
Drtt.... Drtt...
Dering ponsel diatas nakas berbunyi sangat keras mengganggu waktu istirahat siang Berlyn. Gadis yang tadinya terlelap ini mulai terbangun dari mimpinya. Pernah diambil lah gawainya itu dan diangkatnya panggilan tersebut.
"Astaga Key, ada apa? Kamu telah mengganggu waktu tidur siangku." omelnya.
"Masa bodoh dengan tidur siangmu. Cepat bukalah instagrammu!" perintah Keyla.
"Kenapa aku harus membuka instagramku? Memang apa yang terjadi?"
"Astaga Bear, jangan banyak tanya! Buka sajalah instagrammu, hari ini Zyan dan juga Yasmine bertunangan. Mereka menayangkan langsung melalui livestreaming instagram pribadi Yasmine. Aku akan mengakhiri panggilan ini. Jangan lupa tonton saja dan persiapan tissue untuk menghapus air matamu nanti!" kata Keyla menjelaskan dengan panjang lebar. Tanpa aba-aba dia pun langsung mematikan panggilannya secara sepihak.
"Astaga, sialan banget nich bocah. Main matiin gitu aja." gerutu Berlyn.
Wanita cantik itu pun kemudian membuka media sosial instagramnya. Dan kemudian berselancar mencari akun Yasmine untuk mengetahui kebenaran yang baru saja Keyla sampaikan.
Benar saja, malam ini ternyata adalah hari pertunangan Zyan bersama dengan wanita itu. Hatinya kembali berdenyut nyeri. Ada rasa sesak didalam dadanya. Rupanya gosip itu benar adanya. Lelaki pujaannya sudah semakin jauh untuk dia gapai. Dan tanpa terasa buliran-buliran bening mengalir deras dari pelupuk mata Berlyn. Gadis itu menangis dalam diam.
"Aku akan berusaha lebih keras lagi untuk melupakanmu. Semoga kau bahagia Zyan!" gumannya.
Berlyn pun lalu menyusutkan kembali tubuhnya kedalam ranjangnya. Dia mencoba untuk memejamkan mata dan menghilangkan rasa penat dikepalanya. Meskipun rasa sesak semakin menyiksa didalam dada. Berlyn berniat untuk menutupi rasa laranya dan bersikap baik-baik saja. Supaya mommynya dan Julian tak curiga.
Sementara diballroom hotel bintang lima Jakarta. Terlihat tengah ramai karena adanya putra pengusaha terkaya ke dua se-Indonesia yang akan bertunangan dengan model terkenal. Banyak tamu undangan yang datang, mulai dari kalangan pengusaha, pejabat hingga selebritis. Bahkan kabar pertunangan ini menjadi trending topik.
"Apakah kamu sudah siap nak?" tanya Lukas pada putranya yang sedang berjalan menuju tempat acara.
"Aku siap pa." jawab Zyan dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Hari ini lelaki itu amat bahagia. Tak henti-hentinya senyuman manis itu mengembangkan di bibirnya.
"Ma, tersenyumlah!" bisik Lukas pada istrinya. Amanda terlihat begitu tak senang. Apalagi dia memang terpaksa menyetujui pertunangan putra tunggalnya itu.
__ADS_1
Pintu ballroom hotel itu pun terbuka. Zyan berjalan diapit oleh Lukas dan Amanda disebelah kanan kirinya. Dan seketika para tamu undangan tertuju pada mereka. Zyan terlihat sangat tampan dengan mengenakan tuxedo hitam.
"Aku akan menyapa teman-temanku dulu pa." ucap Amanda pada suaminya.
"Baiklah sayang, kami akan menghampiri para kolega kita dulu." jawab Lukas yang juga langsung menyapa relasi-relasinya.
Suasana bertambah riuh tak kala Yasmine memasuki ballroom bersama paman dan bibinya. Dia terlihat anggun dengan mengenakan gaun malam berwarna soft pink. Yang terlihat bak princess di negeri dongeng.
Zyan pun kemudian datang menghampirinya. Mengulurkan tangan kanannya pada wanita itu. Kemudian menuntunnya menuju podium tempat mereka akan melakukan tukar cincin.
"Kamu sangat cantik sekali sayang. Aku sangat bersyukur bisa menjadi kekasihmu." bisiknya memuji gadis pujaannya itu.
"Terima kasih banyak sayang. Aku juga sangat beruntung menjadi wanitamu." jawab Yasmine.
