
"Kenapa sih bisa ada gembel kaya kamu disini? Mau numpang pansos ya, biar dibilang orang kaya? Atau jangan-jangan kamu menyelinap masuk kesini?" ujar Yasmine yang datang menghampiri Berlyn di mejanya.
"Situ bisu ya, nggak bisa ngomong? Nggak sopan banget ada orang bicara nggak dijawab." lanjutnya.
"Maaf nona, sepertinya anda harus berlatih tata krama terlebih dahulu sebelum berbicara!" jawab Berlyn.
"Dasar cewek ******, kurang ajar banget!" Yasmine yang marah langsung menyiramkan minuman yang dipegangnya sedari tadi.
Seketika keributan itu pun pecah dan membuat semua orang memperhatikan mereka. Ada beberapa wanita yang nampak ingin melerai kedua perempuan muda itu.
"Ada apa ini? Kenapa ribut-ribut?" tanya Amanda yang berlari mendekati Yasmine dan Berlyn.
"Wanita ini mencari masalah denganku tante!" adu Yasmine pada Amanda.
"Bohong, dialah yang menghinaku!" tunjuk Berlyn pada Yasmine.
"Apa buktinya?" tanya Berlyn yang mulai tersulut emosi. Dia sangat kesal, kenapa ada wanita licik dan rubah berbulu domba seperti Yasmine.
"Kenapa, kamu tak mempunyai bukti bukan? Bahkan disini akulah korbannya, karena kamu telah menyiramkan minuman ke wajahku." jelas Berlyn.
Sementara Marsha yang tidak menemukan putrinya di toilet pun kembali ke ruang perjamuan tersebut. Namun sayangnya dia malah melihat keributan disana.
Karena penasaran wanita cantik itu mendekat ke tengah kerumunan itu. Dan betapa kagetnya dia melihat putrinya tengaj beradu mulut dengan wanita yang tadi baru saja menyapanya. Dia juga agak khawatir dengan penampilan Berlyn yang telah acak-acakan dan riasan yang berantakan.
"Tante percayalah padaku! Dia yang terlebih dahulu memulainya." tunjuk Yasmine pada Berlyn.
"Mohon maaf tante, tetapi wanita inilah yang lebih dulu menghina saya." ucap Berlyn sopan.
Yasmine yang merasa geram mulai mengangkat dan melayangkan tangannya ke arah Berlyn. Namun sebelum tangan itu menyentuh pipi Berlyn, Marsha telah terlebih dahulu menghadangnya.
"Jaga sikap anda nona! Jangan lupa, anda bukanlah tamu undangan disini!" ucap Marsha yang sudah mulai geram melihat anaknya di permainankan.
"Aku memang tak tahu apa yang terjadi, tapi aku akan menyelidiki kebenaran disini nanti." acam Marsha.
"Maaf tante, tetapi kenapa anda membelinya?" ucap Yasmine kesal.
__ADS_1
"Aku rasa dia tak bersalah, aku bisa membuktikannya melalui rekaman cctv ruangan ini." Marsha mengandeng Berly dan hendak membawanya pergi dari tempat itu.
"Seharusnya sebagai seorang model, anda juga harus mencerminkan wanita yang baik dan menjaga image anda bukan?" ejeknya.
"Manda, aku harap kamu bisa mempertimbangkan untuk memilih calon menantu!" ucap Marsha sambil menatap sinis kearah Yasmine. Berlyn dan Marsha pun benar-benar berjalan meninggalkannya ruangan itu.
Sementara Yasmine masih mematung menatap kepergian Berlyn dan Marsha. Dia masih berfikir, apa maksud kata-kata Marsha sebelum dia pergi. Sedangkan semua orang yang tadi berkerumun telah membubarkan diri.
"Seharusnya kamu bisa menjaga sikap Yasmine dan tidak membuatku malu disini!" ucap Amanda dengan nada kesal. "Kalau bukan karena Zyan yang memaksa, aku juga tidak akan mengajakmu kemari."
"Tapi aku tidak...." Yasmine berusaha mengelak namun sebelum ucapannya selesai, Amanda terlebih dahulu memotong kata-katanya.
"Lebih baik kamu introspeksi diri! Mungkin benar kata Marsha, aku harus mempertimbangkan lagi memiliki calon menantu sepertimu." Amanda yang sudah merasa sangat malu lalu meninggalkan acara arisan itu.
"Tante, tunggu aku...!" Yasmine pun kemudian berlari mengejar Amanda dengan penuh rasa kesal di hatinya.
