Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 48 Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya...


Seperti janji Nata, hari ini Nata mengajak Vio untuk fitting baju pengantin. Mobil sport milik Nata pun sampai di sebuah butik ternama dan Vio sampai melongo melihat butik itu.


"Ayo masuk, ngapain malah melongo seperti itu?" seru Nata.


"Mas, kamu gak salah masuk ke butik mahal ini?"


"Ini butik langganan Mommy, lagipula Mommy sudah menunggu di dalam."


Nata menggandeng tangan Vio untuk masuk ke dalam butik itu.


"Akhirnya kalian datang juga," seru Mommy Anita dengan memeluk Vio.


"Tadi kita sarapan dulu Mom, soalnya Vio biasa sarapan pagi takutnya kalau dia gak sarapan dulu, dia pingsan," sahut Nata.


Vio mencubit lengan Nata dengan gemasnya.


"Ayo sayang, Mommy sudah memilihkan baju akad sama gaun resepsi buat kamu."


Mommy Anita menarik tangan Vio dan membawanya masuk ke sebuah ruangan, Nata dengan santainya mengikuti dan hendak ikut masuk tapi Mommy Anita menahan wajah Nata dengan tangannya.


"Astaga Mommy apa-apaan sih?"


"Kamu mau ke mana, anak nakal?"


"Mau ikut masuklah."


"Tidak boleh, Vio mau mencoba gaunnya jadi, kamu tunggu saja di kursi tunggu."


"Yaelah Mom, bulan depan Nata bakalan nikah sama Vio, gak apa-apa kali kalau Nata lihat Vio ganti baju itung-itung perkenalan," seru Nata dengan santainya.


"Enak saja."


"Aduh, sakit Mommy!" teriak Nata.


Mommy Anita menjewer telinga Nata dengan sangat kerasnya.


"Tidak boleh, kalian belum halal jadi kamu diam di sana atau Mommy akan membatalkan pernikahan kalian."


"Apaan sih, main batal-batal aja."


Dengan kesalnya akhirnya Nata pun menurut dan duduk di sofa yang sudah disediakan. Vio mulai mencoba gaunnya dan Mommy Anita tampak terpukau dengan kecantikan Vio yang sangat alami.


"Kamu cantik sekali, sayang."


"Terima kasih, Mommy."


Setelah mencoba gaunnya, Vio dan Mommy Anita pun keluar dari ruang ganti membuat Nata mengerutkan keningnya.


"Loh, kok Vio gak pakai gaunnya?" tanya Nata.

__ADS_1


"Sudah, tadi di dalam Vio sudah mencobanya dan semuanya pas," sahut Mommy Anita.


"Kok gitu? kenapa Nata gak lihat dulu," kesal Nata.


"Mau ngapain kamu lihat? nanti saja pas hari pernikahan kalian."


"Mommy benar-benar menyebalkan sekali, biasanya kalau fitting baju pengantin itu, si wanita bakalan mencoba gaun dan memperlihatkannya kepada si pria, nanti si pria tampak terpesona akan kecantikan si wanita, begitu Mommy," seru Nata.


Mommy Anita memukul kepala Nata dengan tasnya.


"Kebanyakan baca novel, makanya kamu begitu. Sudah ah, Mommy mau pulang. Sayang, Mommy pulang dulu ya jangan lupa nanti malam kamu datang ke rumah soalnya Mommy ingin makan malam bersama kamu."


"Iya Mommy."


Mommy Anita memeluk dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Vio, setelah itu Mommy Anita pun pergi dari butik itu begitu pun dengan Nata dan Vio yang juga segera meninggalkan butik.


Selama dalam perjalanan, Vio tidak henti-hentinya tertawa membuat Nata kesal.


"Kamu kenapa sih? dari tadi ketawa terus, kamu sudah gila, ya?" kesal Nata.


"Ishh..ishh..ishh..Mas Nata jahat banget bilang calon istrinya gila."


"Ya, terus kenapa ketawa Mulu dari tadi?"


"Lucu aja, Mas Nata ternyata suka baca novel," seru Vio dengan tawanya.


"Enak saja, aku gak pernah baca novel."


"Bukan aku yang suka baca novel tapi si Bobby, aku suka dengar cerita dari si Bobby."


