Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
Goes To London Part 2


__ADS_3

"Jaga diri baik-baik ya nak!" Marsha memeluk Berlyn dan mengelus rambutnya. Berlyn hanya memberikan senyuman paling manis miliknya sambil melepaskan pelukan mommynya.


"Jangan lupa untuk pulang saat liburan nanti!" Keyla langsung berhambur memeluk Berlyn. Dia seolah tak rela ditinggalkan oleh sahabat baiknya itu.


"Iya iya, dasar bawel." jawab Berlyn.


"Key, ingatlah selama aku di London jangan pernah berhenti untuk mengejar cinta kakakku!" kata Berlyn sambil melirik pada kakaknya.


Sedangkan Julian langsung mencebik sebal mendengar ucapan adiknya itu. Bisa-bisanya, Berlyn yang sudah bersiap pergi masih sempat mengoda kakaknya. Sementara Marsha dan Thomas hanya tersenyum melihat putrinya mengoda putra sulung mereka.


Sebenarnya dalam hati Thomas masih sedikit cemas. Dia takut akan terjadi apa-apa dengan putrinya itu. Tadinya Thomas ingin Berlyn pergi dengan menggunakan pesawat jet pribadi milik keluarga Jackson. Namum sayangnya wanita itu menolak dan lebih memilih memakai penerbangan komersial.


Beberapa saat kemudian, Berlyn pun melakukan check in untuk mendapatkan boarding passnya. Karena tiga puluh menit lagi dia akan terbang ke London. Dan tepat jam 10 pagi, pesawat yang dinaiki Berlyn sudah take off dari landasan.


Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan selama 16 jam lebih yang melelahkan, Berlyn telah sampai di London Heathrow. Itu merupakan bandara utama dan tersibuk di Kota London.


"Hello London, iam coming!" guman Berlyn.


"Berawal dari hari ini, aku akan memulai hal yang baru dan melupakan semua yang pantas dilupakan." belum juga Berlyn beranjak dari sana, ternyata beberapa bodyguard daddynya telah menjemputnya. Mereka telah lama menunggu kedatangan Berlyn.


"Mari nona, kita pulang ke mansion sekarang!" ajak salah satu orang kepercayaan daddynya.


Untuk sepekan ini, Berlyn akan tinggal di mansion keluarga Jackson. Namun selanjutnya, gadis cantik itu ingin tinggal di penthousesnya yang berada di daerah Bloomsbury. Seputar University College London atau yang lebih dikenal dengan kampus UCL, tempatnya melanjutkan kuliah nanti.


Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya dia dapat merebahkan tubuhnya yang terasa lelah itu diatas kasur yang empuk. Baru saja dia ingin memejamkan mata, dering telepon diatas nakas membuatnya harus beranjak sejenak untuk mengangkatnya. Rupanya panggilan itu berasal dari sang mommy.


"Nak apakah kamu sampai dengan selamat? Apakah kamu baik-baik saja? Ohhh... I miss you so much Bear." cerotos Marsha.


"I miss you too moms. But don't worry, i'm fine mom!" Berlyn sedikit geli dengan tingkat mommynya yang sudah meneleponnya hanya untuk mengatakan rindu. Padahal mereka baru terpisah selama 18 jam saja.

__ADS_1


"Oh nak, kenapa kamu terdengar sangat bahagia bisa tinggal jauh dari mommymu ini?" ucap Marsha yang terdengar sedikit kesal.


"Itu hanya perasaanmu saja moms. Jika aku bisa, aku akan memilih untuk tetap bersamamu selamanya. Namun aku juga ingin mengejar cita-citaku." jawab Berlyn yang tiba-tiba menitihkan air mata.


"Aku akan segera menyelesaikan kuliahku moms. Dann akan segera cepat kembali." janji Berlyn pada mommynya itu.


"Baiklah nak mommy pegang janjimu. Kalau begitu cepatlah beristirahat dan jaga diri baik-baik!" ucap Marsha dan setelah berbasa-basi akhirnya panggilan itupun diakhirinya.


*****


Sudah terhitung dua hari Berlyn tinggal di negara orang sejak keberangkatannya. Namun hari ini dia benar-benar merasa bosan karena seharian hanya rebahan di kamarnya saja. Lalu dia pun mempunyai ide untuk traveling di hari ini.


Wanita cantik itu pun kemudian mulai berkemas. Memiliki satu stel baju ternyamannya. Dan mempersiapkan beberapa barang yang akan dibawanya untuk berkeliling London hari ini.


