Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
19. Rencana Pertunangan


__ADS_3

Di dalam ruangan kantor, terlihat seorang laki-laki sedang sibuk di depan laptopnya. Dan beberapa berkas menumpuk disisi kirinya. Dia terdiam sebentar melihat laporan yang masuk melalui emailnya.


Tak tak tak...


Bunyi sepatu seorang wanita memenuhi ruangan yang sunyi itu. Perlahan tapi pasti, wanita sexy itu berjalan mendekat kearahnya. Namun pria itu masih tak menghiraukannya.


"Mau sampai kapan kamu akan mengacuhkanku disini?" Yasmine nampak merajuk pada Zyan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Ah, maafkan aku honey! Banyak sekali laporan yang harus aku periksa hari ini." Zyan pun berdiri dari kursinya dan kemudian menuntun Yasmine beralih duduk di sofa.


"Akhir-akhir ini kamu selalu sibuk dengan pekerjaanmu sayang. Bahkan sering mengabaikanku." cebik Yasmine kesal.


"Aku janji sayang, akhir pekan besok kita akan menghabiskan waktu bersama." ucap Zyan sambil menyisipkan rambut coklat Yasmine ke belakang telinganya.


Yasmine pun berdiri dan mulai duduk di pangkuan Zyan. Wanita itu terlihat sedikit agresif dan tangannya mulai memainkan dasi lelaki itu. Dengan perlahan jari jemarinya membuka beberapa kancing kemeja lelakinya. Sehingga sedikit tampak roti sobek didalamnya.


" I want you baby!" ucap wanita itu.


"Tidak sekarang sayang!" tolak Zyan. Lalu sebelum pria itu terpancing, dia menurunkan Yasmine dari pangkuannya.


"Sudah waktunya makan siang, lebih baik kita keluar untuk mencari makan siang!" ucap Zyan yang kemudian berdiri sambil merapikan kemejanya. Dia menatap gedung-gedung pencakar langit melalui jendela kaca di ruangannya itu untuk mengalihkan perhatiannya.


Zyan juga seorang lelaki normal. Siapapun juga pasti akan terpancing saat melihat wanita sexy nan menggoda di hadapannya. Namun lelaki ini agaknya akan berusaha meredam hasratnya saat bekerja. Dia berusaha bersikap profesional.


"Ayo kita keluar sayang!" ajak Zyan yang telah berjalan duluan. Sementara Yasmine mengikuti dibelikannya dengan wajah cemberut.


Mereka pun lalu menuju ke restoran yang menyajikan hidangan japanese food kesukaan Zyan. Setelah sampai ditempat tujuan, kedua sejoli itu pun duduk di sudut ruangan itu. Pastinya itu adalah tempat favorit Zyan. Karena menurut lelaki itu, dia bisa mengamati pemandangan sekitar.


"Sayang, kapan kamu akan melamarku?" tanya Yasmine sambil menatap lelaki didepannya ini.


"Aku akan membicarakannya dulu pada kedua orang tuaku honey." jawab Zyan sambil menggenggam tangan wanitanya itu.


"Aku tak yakin mereka akan menyetujuinya sayang. Apalagi ibumu sangat tidak menyukaiku setelah kejadian itu," rajuk Yasmine.

__ADS_1


"Percayalah padaku sayang, aku akan berusaha meyakinkan mereka bahwa kamulah yang terbaik untukku!" ucap Zyan.


Pembicaraan mereka pun terhenti karena datangnya pelayanan yang menyajikan hidangan pesanan mereka. Akhirnya mereka makan dengan tenang.


Setelah selesai makan, keduanya pun meninggalkan restoran mewah itu. Yasmine kemudian merengek pada Zyan untuk menemaninya shopping. Dan pada akhirnya Zyan pun menyetujuinya.


Tak berapa lama, pasangan itu akhirnya sampai di pusat perbelanjaan terbesar di kota tersebut. Yasmine kemudian memasuki beberapa toko tas dan sepatu. Setelah mendapat barang-barang buruannya. Mereka pun berpindah ke butik ternama di mall tersebut.


Dua jam sudah, Zyan menemani Yasmine shopping. Kini saatnya lelaki itu harus kembali ke perusahaannya. Namun sebelumnya, Zyan akan mengantarkan pujaan hatinya kembali ke apartemennya terlebih dahulu.


"Honey, terima kasih untuk hari ini! Kau memang yang terbaik." ucap Yasmine memecah keheningan perjalanan pulang mereka.


"Sama-sama, anything for you honey." jawab Zyan sambil tetap fokus menyetir mobilnya.


"Sayang, mungkin Minggu depan aku harus terbang ke Amerika karena ada beberapa tawaran pemotretan disana," ucap Yasmine. Seketika saja Zyan menepikan mobilnya dan berhenti.