Mereka berdua pun akhirnya menaiki podium. Setelah MC memandu jalannya acara demi acara. Akhirnya tibalah ke acara inti, dimana Zyan dan Yasmine saling bertukar cincin. Yasmine begitu kagum dengan cincin yang disematkan di jaringnya itu. Cincin putih bertatahkan berlian.
"Oh sayang, ini indah sekali." ucapnya setelah acara tukar cincin itu selesai.
"Bila kamu suka, aku bisa memberikannya lagi?" kata Zyan. Sontak saja wanitanya itu bertambah bahagia. Dia merasa menjadi wanita paling beruntung. Mendapatkan lelaki tampan, kaya dan begitu mencintainya.
Acara berlangsung hingga tengah malam. Banyak sekali tamu undangan yang mengucapkan selamat pada dua sejoli itu. Bahkan ada juga yang sudah menanti-nanti hari pernikahan mereka. Sementara Zyan sendiri belum menentukan kapan mereka akan menikah. Bagi Zyan, pertunangan ini bertujuan untuk mengikat Yasmine agar selalu disisinya.
Setelah pukul 12 malam, acara yang melelahkan itu akhirnya berakhir juga. Semua tamu undangan juga sudah pulang ke rumah masing-masing. Begitupun dengan keluarga Yasmine yang diantarkan pulang oleh supir pribadi keluarga Delwynn. Sedangkan Zyan dan orang tuanya, mengendarai mobil yang berbeda.
"Ma, tidak bisakah wajahmu itu tersenyum? Aku bisa menjamin setelah acara ini, keriput di wajahmu itu akan bertambah banyak." ledek Lukas pada Amanda. Seketika Amanda memukul lengan suaminya dengan keras.
"Aduh..." Lukas mengaduh karena kesakitan.
"Rasakan itu! Bisa-bisanya mendoakan istrinya cepat keriput." ucap Amanda bersungut-sungut.
__ADS_1
"Bukan seperti itu sayang, aku hanya tidak ingin kamu terus cemberut." jelas Lukas. Dan kini dia akan sangat kerepotan untuk membujuk istrinya yang sedang marah.
"Terserahlah..." ketus Amanda. Lukas kemudian hanya bisa diam. Bila dia terus bicara, bisa dipastikan istrinya itu akan mengamuk.
Sedangkan ditempat lain. Seorang gadis cantik tengah menagis diatas kasurnya.Banyak sekali tisue yang dilemparkan ke lantai dengan sembarangan, sehingga membuat ruangan itu seperti kapal pecah. Gadis itu pun juga mengunci pintu kamar. Takut ada yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya.
"Bear apakah kamu didalam sayang? Apakah kamu baik-baik saja?" teriak sang mommy dari luar. Dia sedikit tak tenang, karena putrinya itu sedari siang mengunci diri di dalam kamarnya.
"Yes mom, i'm fine." jawabnya.
"Oh baiklah kalau begitu. Mommy akan pergi bersama Julian untuk makan malam bersama teman mommy. Apakah kamu mau ikut sayang?"
"Tidak mom, aku ingin dirumah saja."
"Baiklah kalau begitu, mommy pergi dulu." Marsha pun kemudian meninggalkan kamar putrinya. Sementara tak ada jawaban dari Berlyn.
"Huff, akhirnya mommy pergi juga." gumannya.
Setelah memastikan mommy dan kakaknya telah benar-benar pergi. Berlyn keluar untuk mencari bi Ana. Dia meminta bibi Ana untuk membersihkan kamarnya yang penuh dengan tisue bertebaran di lantai. Tak berapa lama bi Ana datang bersama seorang maid lain. Wanita paruh baya itu juga membawakan secangkir teh hijau untuknya.
"Minumlah teh hijau ini nona! Kata orang, teh hijau mengandung asam amino yang dapat mengurangi rasa cemas hingga membuatmu menjadi lebih rileks nona." jelasnya.
"Terima kasih banyak bi." Berlyn kemudian menghirup aroma teh tersebut sebelum meminumnya.
"Ada apa nona, kenapa kau sangat sedih?" tanya bi Ana.
"Dia telah bertunangan hari ini bi." jawab Berlyn sambil menatap luar jendela.
"Aku tahu perasaanmu nona. Tapi kau harus berusaha untuk melupakannya!" ucap bi Ana.
__ADS_1
"Iya bi, aku akan mencobanya." Berlyn mendongakkan kepalanya agar buliran air mata itu tak keluar kembali. Bibi Ana lalu meninggalkan nona muda sendiri. Menurutnya, Berlyn memang butuh waktu untuk merenung sendiri.