
Seminggu telah berlalu semenjak kejadian dimalam itu. Namun Berlyn masih sering merenung dan menyendiri. Wajahnya kusut, murung dan tak seriang dulu.
Bagaimana tidak sedih? Orang yang dicintainya kini telah membencinya. Bahkan para fans fanatik Yasmine di kampus, mati-matian mencemoohnya. Bahkan ada yang menjulukinya sang pelakor.
Sebenarnya Julian tak tutup mata denga semua ini. Namun Berlyn selalu melarangnya untuk turun tangan. Dia tidak mau, identitasnya sebagai nona muda keluarga Jackson terbongkar.
"Bear kita jalan-jalan yuk!" ajak Keyla yang kini tengah datang ke rumah Berlyn.
"Hari ini ada launching tas branded kesukaan kamu lho." ucapnya lagi.
"Pergilah! Aku ingin dirumah saja." jawabnya.
"Ah kamu nggak asyik deh. Seminggu ini jadi ngebosenin." kata Keyla.
"Maafkan aku Key!" kata Berlyn.
Keyla pun kemudian memeluk erat temannya itu. Dia tahu bagaimana perasaan Berlyn saat ini. Pasti rasanya sangat sakit sekali. Bagaimana tidak, cinta pertamanya bertepuk sebelah tangan. Dan parahnya lagi orang yang dicintainya itu kini sangat membencinya.
Seminggu ini pun Keyla rutin menyambangi kediaman Berlyn. Meski hanya sekedar menemani Berlyn duduk di atas balkon kamarnya. Dia tidak ingin sahabatnya itu terlalu larut dalam kesedihan. Sudah berbagai cara dilakukan untuk mengajak sahabatnya itu untuk mau keluar rumah. Supaya bisa sekedar melupakan kesedihannya. Namun ternyata sangatlah sulit membujuk Berlyn.
"Terima kasih banyak Key, sudah selalu menemaniku!" ucap Berlyn.
"Ternyata seperti ini ya rasanya patah hati." imbuhnya sambil tersenyum masam.
****
Sebulan berlalu, hari ini Berlyn berniat untuk menuju ke perpustakaan meminjam beberapa buku yang digunakannya untuk membuat makalah. Dan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Zyan. Mereka sama-sama diam. Sementara Zyan pun seperti acuh tak acuh pada Berlyn.
"Ya, mungkin seperti ini lebih baik. Dengan pura-pura nggak kenal." guman Berlyn.
Nona muda keluarga Jackson itu kini tengah serius mencari beberapa buku yang akan digunakannya. Dan kini dia nampak asyik membaca buku-buku itu. Hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan jam 4 sore.
Beberapa pesan terlihat masuk di whatsappnya. Rupanya sore ini dia sudah aja janji untuk pergi bersama Keyla menonton konser.
"Astaga hampir aja lupa.." ucapnya.
Berlyn lalu membereskan buku-bukunya dan buru-buru keluar dari perpustakaan. Dan benar saja, Keyla telah menunggunya di parkiran dengan bibir yang dimanyunkan. Tetapi Berlyn malah dengan sengaja mengganggunya.
__ADS_1
"Ayo buruan!" ajak Berlyn masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.
"Huh nyebelin banget." gerutu Keyla.
Mereka berdua kemudian pergi ke tempat yang telah ditentukan. Berlyn dan Keyla nampak menikmati alunan musik dari band kenamaan yang mereka idolakan. Hingga pukul 11 malam, kedua gadis cantik itu bergegas pulang.
"Kenapa sih harus pulang jam segini?" protes Keyla.
"Aduh bawel deh, tugas aku belum kelar." jawab Berlyn.
"Ya elah oneng, nggak asyik banget! Buru-buru kabur lihat konser gara-gara tugas doang" ucap Keyla.
"Biarin aja!" balas Berlyn.
Berlyn nampak tergesa-gesa menuju ke basemen parkiran mobil. Dan tapa disadarinya, ada sebuah mobil yang melaju hendak keluar dari basemen. Keyla yang melihat dari arah belakang, seketika terkejut dan beriak histeris.
"Berlyn awas!!!" teriak Keyla panik.
Cittt...
Sang pengendara mobil itu kemudian menghentikan mobilnya. Hampir saja tubuh Berlyn terhantam si gerobak baja itu, bila sopir tak menghentikan laju mobilnya dengan tiba-tiba. Berlyn pun seketika berjongkok ketakutan.
"Aku tidak apa-apa." jawab Berlyn.
