
Malam ini Nata tidak bisa tidur, perutnya terus saja berbunyi.
"Astaga, aku lapar sekali. Aku baru ingat, kalau aku belum makan malam," gumam Nata.
Nata melihat jam yang menempel di dinding kamarnya dan sudah menunjukan pukul 22.00 malam.
"Sepertinya penghuni kontrakan ini sudah pada tidur, aku bisa minta si Boby kirimin makanan," gumamnya.
Nata pun dengan cepat mengotak-ngatik ponselnya dan segera menekan nomor Boby.
"Bob, kirimin aku makanan dong, aku lapar banget ini belum makan malam."
"............"
Nata pun memutuskan sambungan teleponnya, Boby akan segera mengirim makanan ke kontrakan Nata. Sementara itu di kontrakan sebelah, Violet ternyata belum tidur karena dia sedang menyiapkan surat lamaran buat besok.
"Bismillah, mudah-mudahan besok hari keberuntunganku dan diterima bekerja," gumam Violet.
Tidak lama kemudian, terdengar suara motor berhenti di depan kontrakan.
"Suara motor siapa tuh?" gumamnya.
Violet pun bangkit dari duduknya dan mengintip dari balik gorden, terlihat Nata keluar dengan mengambil makanan yang dikirimkan oleh gofood.
"Wah, songong tuh orang, gaya banget dia pesan makanan lewat gofood mana makanannya sepertinya makanan mahal lagi. Kurang ajar, dia sengaja pesan malam-malam supaya tidak ada yang tahu. Awas ya, kamu harus ganti mie ayam aku yang tadi dia makan," gumam Violet.
Violet pun perlahan keluar dari kontrakannya dan mengetuk pintu kontrakan sebelah.
Tok..tok..tok...
Nata mengerutkan keningnya, baru saja dia mau melahap makanannya sudah ada yang mengetuk pintu kontrakannya.
"Siapa sih, malam-malam bertamu?" kesal Nata.
Dengan kesalnya, Nata pun bangkit dan membuka pintunya.
"Vio, ngapain kamu malam-malam bertamu?"
"Barusan kamu pesan apa lewat gofood?" tanya Violet.
"Hah, kok kamu tahu? Wah, jangan-jangan kamu dari tadi mengintai aku ya?" seru Nata.
"Gak penting, sekarang yang penting kamu malam-malam pesan makanan lewat gofood karena kamu gak mau berbagi kan, sama tetanggamu."
"Apaan sih, memang kebetulan aku lapar saja soalnya aku belum makan malam," sahut Nata.
"Alah, sok-sokan makan malam kaya anak gedongan aja," ledek Violet.
Violet mengendus-ngendus seperti kucing, kemudian mendorong tubuh Nata dan masuk ke dalam kontrakan Nata.
"Wah, makanannya mewah banget. Ada steak, cumi lada hitam, ayam teriyaki, minumannya jus mangga, gaya benar."
"Memang kenapa? Gak boleh makan makanan yang mahal?" ketus Nata.
"Bukanya begitu, ini namanya pemborosan kalau kamu seperti ini terus, bisa-bisa uang kamu habis."
Nata duduk dan langsung melahap makanannya. "Kalau boros, memang apa hubungannya sama kamu? Uang-uang aku kok, kenapa kamu yang repot," sahut Nata dengan mulut penuh makanan.
__ADS_1
Violet menelan salivanya, Nata makan begitu lahapnya membuat perut Violet pun merasa sangat lapar.
"Mas Nata, tidak mau nawarin aku makan apa?" celetuk Violet.
"Buat apa? Tadi sore kamu nyiksa aku tanpa ampun kok, hanya gara-gara mie ayam yang harganya gak seberapa."
Violet langsung cemberut dan membalikan tubuhnya hendak meninggalkan kontrakan Nata.
"Ya sudah kalau Mas Nata gak mau berbagi, aku pergi saja," seru Violet.
Violet sengaja memperlambat langkahnya, berharap Nata akan memanggilnya dan berbagi makanan dengannya.
"Tunggu Vio!"
Violet menyunggingkan senyumannya, ternyata prediksi Violet benar kalau Nata akan mengajaknya makan bersama.
Violet membalikan tubuhnya dengan senyumannya yang mengembang. "Iya Mas, ada apa?" sahut Violet.
"Kalau mau pulang, jangan lupa tutup lagi pintunya soalnya banyak nyamuk," seru Nata cuek.