"Astaga, aku gak nyangka kalau Mas Bobby suka baca novel, pasti Mas Bobby orangnya sangat romantis seperti pria-pria di dalam cerita novel."


"Kamu suka sama pria romantis?" tanya Nata.


"Iyalah, pria romantis itu sangat di idam-idamkan oleh semua wanita."


"Memangnya aku gak romantis?"


"Romantis apaan, nembak aku aja kaya yang mau ngajak berantem."


"Ngapain pria romantis kalau isi sakunya tipis, mendingan aku gak romantis tapi isi saku aku tebal, hayo pilih yang mana?" seru Nata.


"Isi saku Mas Nata memang tebal, tapi aku juga ingin mempunyai pria romantis Mas."


"Ya sudah, kamu cari saja sana pria yang romantis jangan nikah sama aku," kesal Nata.


Nata mendelikan matanya ke arah Vio, sedangkan Vio tampak cemberut karena Nata berkata sedikit keras kepada Vio.


Keduanya akhirnya memilih diam dengan wajah yang sama-sama cemberut. Hingga beberapa saat kemudian, mobil Nata berhenti di depan sebuah apartemen mewah.


Nata keluar dari dalam mobil dan membuka kan pintu untuk Vio.

__ADS_1


"Ayo keluar."


"Ini di mana?" ketus Vio.


"Keluar aja dulu, nanti kamu juga tahu."


Vio akhirnya keluar dari dalam mobil dan mengikuti langkah Nata dari belakang. Nata membawa Vio ke apartemennya, karena mulai sekarang Nata ingin Vio dan Pelangi tinggal di apartemennya.


Nata dan Vio akhirnya sampai di depan pintu apartemen Nata, Nata lihat Vio menundukkan kepalanya dengan wajah yang cemberut karena Vio masih kesal dengan ucapan Nata.


Nata membuka pintu apartemennya. "Ayo masuk, ini apartemenku dan mulai sekarang kamu sama Pelangi tinggal di sini saja," seru Nata.


Perlahan Vio masuk ke dalam apartemen Nata dengan masih menundukkan kepalanya.


"Astaga, memangnya lantai itu jauh lebih menarik ya, dibandingkan dengan wajah tampanku," seru Nata.


"Habisnya kamu sangat menyebalkan, Mas."


Vio mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya Vio saat melihat isi dari apartemen Nata, apartemen itu penuh dengan hiasan bunga dan balon-balon berbentuk love.


Nata mengambil sebuah buket bunga dan berdiri di depan Vio.


"Vio, maafkan aku karena aku bukan pria romantis seperti yang kamu inginkan tapi aku jamin, kalau cintaku sangatlah besar untukmu. Aku tadi malam sehabis mengantarkan kamu pulang, langsung ke sini dan menghias apartemen ini dibantu Bobby dan juga Pelangi."


"Hah, pantas saja Pelangi pulang larut malam banget."


"Jadi, maukah kamu menerima aku apa adanya? dan aku akan belajar menjadi pria romantis seperti yang kamu inginkan."


Vio mengambil bunga dari tangan Nata dan langsung memeluk Nata.


"Tadi aku cuma bercanda Mas, aku gak peduli kamu mau romantis atau pun tidak, tapi aku tetap mencintaimu Mas."


Nata tersenyum dan membalas pelukan Vio, hingga Vio pun melepaskan pelukannya.


"Terima kasih Mas, karena Mas sudah memilih aku menjadi calon istri Mas."


Sesaat Nata dan Vio saling tatap satu sama lain, hingga Nata kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Vio. Vio kembali menutup bibirnya dengan tangannya.


"Sabar, tunggu beberapa Minggu lagi," seru Vio.


"Sedikit saja, aku janji gak bakalan lama cuma nempel doang," rayu Nata.


"No...nanti saja kalau sudah halal."


Nata kembali cemberut dan itu membuat Vio menyunggingkan senyumannya.


"Sabar ya, Mas ku sayang," seru Vio dengan mencubit pipi Nata.


Nata yang awalnya marah, akhirnya kembali tersenyum dan memeluk Vio dengan sangat eratnya.


"Baiklah, untuk saat ini aku akan sabar."

__ADS_1


__ADS_2