Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
6. Berlyn Bertemu Yasmine


__ADS_3

Malam ini Berlyn nampak cantik dengan mengenakan gaun berwarna soft pink yang dia pesan dari butik. Dia dan Keyla bersama-sama berangkat menuju ke hotel bintang 5 tempat temannya merayakan hari ulang tahun.


Setibanya di hotel, Berlyn menjadi pusat perhatian. Parasnya yang ayu dengan make up natural membuatnya terlihat sangat cantik malam ini. Bahkan semua mata tertuju padanya. Namun sayangnya Berlyn sendiri risih karena menjadi pusat perhatian semua orang.


"Duh meriah banget ulang tahun si Sonya." kata Keyla.


"Namanya juga anak sultan." balas Berlyn.


"Haduh kalo Sonya anak sultan lantas loe sendiri apaan?" canda Keyla.


"Anak Deddy and Mommy gua lah." jawab Berlyn dan tertawa kemudian.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke si empunya acara. Tampak Sonia tengah dikerumuni teman-temannya yang lain untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun. Setelah sekedar berbasa-basi dengan Sonya, Berlyn dan Keyla pun mengambil minuman.


"Duh dunia berasa sempit ya?" kata Yasmine yang muncul dari arah berlawanan.


"Ngapain sih gembel kaya kalian ada disini?" ucapnya lagi.


"Dih apes banget sih kita, ketemu si model kagak punya akhlak ini." ucap Keyla.


"Eh gembel, berisik banget sih... Mending buruan deh pergi dari tempat ini, ngerusak pemandangan aja!" balas Yasmine.


"Tolong jaga mulut anda ya kalo ngomong!" balas Berlyn.


"Kenapa? Loe nggak terima?" kata Yasmine.


"Jelas nggak terimalah, kita disini juga karena diundang yang punya acara." jawab Keyla.


Tanpa menjawab ucapan Keyla, tiba-tiba Yasmine mengambil orange jus dan menyiratkannya ke gaun Berlyn. Seketika saja Berlyn dan Keyla di buat bingung oleh tindakan Yasmine itu.


"Eh loe sinting ya?" tunjuk Keyla pada Yasmine, "Astaga Bear kamu nggak apa-apakan?" tanyanya pada Berlyn.


"Ada masalah apa sih loe sama gue?" tanya Berlyn yang sudah mulai tersulut emosi.


"Salah loe banyak ke gue?" jawab Yasmine tersenyum sinis.


Tanpa pikir panjang Berlyn pun menyiramkan air di gelas yang dia pegang ke muka Yasmine. Seketika terjadilah keributan yang sangat heboh dan membuat para tamu undangan menyaksikannya.


"Ada apa ini?" suara bariton Zyan memecahkan keramaian tersebut.


"Sayang tolong aku!" ucap Yasmine.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Kenapa penampilan kamu berantakan seperti ini?" tanya Zyan


"Ini semua karena wanita sialan itu." tunjulnya pada Berlyn.


"Kenapa bisa aku? Kamu yang menyiram aku duluan." terang Berlyn.


"Sayang dia berbohong. Aku tidak tau apa salahku? Tapi dia terlihat sangat membenciku." kata Yasmine.


"Aku tidak..." ucapan Berlyn terpotong oleh kata-kata Yasmine.


"Dia yang merebut gaunku di butik sore tadi sayang. Dan membuatku diusir dari butik." ucap Yasmine kembali.


"Apakah itu benar Berlyn?" tanya Zyan.


"Tidak kak, aku tidak melakukannya." jawab Berlyn.


"Dia bohong, aku yakin dialah yang menyebabkan berita itu ke internet sehingga viral." kata Yasmine mencoba memprovokasi Zyan.


"Sayang percayalah padaku! Gadis ini tidak menyukaiku." kata Yasmine sambil tersenyum sinis.


"Apa maksudmu berkata seperti itu?" tanya Berlyn.


"Kau tak usah berpura-pura, aku tau kau mencintai Zyan. Aku pernah mendengar temanmu ini menyemangatimu untuk merebut Zyan dariku saat kalian berbicara dikamar mandi butik." ucap Yasmine.


"Berlyn aku tak tau sebenarnya yang terjadi. Tapi aku kecewa denganmu yang mencoba melukai Yasmine seperti ini." ucap Zyan.


"Kau ingat baik-baik, aku hanya mencintai Yasmine seorang dan tak akan pernah berpaling darinya." kata Zyan.


