
Nata dan Vio memutuskan untuk tidak pergi bulan madu dulu karena Nata tahu kalau Vio sedang datang bulan, jadi Nata memutuskan untuk melakukan bulan madu kalau Vio sudah selesai datang bulan.
Nata dan Vio saat ini masih tinggal di rumah kedua orangtua Nata. Vio masih bekerja di kantor Nata, cuma bedanya sekarang pekerjaan Vio sebagai pengawas Nata dan menjadi benalu yang selalu menempel ke mana pun Nata pergi.
"Mas, apa Mas melupakan sesuatu?" tanya Vio.
"Apa? memangnya aku melupakan apa?"
Vio tampak menyunggingkan senyumannya, saking sibuknya bekerja Nata sampai lupa kalau saat ini Vio sudah selesai menstruasi bahkan sudah dari kemarin.
"Ya sudahlah, kalau Mas lupa aku tidak akan memaksa."
Nata mengerutkan keningnya, sungguh Nata tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu.
Tiba-tiba, ponsel Nata berbunyi dan tertera nama Bobby di sana.
๐"Halo!"
๐"........."
Nata membelalakkan matanya, dia menoleh ke arah Vio yang saat ini sedang sibuk mengotak-ngatik ponselnya.
Nata pun langsung menutup sambungan teleponnya, dan dengan cepat melajukan mobilnya dengan kencang.
"Astagfirullah Mas, pelan-pelan memangnya ada apa?" teriak Vio.
"Kamu ya, benar-benar."
Nata terus melajukan mobilnya, dia baru saja mendapatkan info dari Bobby kalau seharusnya sekarang dia berangkat bulan madu ke Dubai dan itu artinya, Vio sudah selesai menstruasi.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Nata pun sampai di depan rumah kedua orangtuanya. Nata dengan cepat keluar dari dalam mobil dan segera menarik tangan Vio membuat Vio bingung.
"Mas, kamu kenapa sih?" tanya Vio bingung.
Nata terus menarik tangan Vio, sampai-sampai melewati kedua orangtuanya yang sedang duduk di depan tv.
"Ya ampun Nat, kamu ngapain tarik-tarik tangan Vio? kalian bertengkar?" teriak Mommy Anita.
Nata tidak mendengarkan teriakan Mommynya, dia terus saja menaiki tangga dengan masih menarik tangan Vio.
Sesampainya di dalam kamar, Nata langsung mengunci pintu kamar dan dengan cepat melepaskan semua pakaiannya membuat Vio hampir berteriak tapi dia dengan cepat menutup mulutnya dengan tangannya.
"Mas Nata apa-apaan sih?" seru Vio dengan membalikan tubuhnya.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah selesai menstruasi?"
__ADS_1
"A-aku pikir, Mas akan ingat."
Nata tidak mau menunggu lama lagi, dia pun langsung melepaskan semua pakaian Vio dan lagi-lagi Vio terkejut.
"Astaga Mas, bisa nyantai gak?"
"Malam ini kita harus segera berangkat ke Dubai, kita hanya punya waktu satu jam jadi kita harus gerak cepat."
"Tapi Mas-----"
Nata sudah tidak punya banyak waktu lagi, dia mulai melancarkan aksinya.
"Pelan-pelan Mas."
"Iya, sudah diam jangan banyak bicara."
"Kita kaya pasangan mesum yang takut ketahuan orang."
"Diamlah."
Selanjutnya entah apa yang terjadi, yang jelas Nata begitu sangat bersemangat dan akhirnya bisa merasakan malam pertama yang tertunda.
Malam itu, Nata terpaksa menyudahinya dengan sangat cepat karena mereka harus berangkat ke Dubai.
"Tidak bisa Vio, cepat siap-siap."
Sungguh Nata sangat menyebalkan bagi Vio, sudah main kasar, cepat-cepat pula.
"Kamu memang keterlaluan Mas, tidak merasakan jadi aku," gerutu Vio.
Nata dan Vio pun segera menggeret kopernya, diluar Bobby sudah menunggu karena ingin mengantarkan mereka ke Bandara.
"Bob, selama aku pergi kamu jaga kantor."
"Siap Nat, semoga pulang dari Dubai aku dapat keponakan."
"Pastilah, kamu mau dapat keponakan berapa?" tanya Nata.
"Berapa pun, 10 juga gak apa-apa."
Vio sudah tidak bisa berkata-kata, sungguh dia merasa sangat kelelahan. Walau pun cuma sebentar, tapi itu adalah pengalaman pertamanya.
Sesampainya di Bandara, Vio dan Nata segera masuk ke dalam jet pribadi milik Nata.
"Aku mau tidur, jadi kamu jangan ganggu aku," ketus Vio.
__ADS_1
Nata tersenyum dan mencium bibir Vio sekilas. "Siap, istirahatlah yang banyak nanti sampai di Dubai, kita lanjut lagi main kuda-kudaannya," sahut Nata dengan mengedipkan matanya.
Vio hanya bisa mendelikan matanya, dan dia pun tertidur di atas kasur yang sudah tersedia di dalam jet pribadi itu.
***
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, akhirnya Nata dan Vio sampai di Dubai. Nata menyewa sebuah hotel mewah di sana yang langsung menghadap kota Dubai yang sungguh sangat indah.
"Ya Allah, indah sekali," seru Vio dengan berdiri di depan jendela kamar hotelnya.
Nata memeluk Vio dari belakang. "Apa kamu senang?"
"Tentu saja, karena seumur hidupku belum pernah pergi ke luar negeri dan sekarang aku bisa merasakan naik pesawat dan pergi ke luar negeri."
Nata membalikan tubuh Vio. "Terima kasih sudah mau menerima aku apa adanya."
"Siapa bilang, aku menerima Mas Nata karena Mas Nata orang kaya," goda Vio.
"Jadi, kalau nanti aku jatuh miskin, kamu akan meninggalkanku?"
"Iyalah, makanya sekarang aku mau ngumpulin uang dari kamu, biar nanti kalau uangku sudah banyak, aku bakalan kabur," sahut Vio dengan menahan tawanya.
"Awas ya, kalau kamu berani kabur."
Nata mengangkat tubuh Vio dan membawanya ke atas tempat tidur.
"Pokoknya aku bakalan menghamili kamu, supaya kamu tidak akan kabur dari aku."
"Idih."
Akhirnya Nata dan Vio pun melanjutkan main kuda-kudaan. Setelah drama pura-pura menjadi miskin, akhirnya Nata pun menemukan wanita yang menerimanya apa adanya.
Ternyata cinta sang milyader berlabuh kepada gadis konyol yang periang. Gadis yang awalnya sangat menyebalkan untuk Nata, ternyata dia adalah jodohnya.
- END -
*
*
*
Terima kasih sudah mampir di karyaku, jangan lupa mampir di karya terbaruku dan berikan dukungannya๐๐
__ADS_1