Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
27. Cerita Tentang Yasmine


__ADS_3

Beberapa kali terdengar suara bel berbunyi dari apartemen yang ditempati Yasmine. Gadis cantik itu pun lalu bergegas menuju ke depan untuk membukakan pintu. Dan betapa kagetnya dia, laki-laki tampan bergaya parlente ada di hadapannya.


"Hay darling, aku sangat merindukanmu." kata laki-laki tersebut sambil berjalan masuk kedalam apartemen itu.


"I miss you so much honey." jawab Yasmine sambil menutup pintu apartemennya.


Seketika saja lelaki itu menautkan bibirnya pada Yasmine dan melahapnya dengan serampangan. Mereka saling menyesap satu sama lain. Seolah tak sadar dengan posisi mereka sekarang berada dimana.


"Oh sayang, aku benar-benar sangat merindukanmu." ucapnya sambil melepaskan tautan mereka.


"Ah iya, sebaiknya kita masuk kedalam dulu Alex!" ajak Yasmine tak kala mereka masih berdiri di depan pintu.


Tanpa berbasa-basi Alex langsung menggendong Yasmin ala-ala bridal style. Dan secara reflek, Yasmin pun lalu mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex. Mereka berdua kemudian menuju ke dalam kamar sebelah ruang tamu.


"I want you darling!" Alex berbisik ditelinga Yasmine sambil menggigitnya. Dan seketika saja itu membuat pipinya memerah karena malu.


"Akan aku pastikan kamu tak akan bisa berjalan kemana-mana malam ini. Aku akan melahapmu habis sayang." ucap lelaki itu yang kemudian merebahkan tubuh Yasmine diatas tempat tidur berukuran king size secara perlahan.


Dan pada akhirnya terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi. Kedua insan itu seolah terbuai dengan kenikmatan dunia. Hingga keduanya dapat mencapai puncaknya berkali-kali dan Mend*sah bersama.


Alexander Robert adalah seorang produser terkenal di New York. Pria berusia 37 tahun itu telah menikah dan mempunyai dua orang anak. Sementara Yasmine sendiri telah menjadi wanita simpanan Alex selama 2 tahun.


"Oh honey kau sungguh hebat." puji Alex pada Yasmine sembari menggulingkan badannya ke samping wanita itu lalu mengecup keningnya.


"Aku bisa melakukannya lebih sayang, asalkan kamu jatah bulananku bertambah dua kali lipat!" ucap Yasmine.


"Kalau begitu mari kita lakukan! Kau yang memimpin sayang!" kata Alex sambil mengangkat Yasmine ke atasnya. Dan sekali lagi mereka melakukan kegiatan panas itu.


Dering ponsel diatas nakas menggema berkali-kali didalam ruangan itu. Yasmine yang baru saja terpejam setelah melakukan olahraga bersama Alex mulai menggeliat dari dalam selimutnya. Diraihnya gawai itu dan seketika saja tampak tak senang setelah membaca nama yang tertera di ponselnya.

__ADS_1


"Kenapa tak kamu angkat sayang? Berisik sekali." ucap Alex tampak kesal karena tidurnya terganggu.


"Aku akan mematikan ponselnya." kata Yasmine. Wanita itu langsung mematikan ponselnya dan kembali menaruh gawainya di atas nakas.


"Apakah kamu akan tetap menikah dengannya?" tanya Alex.


"Ya honey, dia sudah sangat bucin padaku. Lagi pula dia kaya, aku pasti bisa menguasai semua kekayaannya." jawab Yasmine sambil memainkan dada bidang Alex.


"Aku juga bisa memberikan banyak uang dan separuh kekayaanku padamu sayang." jawab Alex.


"Tapi tetap saja aku hanya menjadi yang kedua." jawab Yasmine sambil berbalik memunggungi Alex.


"Aku hanya ingin menjadi seorang yang terpandang. Dan tidak ingin hidup miskin. Bukankah setelah memiliki hartanya kita juga masih bisa bersama sayang?" ucapnya.


"Ah baiklah, maafkan aku sayang!" kata Alex yang kemudian mendekap Yasmine kedalam pelukannya. Mereka pun kini mulai terlelap kembali setelah lelah beraktivitas.


