskipun juga disuguhi raut wajah cemberut sang istri.


"Terima kasih banyak dad!" Berlyn yang merasa bahagia lalu berhambur memeluk daddynya. Sementara Marsha semakin tajam menatap suaminya itu.


"Tapi ada syaratnya, kamu harus tetap memakai dua kartu atm yang sudah daddy persiapkan untukmu!" Thomas nampak mengeluarkan dua kartu ATM. Satu berwarna black card dan yang satunya berwarna gold card.


Berlyn terdiam sejenak. Dia sedang berfikir untuk menerima tidaknya kartu pemberian daddynya itu. Namun bila tak diambilnya, pasti kedua orang tuanya tak akan mengijinkannya pergi.


"Baiklah dad, aku akan menerimanya." akhirnya Berlyn mengambil kedua kartu tersebut.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku dulu. Aku sangat lelah dan ingin cepat pergi tidur." ucapnya.


"Ya, beristirahatlah nak!" jawab Daddynya.


Berlyn kemudian kembali menuju ke kamarnya. Sementara Marsha masih menatap tajam pada suaminya itu. Dia tak habis fikir, kenapa sang suami malah memberikan ijin pada putri mereka. Sedangkan Marsha mati-matian menolak dengan tegas keinginan Berlyn.


"Sudahlah, tak usah dipikirkan! Aku tahu kamu khawatir." kata Thomas menenangkan istrinya.


"Putri kita telah dewasa, biarkan dia mencari jalan hidupnya sendiri!" Thomas kembali meneguk kopinya.


"Terserah apa katamu saja!" Marsha berdiri dan kemudiaan pergi meninggalkan suaminya menuju ke kamar.


"Dad apa yang terjadi? Kenapa mommy terlihat marah?" tanya Julian yang baru saja datang.


"Ya biasalah mommymu. Tapi biarkan sajalah!" jawab Thomas. Dan akhirnya, Julian bersama dengan daddynya saling mengobrol membahas tentang perusahaan.

__ADS_1


****


Pagi ini semua orang nampak sibuk dengan aktivitas di hari ini. Begitu juga dengan Berlyn yang sudah bersiap untuk menuju ke kampusnya.


"Hari ini biarkan Julian yang mengantarmu!" ucap Marsha.


"Dan ingat untuk pulang lebih awal!" imbuhnya.


"Oke mom, siap. Aku berangkat dulu ya!" Berlyn beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke luar.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit akhir Berlyn berangkat ke kampus diantar oleh Julian. Tak butuh waktu lama akhirnya dia pun sampai.


"Morning Bear?" sapa Keyla di depan ruang kelasnya.


"Selesai kelas nanti kita shopping yuk!" ajaknya.


"Nggak deh, nyokap nyuruh pulang cepet nih." jawabnya.


"Ah nggak asyik banget deh." jawab Keyla kesal.


Setelah bicara panjang lebar akhirnya mereka pun memasuki kelas masih-masing. Dan tepat pukul 4 sore Berlyn sudah kembali kerumahnya.


"Mom, aku sangat lelah. Mommy pergi sendiri ajalah!" rengekannya.


"Come on baby, kali ini saja ya temani mommy! Lagian besok-besokkan kamu udah pindah ke London." bujuk Marsha.


Dan pada akhirnya, setelah dibujuk dengan berbagai macam cara. Berlyn mau juga menemani mommynya pergi arisan. Meskipun Berlyn tetap merasa enggan.


Setelah mandi dan berganti baju, akhirnya mereka pun berangkat menuju ke restoran mewah di tengah kota. Hari ini Berlyn terlihat sangat cantik dengan memakai dress selutut bercorak floral.


"Berlyn apakah kamu sudah siap nak?" teriak Marsha dari bawah.


"Iya mom, sebentar." Berlyn kemudian turun ke bawah dengan tergesa-gesa. Bisa saja dia kena omel kalau makin lama keluar dari kamarnya.


"Ayo sayang, pak Rudi sudah menunggu di depan." ujar Marsha yang kemudian menyeret tangan putrinya itu.


Kedua wanita beda generasi itu pun langsung pergi menuju tempat yang ingin mereka tuju. Sepanjang perjalanan, Berlyn hanya diam sambil mendengarkan cerita mommynya tentang masa mudanya dulu.

__ADS_1


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, mereka tiba juga di tempat acara. Mereka masuk ke dalam dan menuju ke private room. Berlyn hanya mengekori mommynya. Wanita muda itu juga agaknya sedikit bosan dengan kegiatan para sosialita tersebut.


"Mom aku ingin pergi ke toilet sebentar." pamit Berlyn pada mommy. Marsha hanya mengangguk dan meneruskan kembali berbincang dengan teman-temannya.


Tak berapa lama, datanglah dua wanita yang berbeda usia. Dia adalah Amanda Delwynn ibunda dari Zyan Kala Delwynn bersama dengan Yasmine Aurelia Eveline.


Semua pandangan tertuju pada sang calon ibu mertua bersama calon mantunya itu. Juga tak sedikit yang memuji kekompakan mereka.


Setelah berbasa-basi dengan beberapa tamu. Akhirnya kedua wanita cantik itu menghampiri Marsha Kalana yang tengah menunggu putrinya.


"Hai nyonya Jackson, sudah lama tidak bertemu. Apa kabar?" tanya Amanda pada sahabat masa kecilnya itu.


"Aku baik-baik saja. Kamu sendiri bagaimana?"


"Oh iya perkenalkan ini adalah calon menantuku!" ucap Amanda. Yasmine pun menjabat tangan Marsha dengan sopan.


"Oh sungguh cantik sekali. Siapa namamu nak?"


"Saya Yasmine tante."


"Oh beruntungnya kamu Manda, punya calon menantu secantik ini. Apa lagi dia juga seorang model terkenal." ucap Marsha.


"Ah tante terlalu memuji." sanggah Yasmine.


Mereka pun kemudian mengobrol untuk mengobati rindu yang telah lama terpendam. Membahas masalah putra-putri mereka dan usaha para suami.


Tak lama kemudian, Marsha tersadar bahwa sang putri belum juga kembali. Dia yang merasa tak tenang pun akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencari makanan.


"Oh iya aku ke toilet dulu ya!" pamit Marsha. Wanita paruh baya yang tetap cantik itu kemudian pergi ke toilet untuk mencari putrinya.


Namun tak berapa lama Berlyn muncul. Ternyata dia baru kembali dari mengangkat panggilan temannya. Siap lagi kalau bukan Keyla.


Berlyn celingukan mencari mommynya yang pergi ke toilet. Dan betapa nahasnya dia, bertemu dengan orang yang paling dia benci. Siapa lagi kalau bukan Keyla.


"Astaga, kenapa aku bisa sesial ini?" gumannya.


Karena malas terjadi keributan, wanita itu kemudian memilih untuk pindah tempat duduk. Dia tidak ingin membuat malu mommynya.

__ADS_1


Dan Sayang beribu sayang, Yasmine yang penuh dendam pada Berlyn malah berniat untuk membuat perhitungan pada Berlyn . Yasmine ingin sekali mempermalukan Berlyn.


Apalagi sudah terlintas di benak Yasmine. Wanita itu memiliki beberapa ide gila yang disiapkannya untuk mengerjai Berlyn di sore ini.


__ADS_2