"Hah....."
Violet sangat kesal, dia menghentak-hentakan kakinya lalu Violet pun langsung pergi dan membanting pintu kontrakan Nata membuat dirinya tersentak dan kaget.
"Ya ampun, tuh cewek memang benar-benar membuat emosi saja," batin Nata.
Violet masuk ke dalam kontrakannya dan kemudian merebahkan tubuhnya di samping Pelangi.
"Dasar, pria tidak peka. Ada wanita di hadapannya, bukanya nawarin makanan malah cuek-cuek saja. Sudah ketahuan kalau dia orangnya pelit banget," batin Violet dengan kesalnya.
Akhirnya tidak membutuhkan waktu lama, Violet pun terlelap dan masuk ke alam mimpinya.
Keesokan harinya....
"Vio, kamu mau pakai motor hari ini? Aku biar naik gojeg saja," seru Pelangi.
"Iya, aku malas kalau naik gojek nanti malah ditinggal lagi," sahut Violet dengan kesalnya.
"Ya sudah, aku duluan ya, soalnya takut telat hari pertama kerja gak boleh telat," seru Pelangi.
"Oke, sukses selalu."
"Kamu juga, semoga hari ini kamu dapat pekerjaan."
"Amin."
Pelangi pun keluar dari dalam kontrakan dan mengetuk kontrakan Nata.
Tok..tok..tok..
"Mas Nata, anterin aku dong!" teriak Pelangi.
Nata pun keluar dengan pakaian ojolnya.
"Antar ke mana?"
"Ke tempat kerjalah."
__ADS_1
"Oke."
Nata segera memberikan helm kepada Pelangi.
"Ngebut Mas, jangan kasih kendor."
"Siap."
Nata segera menarik gasnya dan melesat ke tempat kerja Pelangi di sebuah bengkel yang lumayan besar.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya motor Nata pun sampai di depan bengkel tempat Pelangi bekerja. Pelangi menyerahkan helmnya, dan membisikan sesuatu ke telinga Nata.
"Mas Nata, aku ngutang dulu ya? Soalnya aku baru aja bekerja, nanti kalau sudah gajian, aku bayar," bisik Pelangi.
"Hah."
"Terima kasih Mas Nata, Mas Nata baik deh."
Pelangi dengan cepat berlari meninggalkan Nata yang masih melongo dengan ucapan Pelangi.
Nata memukul-mukul udara saking kesalnya harus memukul siapa.
"Astaga, duo racun itu kenapa selalu membuatku rugi. Dua-duanya selalu saja ngutang, bayarnya mau kapan? Kerja saja nasib ke depannya masih abu-abu," kesal Nata.
Akhirnya dengan perasaan kesal, Nata pun meninggalkan bengkel itu.
"Pokoknya mulai sekarang, aku gak mau lagi narik duo racun itu," gumam Nata dengan kesalnya.
Nata menghampiri para driver yang sedang menunggu costumer.
"Kamu habis narik ya?" tanya salah satu driver.
"Tidak, aku baru saja keluar," sahut Nata.
"Sekarang cari costumer itu susah banget, sehari saja aku hanya dapat 4 sampai 5 costumer."
"Masih untung dapat 5 costumer, lah aku dapat satu aja ngutang," sahut Nata.
"Hah, ngutang?"
"Iya."
Nata melepaskan helmnya dan mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
"Kamu itu tampan loh, kenapa kamu gak jadi artis aja malah jadi driver ojol," seru Nurdin.
"Punya modal tampan doang tanpa bakat mana bisa jadi model," sahut Nata.
"Kamu sudah punya kekasih?" tanya Nurdin.
"Belum."
"Masa wajah tampan sepertimu tidak ada yang mau sih?"
"Wanita zaman sekarang yang dicari bukan tampannya tapi duitnya, buat apa wajah tampan kalau hanya seorang driver ojol, mana ada yang mau," sahut Nata.
"Iya juga, susah banget memang di zaman sekarang dapatkan wanita yang tulus mencintai kita," seru Ramdan.
__ADS_1
Tiba-tiba motor Violet lewat di depan Nata, namun sayangnya Violet tidak melihatnya. Nata terus memperhatikan Violet sampai motornya tidak terlihat lagi, ada perasaan kasihan di hati Nata karena Violet tidak pernah diterima bekerja.