Ditempat lain, Zyan terlihat kesal karena sudah beberapa hari ini wanitanya itu tak pernah mengangkat atau pun membalas pesannya. Dalam hati menduga-duga kekasihnya tengah berselingkuh. Namun rasa cintanya yang dalam membuat lelaki itu menepis jauh-jauh pikiran buruknya.


"Tak ada, aku hanya sedang menunggu kabarnya saja." balas Zyan sambil meminum softdrinknya. Pandangannya lurus ke depan, menatap hamparan pasir putih yang diterpa ombak.


"Oh ayolah jangan bermuka suram seperti itu! Bisa saja dia tengah sibuk." kata Marvell mencoba menghibur atasnya yang kini tengah murung.


"Maybe..." jawab Zyan. Lelaki itu pun kini berjalan ditepi pantai sambil merasakan air laut menyapu kakinya.


"Zyan, apakah kamu tak berfikir Yasmine akan mengkhianatimu?" tanya Marvell sambil berjalan disampingnya.


Zyan berhenti sejenak dan terdiam menatapi luasnya lautan yang tak berujung. Dia pun akhirnya berkata, "Dia sangat mencintaiku. Aku yakin dia tak akan pernah melakukannya."


Marvell hanya diam mendengarkan perkataan sahabatnya itu. Namun Marvell merasa ada sesuatu yang aneh pada Yasmine. Marvell hanya diam dan tak bertanya lagi. Apalagi Zyan memang terlihat sangat bucin pada wanitanya itu. Bisa saja Zyan malah tak percaya dengan apa kata Marvell.

__ADS_1


"Aku akan mengambil cuti bulan depan dan pergi menemuinya disana." ucap Zyan kemudian.


"Akan aku atur semuanya." jawab Marvell yang paham dengan maksud Zyan.


Sementara pagi ini di dalam apartemen, Yasmine dan Alex baru saja menyelesaikan rutinitas pagi mereka dengan mandi bersama. Mereka pun kemudian melakukan sarapan sebelum melanjutkan aktivitas pagi ini.


"Sayang, sungguh aku masih merindukanmu. Tetapi hari ini ada meeting penting bersama klien." ucap Alex sebelum berangkat ke kantor.


"Maka malam ini menginaplah kembali disini!" pinta Yasmine.


"Tentu sayang, maka persiapkanlah dirimu!" kata Alex kembali menggoda wanita cantik itu.


"Ini pakailah untuk memenuhi kebutuhanmu! Berbelanjalah sepuasnya! Limitnya tak terbatas." ucap Alex sambil menyodorkan gold card pada Yasmine.


"Bukankah kau tak memberikannya satu padaku?" tanya Yasmine meyakinkan sebelum menerima kartu kredit tanpa batas itu.


"Tak masalah, karena ini tak sebanding dengan servismu." katanya sambil menc*um bibir Yasmine mesra. Lelaki itu kemudian pergi meninggalkan apartemen tersebut.


Yasmine tersenyum sambil memandangi gold card yang dipegangnya. Hidup bergelimang harta adalah keinginannya sejak dulu. Yasmine Aurelia Eveline bukan terlahir dari seorang konglomerat. Dia adalah putri dari supir keluarga Elbara. Kemudian karena kebaikan hati sang majikan, semua biaya hidup dan pendidikan Yasmine ditanggungnya.


Hingga suatu hari Yasmine bertemu dengan madam Margaretha. Dia adalah seorang pemilik agency ternama yang ditolong Yasmine saat akan tertabrak mobil. Karena melihat paras Yasmine yang cantik dan bertubuh proposional, madam Margaretha membantunya terjun ke dunia modeling.


Namun karena ambisinya dan opsesinya untuk menjadi super model, dia pun akhirnya keluar dari agency milik madam Margaretha. Dia pun berpindah ke agency lain dan menjalani hidup bebas. Hingga dia bisa sukses dan menjadi model terkenal.


Tiba-tiba ponselnya berdering dan seketika saja Yasmine meraih gawainya diatas nakas. Dia sedikit menyunggingkan senyum kembali sebelum mengangkat teleponnya.


"Hallo sayang...!" ucapnya pertama kali ketika mengangkat panggilan itu.


"Sayang, kenapa beberapa hari ini tak pernah mengangkat panggilan dariku?" tanya Zyan.

__ADS_1


"Ah maaf sayang, aku sangat sibuk karena jadwal pemotretan yang padat." kilah Yasmine. Dan akhirnya obrolan mereka pun berlanjut hingga cukup lama.


__ADS_2