
Keesokan harinya....
Nata mulai menggerakkan tubuhnya, dia pun perlahan mengerjapkan matanya dan memperhatikan ruangan itu.
"Astaga, aku tidur di kantor," gumamnya.
Tiba-tiba pintu ruangan Bobby terbuka, memperlihatkan wajah Bobby dengan membawa nampan berisi kopi dan juga roti selai kesukaannya.
"Pagi Bos, ini aku bawakan kopi dan roti selai kesukaanmu."
"Bob, aku kan sudah bilang bangunkan aku pas Maghrib, kenapa kamu gak bangunin aku?"
"Aku gak tega bangunin kamu Nat, soalnya kamu terlihat sangat kelelahan jadi aku biarkan saja kamu tidur."
"Bawa kopi sama rotinya ke ruangan ku, aku mau mandi dulu."
Nata pun keluar dari ruangan Bobby dan masuk ke dalam ruangannya untuk membersihkan diri. Nata memang menyimpan baju ganti di dalam kantornya jadi tidak perlu khawatir akan kehabisan baju.
Setelah selesai mandi dan berganti baju, Nata pun duduk dengan Bobby ngopi bersama.
"Oh iya, wanita yang bernama Violet itu siapa? kok kamu nyuruh aku buat ACC dia?" tanya Bobby.
"Dia wanita yang tinggal di samping kontrakan ku, dia wanita yang paling menyusahkan karena selalu ngutang dan pengennya gratisan Mulu jadi dari pada aku stres terus menghadapi dia, jadi lebih baik dia kasih kerjaan di sini. Terserah kamu mau mempekerjakan dia di bagian apa, yang penting dia bisa kerja."
"Siap."
Nata melihat jam tangannya, kalau dia sekarang pulang, dia takut Violet sudah sampai di kantor dan melihatnya. Jadi, Nata memutuskan untuk diam sebentar sampai semua pelamar pekerjaan masuk ke ruangan HRD.
Sementara itu, Violet tampak kocar-kacir karena hari ini dia naik angkot soalnya Nata tidak ada. Tadinya dia mau minta tolong antarkan ke perusahaan itu tapi Violet bingung Nata tidak ada di kontrakannya.
"Mas Nata ke mana sih? kok gak ada di kontrakannya? jadi hari ini aku harus naik angkot deh. Kan, sayang 10 ribu melayang," batin Violet dengan kesalnya.
Selama dalam perjalanan, Vio tampak tidak tenang duduk karena angkotnya banyak berhenti menunggu penumpang membuat Violet kesal dan yang utama takut terlambat.
"Bang, bisa lebih cepat lagi gak? soalnya aku takut terlambat," seru Violet.
"Neng, kalau Neng mau cepat, Neng naik ojeg saja jangan naik angkot," ketus si sopir.
Violet memanyunkan bibirnya, dia terus saja melihat jam tangannya dan waktu interview tinggal 10 menit lagi.
Tidak lama kemudian, angkot pun berhenti dan Violet langsung turun setelah memberikan ongkos ke si sopirnya, Violet berlari sekuat tenaga untuk masuk ke perusahaan itu.
Violet berhasil masuk dan Violet harus mengatur dulu napasnya yang ngos-ngosan akibat berlarian.
"Maaf Mba, ruangan HRD di sebelah mana ya?" tanya Violet.
"Mba naik saja ke lantai 3, di sana Mba tinggal tanya saja."
"Oke, terima kasih Mba."
__ADS_1
Violet pun langsung masuk ke dalam lift menuju lantai 3, sesampainya di lantai 3 ternyata para pelamar sudah mengantri dan Violet pun berbaur dengan mereka.
"Nat, aku ke HRD dulu soalnya dari HRD sudah mengirim pesan, katanya pelamar sudah pada datang," seru Bobby.
"Oke, aku mau memeriksa berkas untuk ke China dulu."
Bobby pun keluar dari ruangan Nata menuju HRD untuk menginterview para pelamar. Para pelamar wanita melongo bahkan Violet sampai menganga.
"Buset, apa itu Bosnya? ganteng banget," batin Violet.
Bobby terlihat membisikan sesuatu kepada ketua HRD.
"Tolong jangan menyebut nama Bos kita, soalnya saat ini Bos kita sedang melakukan penyamaran," bisik Bobby.
"Siap Pak Bobby."
