Cinta Rasa Kare

Cinta Rasa Kare
5. Berlyn Ngambek


__ADS_3

Julian masih duduk termenung di ruang baca dengan ditemani secangkir kopi. Entah apa yang dipikirkannya. Lelaki tampan itu seperti sedang memiliki masalah besar. Dia sendiri adalah tipe orang yang introvert.


Bahkan selama ini Berlyn mengira, kakaknya bukanlah pria normal. Dimata adiknya, Julian itu seorang workaholic. Kesehariannya hanya memikirkan perusahaan. Berlyn tak tahu sama sekali tentang kisah asmara kakaknya. Itulah yang selama ini membuat sang adik berusaha menjodohkannya dengan Keyla.


"Dasar wanita gila, bisa-bisanya ingin mendekatiku lagi. Kali ini aku tak akan termakan dengan mulut manisnya yang berbisa itu." gerutu Julian saat mengingat kejadian tadi.


"Ah aku harus menjauhkan Berlyn dari tuan muda Delwynn. Jangan sampai bocah tengil itu makin membuat adikku tergila-gila!" gumannya kembali.


****


Pagi ini Berlin bangun lebih awal dari biasanya. Setelah mandi, dia pun turun ke bawah untuk sarapan. Namun ternyata sang kakak belum muncul dari kamarnya.


Tak seperti biasanya, wanita itu nampak acuh tak acuh. Dan seakan tak peduli dengan Julian yang belum bangun. Sepertinya dia masih marah karena tidak mendapat jawaban atau penjelasan yang logis dari Julian tentang kejadian kemarin malam.


"Bibi aku berangkat dulu ya!" pamitnya pada bibi Ana si pengasuh Berlyn dari bayi.


"Tapi nona, apa tidak sebaiknya menunggu tua muda dulu?" cegahnya.


"Katakan saja aku sedang buru-buru!" jawabnya lalu bergegas berangkat ke kampus.


Berlyn berangkat ke kampus dengan mengendarai mobil Rubiconnya sendiri. Pagi ini dia tidak ingin diantar sopir ataupun kakaknya. Masa bodoh dengan kakaknya yang akan marah besar bila dia tau Berlyn mengendarai mobil sendiri.


"Biarin ajalah kakak marah-marah, pokoknya aku masih kesel." ucapnya.


Dan benar saja, tak berapa lama setelahnya Julian turun ke bawah. Dia kemudian meminta bibi Ana untuk membangunkan adik kesayangannya itu. Tapi ternyata sang adik telah berangkat terlebih dahulu dengan mengendarai mobil sendiri.


"Kenapa kalian memperbolehkan dia mengendarai mobil sendiri?" ucapannya pada para penjaga rumah.


"Maafkan kami tua, tadi nona Berlyn memaksa untuk mengendarai mobil sendiri. Kalau tidak kami akan dihukum." jelas salah satu penjaga rumah.


"Ahh sial..." ucap Julian kesal sambil mengacak rambutnya.


"Pasti Berlyn itu marah padaku." ucapnya.


Berkali-kali gawai Berlyn berbunyi, tapi dibiarkannya begitu saja. Dia terlihat tak ingin mengangkat panggilan telpon dari Julian. Malah dengan sengaja mengubah pengaturan ke mode silent.


"Telpon aja terus... Sampai malam pun, nggak bakal aku angkat." katanya sambil berjalan menuju kelas.

__ADS_1


Hari ini seolah waktu berjalan begitu cepat. Pukul 4 sore Berlyn dan Keyla bersiap menuju ke butik untuk mengambil gaun yang akan mereka kenakan malam ini. Dan setelah tiga puluh menit, kedua gadis cantik itu sampai ditempat tujuan. Berlyn buru-buru memarkirkan mobilnya.


Sementara di dalam butik tengah terjadi keributan. Yasmine yang juga datang ke butik untuk mencari gaun, menginginkan gaun yang dirancang untuk Berlyn. Akhirnya terjadilah adu mulut dari salah seorang karyawan dengan model tersebut.


"Ada apa ini?" tanya Berlyn pada manager butik.


"Maaf kami nona! Nona ini bersikeras ingin membeli gaun yang telah dirancang untuk anda." terang manager itu.


"Aku tak peduli ini gaun dirancang untuk siapa. Aku mau gaun itu menjadi milikku." saut Yasmine.


"Maaf nona, anda tidak bisa membeli gaun ini! Silakan cari gaun yang lain!" kata sang manager.


"Tapi aku hanya ingin gaun itu. Berapapun harganya, akan aku bayar dua kali lipat!" jawab Yasmine dengan sombongnya.