"Ayo kita pergi sayang!" ajak Zyan pada Yasmine. Mereka kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Dan Yasmine pun tersenyum penuh kemenangan


Berlyn hanya mampu terdiam sambil menatap Zyan yang sudah semakin menjauh. Dia tak habis fikir, bisa-bisanya Zyan termakan ucapan Yasmine yang memutar balikkan fakta. Meskipun ada sedikit kebenaran yang dikatakan Yasmine tentang perasaan Berlyn pada Zyan.


Orang-orang di sekeliling Berlyn berdiri kini mulai berbisik-bisik membicarakannya. Tak sedikit pula yang menatap penuh risih pada Berlyn.


Tiba-tiba dari arah belakang, seorang lelaki tampan datang menghampiri Berlyn. Dia kemudian melepaskan jasnya dan memakannya pada wanita tersebut.


"Ayo kita pulang!" ajaknya.


"Kakak, aku..." kata Berlyn.


"Tidak perlu kamu jelaskan, aku sudah melihat semuanya." jawab Julian.

__ADS_1


Mereka pun kini meninggal acara pesta itu. Dia berjalan menuju ke parkiran mobil. Julian dan Berlyn pulang dengan mengendarai mobil Berlyn. Sementara Keyla diantar oleh supir keluarga Jackson.


Setibanya dirumah, Berlyn menuju ke kamarnya. Dia kemudian mandi dan mengganti pakaiannya. Setelah itu, dia duduk diatas balkon kamar dan melamunkan kejadian tadi.


"Sudahlah Bear, nggak usah dipikirkan!" ucap Julian sambil menyodorkan segelas coklat hangat.


"Kakak percaya padamu, perempuan gila itu yang telah memprovokasimu." lanjutnya.


"Setidaknya aku juga menjadi tau kalau wanita itu yang membuat Zyan tergila-gila." ucap Berlyn.


"Masih banyak laki-laki diluar sana, kamu juga masih bisa melupakan perasaanmu itu." kata Julian.


"Aku tau Bear, ini adalah cinta pertamamu. Tapi aku rasa dia memang tidak pantas untukmu." lanjutnya, "Apakah kamu ingin membalasnya?"


"Aku rasa tidak usah kak, aku tidak mau memperpanjang masalah." jawab Berlyn.


"Oh iya kak, aku masih penasaran. Kenapa kamu bisa kenal dengan Yasmine?" tanya Berlyn.


"Ceritanya panjang, aku dulu sempat menolongnya sewaktu dia kecelakaan." jawab Julian.


"Benarkah? Lalu kenapa dia bisa seperti akrab denganmu?" tanya Berlyn lagi.


"Iya, dulu kami sempat dekat. Aku membantunya untuk mempromosikan pada beberapa sutradara terkenal dan agency yang bisa menjadikannya model." cerita Julian terjeda, dia nampak mengambil nafas panjang.


"Dulu aku hampir terjebak oleh rayuan manisnya. Kami hampir berpacaran." kata Julian.


"Really...?" tanya Berlyn memastikan.


"Iya, tapi untungnya aku tak jadi menyatakan perasaanku padanya. Tepat dihari aku ingin mengatakan cinta, aku melihatnya masuk ke dalam hotel oleh om Kevin rekan bisnis Daddy." terang Julian. Berlyn nampak kaget dengan cerita Julian tapi dia masih berusaha untuk menyimaknya.


"Padahal dulu sebelum dia menjadi seorang model. Yasmine begitu polos dan lugu. Dia selalu terlihat imut bila mengenakan seragam sekolahnya." kenang Julian.


Sebenarnya Berlyn dan Yasmine hanya berbeda selisih usia dua tahun saja. Namun Yasmine lebih memilih karier dan dunia modellingnya ketimbang kuliah.


"Sudah malam, cepatlah beristirahat!" perintah Julian sambil mengusap-usap kepala adiknya.


"Baiklah kak, kakak juga ya!" jawab Berlyn.


Julian pun keluar dari kamar adiknya untuk kembali ke kamarnya. Berlyn pun lalu merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Kini dia sedikit lega, karena terjawab sudah teka-teki hubungan Julian dengan Yasmine.


"Untuk saja kak Julian dulu tak jadi bersama Yasmine. Aku nggak bisa bayangin." gumannya.

__ADS_1


Karena telah merasakan lelah dan capek akibat kejadian malam hari ini, Berlyn pun perlahan-lahan menuju ke alam mimpinya. Dia tertidur sangat lelap.


__ADS_2