
Indahnya suasana hari ini tak seindah hati Berlyn. Mengapa tidak?. Pagi ini sang mommy memberikannya mata kuliah pagi karena kebiasannya yang terlambat bangun pagi.
"Masih pagi kenapa ribut-ribut sih sayang?" tanya Thomas pada istrinya.
"Tuh anak gadismu jam segini masih belum bangun. Gimana nggak kesel coba, tiap pagi bikin darah tinggi naik?" jawab Marsha Kalana.
"Udahlah mom, kayak nggak tahu kebiasaan Berlyn aja? Biarin ajalah!" saut Julian yang baru saja tiba diruang makan.
"Biarin gundulmu itu, sana mending kamu aja yang bangunin!" perintahnya.
Dengan menggerutu Julian berjalan naik ke kamar Berlyn. Sesampainya di kamar Berlyn, ternyata gadis ayu itu masih setia mendekap guling kesayangannya. Terlintas ide jail Julian untuk membangunkan sang adik.
"Bear bangun....!! Ada Kim Soo-hyun disini." teriak Julian ditelinga adiknya.
Seketika Berlyn terlonjak kaget dan bangun menyandarkan dirinya disandaran tempat tidur. Gadis itu mulai mengucek matanya. Kemudian mengedarkan pandangan matanya ke setiap sudut kamarnya.
"Dimana Kim Soo Hyun kak?" tanya Berlyn.
"Ini disini!" kata Julian sambil menunjuk dirinya sendiri dan tertawa puas karena telah berhasil menjaili adiknya.
"Etdahhh.... Sialan kamu kak?" teriak Berlyn dengan melempar bantal ke muka Julian. Julian yang melihat adiknya tengah kesal karena keusilannya pun buru-buru lari keluar kamar.
Bukanlah menjadi hal yang tabu bagi semua penghuni rumah keluarga Jackson. Bahkan para bibi saja selalu dibuat geleng-geleng kepala oleh kelakuan usil Julian pada Berlyn. Mereka selalu bertingkah bagaikan anak kecil ketika bertengkar. Namun Julian akan menjadi sangat protektif bila ada laki-laki yang mencoba mendekati adik perempuannya itu.
"Kenapa perginya lama sekali sih mom?" rengek Berlyn pada Marsha sang mommy.
"Mau bagaimana lagi? Perusahaan daddy di Rusia sedang ada trouble, jadi mau tak mau mommy dan daddy harus stay disana sampai urusan disana selesai," kata Marsha.
"Lagian kamu juga sudah besar dan ada Julian yang akan menjagamu," saut Thomas.
Berlyn hanya diam dan cemberut karena kedua orang tuanya harus pergi ke Rusia. Dia memang sangat manja pada mommynya.
"Mom Dad, kalo gitu aku berangkat ke kampus dulu ya," katanya sambil beranjak setelah menyelesaikan sarapan.
"Hati-hati ya sayang!" kata kedua orangtuanya.
Hari ini Berlin berangkat tentunya diantar dengan supir pribadinya yang bernama pak Rudi. Lelaki paruh baya itu telah mengabdikan dirinya untuk bekerja di kediaman Jackson selama 25 tahun. Sementara Julian hari ini tidak andil untuk mengantarkan adik tercinta ke kampus karena telah kabur terlebih dahulu setelah menjahili adiknya. Dan pagi ini dia juga akan melakukan meeting penting dengan kliennya di luar kota.
"Tumben di antar pak Rudi, kak Julian kemana?" tanya Keyla ketika melihat Berlyn turun dari dalam mobilnya.
"Sibuk kerja," jawabnya singkat sambil bergegas pergi.
__ADS_1
"Dih ketus banget nih bocah? salah makan kali ya?" guman Keyla.
Hari ini mereka nampak sibuk dengan permata kuliahan mereka masing-masing. Kayla mengambil jurusan di fakultas bisnis dan manajemen, sedangkan Berlyn lebih memilih mengambil desain grafis.
****
Sore telah menjelang, kedua wanita cantik itu mulai berjalan menuju ke parkiran mobil. Hari ini mereka berniat untuk menonton film di bioskop setelah selesai kuliah. Dan tentu saja selain itu, mereka juga akan menghabiskan uang untuk shopping.
"Laper nih, cari makan dulu yuk!" ajak Berlyn.
"Boleh, kamu mau makan apa?" tanya Keyla.
"Gimana kalo kita ke cafe Asmara aja." kata Berlyn.
"Ide bagus tuh. Let's go!" kata Keyla.