"Kak Zyan!" ucap Berlyn saat menatap sang pemilik mobil yang tengah keluarga menghampirinya.
"Kamu...." raut wajah Zyan seketika berubah masam. Ada gurat kebencian dari tatapan matanya.
"Aku tak tau ini memang hanya kebetulan atau bukan, tapi aku harap kita tidak akan bertemu lagi. Karena aku sangat muak melihatmu" ucap Zyan.
"Menyingkirlah dari hadapanku! Jangan menghalangi jalanku! Aku sudah sangat terlambat ingin menjemput wanita pujaanku." imbuhnya.
Berlyn pun kemudian berdiri dan menepi. Ada getaran rasa ngilu di dadanya. Sebegitu bencinyakah kini orang yang paling didambakannya?.
"Maafkan aku kak...!" ucap Berlyn.
Sejenak Zyan berhenti di depan mobilnya dan mendengarkan ucapan Berlyn. Kemudian dengan sangat kencang dibantingnya pintu mobil itu dan buru-buru melajukannya meninggalkan Berlyn yang masih terdiam terpaku disana.
__ADS_1
"Berlyn, kamu baik-baik sajakan?" tanya Keyla panik. Sementara Berlyn hanya tersenyum dan kemudian memeluk Keyla sangat erat.
"Sudahlah Bear, jangan terlalu dipikirkan! Semua pasti akan baik-baik." lanjutnya, "Ayo kita pulang! Aku akan mengantarmu."
Disepanjang perjalanan, Berlyn masih memikirkan perkataan Zyan. Dalam benaknya wanita itu bertanya-tanya. Apakah memang seburuk itu dirinya?.
Namun ataukah mungkin karena kebucinan Zyan pada Yasmine saja, yang membuat laki-laki itu buta hatinya dan mampu terprovokasi.
"Kenapa ada cinta bila patah hati itu menyakitkan?" ucapnya sendu.
"Karena dengan patah hati kita dapat belajar agar lebih bijak lagi dalam memberikan hati kita untuk berlabuh." jawab Keyla.
"Dih sok bijak banget ya anda, perasaan predikat juga masih nyandang jomblo abadi." ledek Berlyn.
"Sebarang kalo ngomong. Aku bukan jomblo tau." jawab Keyla.
"Terus apaan dong kalo bukan jomblo?" tanya Berlyn.
"Aku tuh masih dalam proses tahap mencari calon imam masa depan." jawab Keyla lagi.
"Ya elah, itu mah samaan." balas Berlyn.
Mereka berdua lalu tertawa terbahak-bahak. Dan dihati Keyla ada sedikit rasa lega. Karena temannya itu tidak larut dalam kesedihan. Justru sebaliknya, dia mampu tertawa dan bercanda dengannya.
"Aku janji Bear, akan selalu ada saat kamu butuh. Kamu adalah sahabat terbaikku, saudaraku." ucap Keyla dalam hati.
Setelah tiga puluh menit, Berlyn telah sampai dikediamannya. Wanita cantik itu buru-buru menuju ke kamarnya. Dirasakan gerah, ia lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dan kemudian berendam di dalam bathtub. Nampaknya kali ini Berlyn juga ingin menjernihkan pikirannya.
"Kenapa sangat sulit ya melupakan cinta pertama? Rasanya juga sangat sakit bertepuk sebelah tangan itu." ucapnya.
Berlyn kemudian teringat kembali akan kejadian di basemen parkiran tadi. Huh sungguh dia ingin menangis saja sewaktu Zyan berkata sepeti itu. Sungguh hatinya terasa perih sekali. Seperti tertusuk ribuan belati.
"Bila disini aku tidak bisa melupakanmu, maka aku akan pergi menjauhimu seperti permintaanmu itu." kata Berlyn bermonolog.
Tampaknya akan ada sedikit pengorbanan yang ditempuh gadis ayu itu untuk bisa melupakan lelaki yang telah sukses mencuri cintanya pada pandangan pertama. Entah apa yang akan dilakukan Berlyn selanjutnya.
"Aku harap dikehidupan selanjutnya, aku tidak mencintaimu." harapannya.
__ADS_1
Berlyn yang telah puas berendam, beranjak bangun dan pergi keruang ganti. Dipakainya piyama tidur selutut berwarna hitam itu. Setelah menyisir rambut cokelat panjangnya, direbahkan tubuhnya diatas kasur. Niat untuk menyelesaikan tugasnya pun hanya tinggal angan-angan. Karena wanita ayu itu kini telah terlelap kealam mimpinya.