Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
4. Menyembunyikan Sesuatu


__ADS_3

"Aduhh..." teriak Berlyn ketika tumpukan buku yang dibacanya jatuh setelah menabrak seseorang.


"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Zyan.


"Maaf kak, aku nggak sengaja."kata Berlyn.


"Lain kali hati-hati ya!" kata Zyan sambil membantu memunguti buku yang jatuh.


"Ini bukunya!" kata Zyan kembali sambil menyerahkan buku pada Berlyn.


"Terima kasih kak!" ucapnya, Zyan tersenyum manis dan pergi meninggalkan perpustakaan.


"Gimana aku nggak meleleh coba kalo liat kak Zyan senyum manis banget." katanya dalam hati.


Wanita itupun kemudian pergi meninggalkan perpustakaan. Dengan langkah gontai, gadis cantik itu menuju ke parkiran. Dan benar saja, sesuai dugaannya Julian sudah menunggunya untuk ikut pergi ke kantor.


Sudah menjadi kebiasaan Berlyn, setiap seminggu sekali mengunjungi kantor. PT JJ Group yang bergerak di bidang manufaktur dan juga properti ini adalah perusahaan no satu se-Asia. Keluarga Jackson juga dikenal sebagai milyarder. Namun kehidupan mereka selalu tertutup bagi publik dan jauh dari berita. Begitu juga dengan identitas Berlyn yang disembunyikan.


"Kak hari ini aku ada janji mau ambil gaun dengan Keyla. Bolehkah aku pergi terlebih dulu dengannya?" kata Berlyn.


"Baiklah, asalkan nanti kamu dinner dengan kakak!" jawab Julian.


"Ok kakakku sayang, ntar sharelock tempatnya ya!" katanya.


"Ok, be careful princess!" ucap Julian.


Tak lama kemudian, Berlyn dan Keyla menuju ke butik langganan mereka untuk mengambil gaun pesta yang akan dikenakan saat datang ke acara ulang tahun teman kampus mereka.


"Eh, coba lihat ke arah jam 12!" ucap Keyla.


Berlyn yang kepo auto noleh sisi kanannya. Ternyata Zyan juga sedang ada di butik yang sama dengannya. Jantungnya berdegup kencang, seolah ingin lari keluar. Oh sungguh aneh terasa, tiap Berlyn bertemu dengan Zyan.


"Key, kayaknya kamu perlu anterin aku ke dokter deh!" kata Berlyn.


"Lho kamu sakit?" tanya Keyla panik.


"Sepertinya... Soalnya tiap lihat kak Zyan jantung aku berdetak kencang banget. Apa aku kena sakit jantung ya?" kata Berlyn.


"Aduh Bratandari Jemimah Amberlyn Jackson pinteran dikit dong! Itu bukan sakit jantung tapi tandanya kamu lagi jatuh cinta." jawab Keyla.

__ADS_1


Sahabatnya itu hanya mampu geleng-geleng kepala. Secara akademis memang Berlyn sangatlah pintar. Namun secara hati, mungkin ini adalah pengalaman pertamanya jatuh cinta.


Setelah selesai melakukan fitting gaun, mereka pun keluar bersamaan dengan Zyan dan Yasmine. Ada rasa sedikit tak suka ketika Berlyn melihat kemesraan mereka.


"Sabarlah, masih ada kesempatan untuk mengejarnya!" ucap Keyla menenangkan Berlyn.


Kedua sahabat itu kemudian pergi meninggalkan butik. Mereka lalu menuju ke bioskop untuk menghabiskan waktu sebelum Berlyn dinner dengan Julian.


****


Tiga jam kemudian Berlyn buru-buru menuju ke sebuah butik pusat perbelanjaan untuk mencari gaun yang akan dikenakannya saat dinner dengan sang kakak. Dia nampak bingung mencari gaun yang cocok untuk dipakainya. Akhirnya pilihan jatuh pada dress brokat berwarna navy pilihan Keyla.


"Cantiknya!" ucap Keyla.


"Terima kasih Key!" balasnya.


Keduanya berjalan beriringan menuju ke basemen parkiran mobil. Disana sopir pribadi Berlyn telah menunggu untuk menjemputnya. Akhirnya mereka pun berpisah.


Hanya butuh waktu 15 menit Berlyn telah sampai di sebuah restoran mewah tempatnya dinner dengan Julian. Dia berjalan menuju ke meja yang telah di booking sang kakak.


Dari kejauhan nampak terlihat seorang wanita sedang ngelendot manja pada Julian. Perlahan-lahan Berlyn berjalan menghampiri mereka. Dan betapa terkejutnya dia setelah tau wanita yang tengah mencoba merayu kakaknya.