Mereka berdua pun kemudian menuju ke cafe Asmara, dimana mereka sering nongkrong. Sesampainya di cafe, mereka kemudian menuju ke sudut ruangan cafe itu. Dimana itu adalah tempat favorit mereka berdua. Dan tanpa berlama-lama mereka berdua pun kemudian memesan menu favorit mereka masing-masing.
"Buset dah pesannya banyak amat, laper apa doyan?" ledek Keyla.
"Bodo amat, gue laper banget tau enggak sih," jawab Berlyn yang tanpa sok jaim langsung melahap semua makanan di depannya.
"Pelan dikit napa makannya? Cewek tuh makanya harus anggun!" kata Keyla.
15 menit kemudian mereka telah selesai menyantap semua hidangan yang ada di atas meja. Dan sudah bisa dipastikan Berlyn yang makan lebih banyak. Dia bahkan menghabiskan 2 gelas orange juice.
"Aduh kenyang banget deh sekarang," kata Berlyn
"Ya iyalah, gimana nggak kenyang coba makanya aja kayak Buto ijo gitu," saud Kayla. Berlyn hanya terkekeh mendengarnya.
Beberapa saat kemudian Berlyn mengedarkan pandangannya kearah suasana ramai yang terpusat di luar cafe. Dia nampak penasaran karena banyaknya para pengunjung yang seperti berkerumun di sana. Dan dengar-dengar ada seseorang yang sedang menyatakan cinta kepada pujaan hatinya.
"Eh ke sana yuk! kepo nih, ada apaan sih?" kata Keyla yang sudah berdiri lalu menyeret Berlyn menuju ke kerumunan .
Setelah sampai di kerumunan, mereka sangat terpesona dengan hujan kelopak bunga mawar yang bertebaran dan dijatuhkan dari atas helikopter. Tak lama kemudian muncullah laki-laki tampan membawa buket bunga mawar merah dan menuju ke seorang wanita yang mengenakan dress floral selutut.
"Eh diakan kak Zyan," guman Berlyn.
Namun sayangnya, gumanan Berlyn masih terdengar oleh orang di sebelahnya yang juga sama-sama menyaksikan pernyataan cinta Zyan kepada kekasihnya.
"Kamu nggak tau ya, hari ini itu adalah hari patah hati berjamaah?" kata wanita disebelah Berlyn.
__ADS_1
"Hari patah hati berjamaah?" tanya Berlyn.
"Iya patah hati karena Zyan akan menyatakan cinta pada Yasmin Aurelia Eveline," lanjutnya.
"Oh ya, siapa wanita itu?" tanya Berlyn.
"Dia adalah model internasional yang lagi naik daun," jelasnya.
Setelah melihat pernyataan cinta Zyan pada Yasmin, Berlyn kemudian menarik Keyla berjalan mundur dari kerumunan. Wajah cerianya terlihat sedikit murung. Ada rasa sedikit kecewa dihatinya. Ternyata pria yang pernah menolongnya dan sempat membuatnya terpesona kini telah memiliki tambatan hati.
"Kamu kenapa?" tanya Keyla.
"Nggak apa-apa Key," jawab Berlyn.
Mereka kemudian masuk ke mobil dan menuju ke mall. Didalam mobil Berlyn hanya diam dan melamun. Tiap kali Keyla mengajaknya berbicara, Berlyn tak pernah nyambung.
"Bear, are you okey?" tanya Keyla.
"I'm okey! Hanya sedikit mengantuk saja," jawabnya.
"Kalo gitu kita pulang aja yuk!" ajak Keyla.
"Nggak usah Key, yuk kita masuk dan pesen tiket film!" jawab Berlyn.
"Tunggu deh, aku ngerasa kamu lagi ada masalah. Kamu kenapa Bear?" tanya Keyla.
"Aku nggak apa-apa hanya agak nyesek aja," jelasnya.
"Kenapa, kamu sakit?" tanya Keyla yang terlihat panik dan buru-buru memegang jidat Berlyn.
"Iih bukan kepalanya yang sakit," kata Berlyn.
"Terus?" tanya Keyla.
"Nih hati aku yang sakit Key, ngeliat kak Zyan nyatain cinta ke cewek lain," terang Berlyn.
"Astaga jadi kamu lagi patah hati ini ceritanya," kata Keyla sambil tertawa lepas.
"Dih ada temen susah malah diketawain coba," ketus Berlyn.
"Tenanglah honey, selama janur kuning belum melengkung kejarlah cintamu!" kata Keyla.
__ADS_1
"Iya kaya kamu yang terus ngejar-ngejar abang gua meski terus ditolak," jawab Berlyn.