"Kenapa tiba-tiba sekali?" tanya Zyan yang berubah kesal.


"Sebenarnya tawaran ini sudah datang dari sebulan yang lalu. Tapi aku masih ragu untuk menceritakannya padamu," jawab Yasmine sendu.


"Mungkin selama 6 bulan." jawab Yasmine ragu-ragu.


"Baiklah, aku akan mengunjungimu setiap sebulan sekali disana." kata Zyan yang kini kembali melajukan mobilnya. Mereka berua kini hanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Apa tidak mau naik dulu ke atas?" tanya Yasmine saat Zyan hanya mengantarkannya ke depan pintu lobby apartemen.


"Tidak, aku harus segera kembali ke kantor." jawabnya.


Zyan kini kembali mengemudikan mobilnya. Membelah jalanan ibu kota yang padat merayap. Hingga membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk keluar dari kemacetan itu.


Setelah sampai di kantornya, dia pun bergegas naik ke lift menuju keruangannya. Dan rupanya Marvell El Nino, sekretarisnya tengah menyelesaikan beberapa tumpuk berkas yang masih terbengkalai akibat ditinggalkan oleh Zyan tadi.


"Dari mana saja kau, pergi seenaknya saja? Lihatlah ini, semua pekerjaanmu aku yang menyelesaikannya. Ditambah lagi aku juga harus menjadwalkan ulang beberapa rapat penting, akibat kamu pergi begitu saja," omel Marvell.

__ADS_1


"Hai tenanglah! Kenapa kamu cerewet sekali, kaya emak-emak ngomelin anaknya?" ledek Zyan.


"Sialan!" Marvell melemparkan pulpen yang digenggamnya ke arah Zyan. Sementara Zyan hanya tertawa puas.


"Ingatlah Zyan, kamu ini sekarang adalah seorang CEO! Mana bisa pergi sesuka hatimu," ucap Marvell mengingatkan. Marvell sebenarnya bukan hanya seorang sekretaris bagi Zyan. Tapi mereka juga telah bersahabat sejak kecil.


"Iya aku mengerti, aku janji tidak akan mengulanginya," ucap Zyan.


"Tapi, apakah kamu bisa mencarikan event organizer terbaik Vell?" tanya Zyan.


"Event organizer untuk apa?" Marvel malah balik bertanya pada Zyan.


"Aku ingin bertunangan Yasmine sebelum dia pergi ke Amerika." jawab Zyan.


"Apakah kamu sudah yakin untuk bertunangan dengan wanitamu itu?" tanya Marvell kembali.


"Ya, aku sangat yakin." jawab Zyan sambil tersenyum.


"Lalu kapan pertunangan itu akan diadakan?"


"Lusa depan." jawab Zyan singkat.


"Apakah kamu sudah gila? Dimana otakmu itu? Mana bisa aku menyiapkannya acara sebesar itu hanya dalam waktu dua hari?" umpat Marvell kesal.


Marvel tak habis pikir, kenapa temannya itu selalu menyuruhnya melakukan sesuatu yang tak masuk akal. Dan lagi, kali ini dia harus menyiapkan acara pertunangannya dengan Yasmine hanya dalam dua hari saja. Maka sangat wajar sekali bila Marvel merasa kesal pada temannya itu.


"Sudahlah, lakukan saja! Dan awas jangan sampai lusa depan acara itu gagal, karena gajimu tidak aku bayar!" acam Zyan.


"Enak sekali main nggak bayar gaji orang segala. Dipikirannya kerja rodi apa ya? Dasar bos gila." Marvell bertambah kesal dengan kata-kata Zyan. Sementara Zyan malah tertawa terbahak-bahak setelah melihat raut muka Marvell yang sedang kesal.


"Awas saja kalau sampai tidak memberikanku bonus saat tugasmu ini selesai!" ancam Marvell yang kemudian meninggalkan Zyan diruangannya. Zyan masih tertawa melihat sahabatnya itu terus menggerutu.


Setelah Marvell keluar dar ruangannya. Lelaki tampan itu langsung bergegas menunju ke mejanya. Dan akhirnya kini Zyan kembali berkutat pada pekerjaannya. Dia terlihat sangat serius memeriksa beberapa berkas yang tadi belum sempat dilihatnya tadi.

__ADS_1


Hingga waktu menunjukkan pukul enam sore, pekerjaan Zyan baru saja selesai. Setelah merapikan kembali berkas-berkas diatas mejanya, dia pun bersiap untuk pulang. Didalam benaknya Zyan, setelah makan malam dia ingin membicarakan soal pertunangannya dengan Yasmine pada kedua orang tuanya.


__ADS_2