*****
Didalam mobil, Marsha tak henti-hentinya menceramahi Berlyn yang hanya diam saja saat di tindas oleh Yasmine. Berlyn juga malah terlihat sangat santai.
"Harusnya tadi di cakar aja muka model abal-abal itu!" ucap Marsha dengan amarah yang masih menggebu-gebu.
"Tapi nak, aku tetap akan menuntut orang yang telah berani menindas putriku ini." ujar Marsha sambil memeluk Berlyn erat.
"Terserah apa kata mommy saja." balas Berlyn.
Mereka berdua pun kemudian kembali ke kediaman Jackson. Dan setelah menempuh waktu setengah jam mereka berdua sampai di kediaman Jackson.
Terlihat Thomas dan juga Julian tengah sibuk membahas tentang proyek baru mereka. Dan ketika Berlyn masuk ke dalam, Julian pun langsung menghampiri adiknya itu. Dia sangat khawatir melihat penampilan adiknya yang acak-acakan.
"Bear, ada apa dengan penampilanmu? Kenapa acak-acakan?" tanya Julian mulai panik. Dia takut adiknya baru saja menjadi korban kekerasan.
"Iya nak, ada apa ini?" tanya Thomas yang juga penasaran.
"Tadi di restoran terjadi sedikit keributan kecil." jelas Berlyn.
__ADS_1
"Keributan...? Maksudnya...?" Julian tak mengerti dengan maksud Berlyn tersebut. Akhirnya mau tak mau Berlyn menjelaskan dan menceritakan awlsal muasal kenapa dia bisa berpenampilan acak-acakan.
"Kurang ajar, aku akan memberikannya perhitungan sekarang juga!" Julian yang mendengar cerita dari Berlyn sangat geram.
"Tenanglah kak, mommy sudah mengurusnya!" terang Berlyn.
"Kalau begitu aku masuk kamar dulu ya untuk bersih-bersih!" ucap Berlyn.
"Baiklah, cepat bersihkan tubuhmu!" jawab Thomas.
Berlyn pun kemudian masuk kedalam kamarnya. Begitu juga dengan Marsha yang juga bergegas masuk ke kamarnya. Julian yang kesal pun masih mengumpati sikap Yasmine kepadaku. Thomas yang paham dengan sikap anak sulung itu pun juga memilih pergi dari ruangan itu.
"Wanita sialan, kamu sudah benar-benar membuat kesabaranku habis. Lihat saja pembalasanku!" guman Julian.
Sementara di kamar atas, tempat singgasana Berlyn . Wanita cantik itu baru saja selesai mandi. Dan kini dia tengah berganti pakaian.
Bila mengingat kejadian sore ini, dia teramat sangat kesal. Benar apa yang diucapkan Julian. Kalau ternyata Yasmine adalah rubah yang licik.
"Sepertinya aku harus mencari cara, untuk membuat Yasmine jera?" guman Berlyn.
Sesaat Berlyn terjaga dalam lamunannya. Dia berfikir bagaimana perasaan Zyan bila mengetahui wanita yang dicintainya sungguh pandai berakting dan mempunyai banyak tipu muslihat.
Berlyn memang sangat mencintai Zyan. Namun dia ingin Zyan tau sendiri kebenaran tentang Yasmine. Berlyn tak ingin, Zyan makin membencinya. Dan berfikir Berlynlah yang memfitnah Yasmine.
Berlyn masih terjaga dalam lamunannya. Dan tiba-tiba terdengar suara bunyi pintu diketuk dari luar kamar.
"Bear ini aku Julian, apakah aku boleh masuk?" tanya Julian dari balik pintu.
"Masuk aja kak, nggak aku kunci!" teriak Berlyn dar dalam kamar.
Julian melangkah masuk menuju ke kamar adik kesayangannya itu. Dia kemudian menyodorkan secangkir coklat hangat kesukaan Berlyn kepada adiknya itu. Yang langsung disambut dengan penuh rasa bahagia oleh Berlyn.
"Apakah kamu mau membalas dendam pada Yasmine? Aku siap membantumu." ucap Julian tegas.
"Sudahlah kak, tak perlu di perpanjangan lagi. Biarkan sajalah!"
__ADS_1
"Tapi dia sudah sungguh keterlaluan. Aku akan memberikannya peringatan agar tidak menggangumu lagi."
"Terserah apa katamu saja kak! Tapi aku sudah mempunyai rencana sendiri untuk membuat wanita gila itu jera." ujar Berlyn yang kini tengah menikmati coklat hangat ditangannya.