"Tapi nona, anda tidak boleh pergi sendiri!" ucap seorang bodyguard pada Berlyn.


"Apa maksudmu? Aku hanya ingin keluar berkeliling dan tak membutuhkanmu mengawasiku! Aku bisa sendiri!" tolak tegas Berlyn.


Sementara di tanah air, Thomas Stevano Jackson nampak puas menerima laporan dari para bodyguard yang dia suruh untuk menjaga Berlyn. Lelaki setengah tua itu, juga terlihat girang mendengar bahwa anaknya amat sangat kesal dengan pengaturan yang telah dilakukannya.


"Bagus, lanjutkanlah!" perintah Thomas pada salah seorang anak buahnya.


"Siap tuan, kami akan menjalankan sesuai perintah anda!" jawab orang tersebut dari seberang sana.


"Kenapa daddy tersenyum sendiri?" tanya Julian saat memasuki ruang kerja daddynya.


"Coba lihatlah ini!" jawabnya sambil menunjukan video di laptopnya.


"Hahhaha.... coba lihatlah wajah adikku yang nampak kesal dad!" ucap Julian yang tertawa puas melihat video adiknya.

__ADS_1


"Kau memang terbaik dad, aku tak tahu kalau kau telah menyiapkan pengaturan seperti ini disana." ucapnya lagi. Jujur saja Julian juga sama sekali tak tahu tentang daddynya yang telah membuat pengaturan sedemikian rupa. Sehingga Berlyn tidak bisa menentangnya.


"Aku sangat tahu watak adikmu itu. Dia pasti akan dengan bebas pergi kesana-kemari tanpa pengawasan kita disini." ucap Thomas. "Maka dari itulah aku menyiapkan semua penjaga itu selama diam-diam."


"Pantas saja kau nampak tenang saat dia pergi kemarin dad?"


"Ya tentu saja, karena aku sudah menyiapkan banyak rencana untuk adik kesayanganmu itu." balas Thomas sambil tertawa lepas.


Hachim hachimm...


Berlyn yang sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa tiba-tiba saja bersin-bersin. Hidungnya pun mulai memerah namun bukan tanda dia ingin flu.


"Seperti ada yang sedang membicarakanku?" kata Berlyn bermonolog.


Berlyn yang merasa kesal karena harus pergi dengan di dampingi beberapa bodyguard pun segera ingin kembali pulang. Dia hanya berkeliling di seputar kota saja dan mengunjungi gedung galeri pameran lukisan.


"Sial sekali hidupku ini." ucapnya, "Kenapa sampai aku tak tahu, daddy memberikan pengawalan yang ketat kepadaku?"


Berlyn yang merasa kesal kemudian mencoba menghubungi daddynya. Dia ingin bernegosiasi agar bisa sedikit melonggarkan dan mengijinkannya berpergian sendiri. Namun beberapa kali panggilannya tak diangkat oleh daddynya itu.


"Oh shittt!" umpatnya kesal, "Aku rasa kali ini daddy memang sengaja melakukannya."


Sedangkan dari tempat berbeda, Thomas malah terlihat tambah bahagia dapat mengerjai putri bungsunya itu. Dia bahkan terus tertawa terbahak-bahak saat terdapat panggilan masuk beberapa kali dari Berlyn yang memang sengaja tak diangkatnya.


"Maafkan daddy nak, tapi ini demi kebaikanmu!" gumannya.


Setengah jam pun berlalu, Berlyn tampaknya sudah lelah mencoba menelepon daddynya yang tak kunjung diangkat. Bahkan sudah terdapat puluhan chat spam yang dikirimkannya. Dan puluhan panggilan yang ditinggalkannya di gawai sang daddy.


Berlyn yang kini merasa bosan kembali akhirnya mencoba membuka akun media sosialnya. Entah bagaimana, wanita itu masih saja kepo dengan akun media sosial milik Zyan. Di pandangi beberapa update status dan foto terbarunya. Ada juga foto mesranya bersama Yasmine.

__ADS_1


"Kenapa begitu sulit melupakanmu?" ucapnya sambil memandangi foto Zyan di sosial medianya.


"Setidaknya aku akan mencobanya dulu. Meskipun aku tidak yakin aku mampu dalam waktu dekat ini. Que sera, sera, whatever will be, will be,"


__ADS_2