"Kamu sudah datang sayang?" ucap Julian yang kemudian menepis tangan wanita itu.


"Pulanglah! Aku sudah memiliki pasangan untuk dinner." ucap Julian pada wanita itu.


"Jangan temui aku lagi, karena tidak ada yang perlu kamu jelas!" imbuhnya.


"Awas kamu ya!" ancamannya pada Berlyn dan dengan emosi wanita itu pergi.


Berlyn masih setia memandangi punggung wanita itu yang telah pergi meninggalkan mereka. Sementara Julian dengan santainya tengah menikmati hidangan makan malam yang sudah dipesannya terlebih dahulu.


"Kak, apakah ada yang ingin kamu jelaskan?" tanya Berlyn membuka suara.


"Bisakah kita makan dengan tenang terlebih dahulu? Aku rasa makanan ini akan tidak nikmat bila disantap setelah dingin." jawab Julian.


Mereka berdua kemudian menikmati makan malam dengan tenan. Namun dalam hati Berlyn masih bertanya-tanya. Kenapa bisa Yasmin Aurelia Eveline kekasih dari lelaki pujaan bersikap seperti jal*ng. Bahkan dia tengah menggoda Julian kakaknya.


"Kak apakah sekarang ..." sebelum menyelesaikan pertanyaannya, Julian telah memotong ucapan Berlyn.

__ADS_1


"Ayo kita pulang! Kakak akan menjelaskannya dirumah." kata Julian.


Akhirnya mau tak mau Berlyn harus kembali menahan rasa penasaran. Dia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Apakah ada yang tidak dia tau atau dia lewatkan? Kenapa Yasmine bisa bersikap seperti itu dengan kakaknya.


Sepanjang perjalanan pulang, Berlyn hanya diam. Dalam hatinya dia masih menyimpan pertanyaan tentan hubungan Julian dan Yasmine. Kakaknya pun juga diam tak membuka suara. Dia tahu, pasti ada suatu hal yang tengah disembunyikan oleh Julian.


Setibanya dirumah, Julian memarkirkan mobilnya. Pemuda itu bergegas turun dari dalam mobil tanpa menunggu adiknya turun. Berly menjadi semakin penasaran dengan sikap kakaknya itu.


"Masuklah ke kamar dan bersihkan dulu tubuhmu, setelah itu temui kakak diruang baca!" perintah Julian.


Berlyn pun hanya mematuhi perintah kakaknya. Dia buru-buru untuk mandi dan berganti baju. Dengan rasa penasaran yang tinggi, dia berjalan menuju ke ruang baca. Ternyata Julian tengah duduk menunggunya.


"Minumlah coklat ini selagi masih hangat! Tadi bibi yang membuatkannya untukmu." kata Julian sambil menyodorkan segelas coklat hangat pada Berlyn.


"Jadi bisakah kamu jelaskan sekarang!" ucap Berlyn kembali mencoba membuka suara.


"Apa yang ingin kau tau girls?" tanya Julian.


"Semuanya!" jawabnya.


"Seperti kamu tahu, aku ini adalah lelaki tampan yang banyak dikejar-kejar oleh wanita." jawab Julian.


"Dih sok ganteng banget sih kak jadi orang." kata Berlyn kesal, yang kemudian menimpuk kepala Julian dengan buku yang dipegangnya.


"Bukankah memang semua wanita yang mendekatiku hanya karena aku seorang tuan muda dari keluarga Jackson? Mereka hanya ingin popularitas." jawab Julian.


"Tapi dia telah menjadi kekasih dari tuan muda keluarga Delwynn, kenapa masih harus mengejarmu?" tanya Berlyn.


"Karena aku bisa memberikan apa yang tuan muda Delwynn tidak bisa berikan." jawab Julian.


"Tapi kak..." ucap Berlyn terpotong.


"Tidak ada yang perlu aku jelaskan Berlyn. Sebaliknya kamu harus menjelaskan bagaimana perasaanmu pada Zyan Kala Delwynn itu?" kata Julian.


Berlyn hanya mampu diam membisu. Dia nampak bingung harus menjawab apa pertanyaan kakaknya itu. Karena Berlyn sendiri juga belum yakin dengan perasaannya pada Zyan.


"Kenapa diam?" tanya Julian.


"Tidak ada yang harus aku jelaskan kak. Kamu sungguh menyebalkan." kata Berlyn yang sudah akan beranjak pergi.

__ADS_1


"Ingatlah kak, kamu masih berhutang penjelasan padaku." imbuhnya dan kemudian pergi menuju ke kamarnya.


Wanita itu kesal tengah Julian yang menurutnya masih menyembunyikan sesuatu. Dia yakin benar bawah Julian mempunyai hubungan dengan Yasmine.


__ADS_2