Karena merasa risih dengan sikap Yasmine, akhirnya sang manager butik menyuruh kedua scurity untuk menyeret Yasmine keluar dari butik. Sedangkan Berlyn dan Keyla hanya menonton perdebatan tersebut.


"Awas ya kalian semua! Aku tidak terima diperlakukan seperti ini. Apakah kalian tidak tau siapa aku? Tunggu saja, pasti akan aku balas!" umpat Yasmine di luar pintu butik.


Sontak saja keributan itu membuat banyak orang berkerumun menontonnya. Bahkan ada yang merekam kejadian tersebut dan menguploadnya ke media sosial. Sehingga tak butuh waktu lama, berita itu menjadi viral. Apalagi keributan itu berkaitan dengan seorang model internasional.


"Mohon maafkan ketidak nyamanan yang terjadi barusan nona!" kata manager butik itu.


Yah, tentu saja mereka berdua tak akan merasa terganggu. Karena kejadian itu bisa menjadi tontonan gratis bagi kedua gadis itu. Bahkan bisa menjadi bahan ghibah mereka nanti.


"Kalau begitu akan kami siapkan dan bungkus terlebih dahulu gaun pesanan anda." kata orang itu.


"Silakan..!" jawab Berlyn.


Berlyn dan Keyla kini tengah menunggu baju pesanan mereka dibungkus dengan sabar. Mereka berdua pun tampak asyik dengan gawai masing-masing.


"Wah nggak nyangka baritanya cepat kesebar." ucap Keyla sambil menyodorkan gadgetnya pada Berlyn.


Terlihat sebuah akun gosip sedang ramai membicarakan tentang keributan di butik yang tengah dikunjungi Berlyn. Akun itu juga menampilkan informasi tentang Yasmine yang diusir oleh para scurity.


"Kayaknya bakal jadi trending topik lagi deh beritanya?" ucap Berlyn.


"Tambah seru dong berarti?" tanya Keyla.

__ADS_1


"Meybe...?" jawab Berlyn.


"Tapi aku nggak nyangka aja, seorang Yasmine Aurelia Eveline bisa bersikap seperti itu." kata Keyla.


"Don't judge a book by its cover!" jawab Berlyn.


Tak berapa lama akhirnya pesanan gaun mereka telah siap. Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka berdua kemudian beranjak pergi.


Didalam perjalanan pulang, ponsel Berlyn terus berbunyi. Sebenarnya dia tau siapa yang menghubunginya. Namun Berlyn masih enggan menjawab panggilan tersebut.


"Kenapa nggak kamu angkat Bear?" tanya Keyla.


"Nggak apa-apa, aku lagi kesel aja sama kak Julian." jawabnya.


Dalam hatinya, Berlyn masih sangat penasaran dengan kejadian kemarin malam. Dia masih ingin tau jawaban dari sang kakak. Namun sayangnya Julian enggan bercerita. Jadi mau tak mau Berlyn harus mencari taunya sendiri.


Berlyn sangatlah yakin, kalau Julian pasti mempunyai hubungan dengan Yasmine. Karena tidaklah mungkin, wanita yang belum mengenal Julian dapat memeluknya mesra.


Apalagi saat tadi di dalam butik, Yasmine menatapnya dengan penuh kebencian. Dia seperti menaruh dendam dengan Berlyn. Apalagi setau Yasmine, Berlyn adalah kekasih Julian.


"Sebenarnya apa hubungannya kakak dengan Yasmine?" tanya Berlyn dalam hati.


"Aku harus mencari tahu." ucapnya lagi.


Berlyn melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sebelum pulang, untuk persiapan pesta malam nanti. Mereka berencana untuk pergi ke salon guna melakukan serangkaian perawatan.


"Bear dari tadi handphone loe bunyi tuh. Berisik banget deh." umpat Keyla kesal.


"Ah biarin aja dulu!" jawab Berlyn.


"Bear kalau kamu ada masalah, sebaiknya diselesaikan dengan baik! Jangan menghindarinya!" kata Keyla.


"Baiklah Key, terima kasih banyak untuk nasehatnya." jawab Berlyn.


"Aku akan coba berbicara secara baik-baik nanti dengan kak Julian setelah pulang." imbuhnya.


"Nah gitu dong! Itu baru namanya Berlyn." saut Keyla.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian menikmati serangkaian perawatan seluruh tubuh, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kedua gadis itu kali ini benar-benar menikmati berbagai macam treatment di salon tersebut.


__ADS_2