Satu persatu para pelamar dipanggil ke depan untuk melakukan interview. Hingga akhirnya setengah jam kemudian, giliran Violet dipanggil.
Bobby melihat CV milik Violet. "Inikah yang namanya Violet itu? yang dikatakan oleh Nata," batin Bobby.
Violet dengan wajah sumringahnya duduk di hadapan Bobby.
"Violet Alsava, apa sebelumnya anda sudah mempunyai pengalaman bekerja?" tanya Bobby.
"Belum Pak, saya sama sekali belum pernah punya pengalaman kerja karena selama ini saya selalu ditolak," sahut Violet.
"Apa anda siap ditempatkan di bagian mana saja?"
Bobby mengangguk-nganggukan kepalanya tanda mengerti akan jawaban Violet.
"Baiklah, kamu saya terima bekerja di sini di bagian marketing dan mulai besok kamu sudah bekerja di sini jangan lupa, jam masuk kerja yaitu pukul 08.00 pagi jangan sampai terlambat."
"Alhamdulillah ya Allah."
Violet langsung sujud syukur di sana membuat semua orang menahan tawanya akan tingkah Violet. Violet menjabat tangan Bobby dan ketua HRD dengan riang gembira, sungguh Violet pagi ini sangat bahagia.
Sementara itu di ruangan Nata, Nata tampak menyunggingkan senyumannya kala lihat kelakuan Violet dari cctv yang disambungkan ke laptopnya.
"Dasar keong racun, ada-ada aja kelakuannya," gumam Nata.
Vio keluar dari ruangan HRD dengan hati yang berbunga-bunga. Nata sudah selesai dengan pekerjaannya, dia pun segera memakai jaket Ojeg onlinenya untuk kembali ke kontrakan karena hari ini dia tidak narik dulu.
"Nat, aku sudah pekerjakan wanita bernama Violet itu ternyata wanita itu cantik juga."
"Oke, terima kasih. Aku kembali ke kontrakan dulu."
"Hati-hati."
Nata pun keluar dari ruangannya dan melangkahkan kakinya dengan santai sembari mengotak-ngatik ponselnya, Nata terkejut saat Violet tiba-tiba memeluknya.
__ADS_1
"Mas Nata, aku diterima bekerja di sini!" teriak Violet sembari memeluk Nata.
Semua orang tampak membelalakkan matanya, Nata menyimpan jari telunjuknya supaya mereka diam bahkan Nata pun mengangkat tangannya saat sekuriti datang hendak menarik Violet karena sudah memeluk Bosnya.
"Mas Nata, wajah kamu terlihat tegang, pasti kamu tidak diterima kan, kerja di sini?" seru Violet.
"I-iya."
"Kasihan sekali, ayo hari ini aku akan teraktir Mas Nata sebagai merayakan karena aku sudah diterima bekerja di sini."
"Aku gak yakin, kamu bakalan neraktir aku."
"Ishh..ishh..ishh..serius, aku bakalan neraktir Mas Nata tapi neraktir mie ayam saja soalnya uangku cuma cukup buat beli mie ayam doang," sahut Violet dengan cengirannya.
Violet langsung menarik tangan Nata untuk ikut bersamanya, Nata hanya bisa melongo entah kenapa jantungnya berdebar saat Vio memeluknya barusan.
Violet segera memakai helm yang ada di motor Nata. "Buruan Mas, kok malah bengong."
"Ah iya."
Nata pun segera memakai helmnya dan naik ke atas motornya, begitu pun dengan Violet yang langsung duduk cantik di jok belakang dengan satu tangannya memeluk perut Nata karena takut jatuh.
Deg..deg..deg...
Jantung Nata kembali berdetak tak karuan melihat tangan Vio memeluk perutnya.
"Astaga, kenapa aku jadi seperti ini?" batin Nata.
Sementara itu Violet terlihat terus saja menyunggingkan senyumannya, sungguh Violet sangat bahagia. Nata melihat Violet dari kaca spionnya dan ikut menyunggingkan senyumannya juga.
"Cantik," batin Nata.
*
*
*
Hallo guys, seperti janjiku hari ini adalah pengumuman pemenang yang dapat kenang-kenangan give away dari Author. Terima kasih karena selama ini sudah menjadi reader setiaku dan selalu mengikuti karyaku sampai saat ini🙏🙏🥰🥰
__ADS_1
silahkan follow Author dan kirim alamat kalian lewat PC, ditunggu ya🥰🥰