Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 34 Bertemu Calon Mertua Part I


__ADS_3

Ceklek....


Pintu ruangan rawat Vio terbuka....


"Aaaaa...sayangku datang!" teriak Pelangi.


Pelangi dengan cepat menghampiri Bobby dan hendak memeluk Bobby, tapi Bobby dengan sigap menahan wajah Pelangi dengan telapak tangannya yang besar itu.


"Mau ngapain kamu, main nyosor saja," kesal Bobby.


"Astaga Mas Bobby, jahat banget," keluh Pelangi.


"Kebetulan sekali ada kalian, tolong jagain Vio dulu ya, aku mau pulang dulu sebentar," seru Nata.


"Nat, aku ikut kamu aja deh, soalnya aku gak kuat kalau harus satu ruangan sama dia," seru Bobby dengan menunjuk ke arah Pelangi.


"Jangan gitu Mas, aku ini menggemaskan loh Mas," sahut Pelangi dengan nada centilnya.


"Iya kamu memang menggemaskan, dan saking menggemaskannya, aku sampai ingin ceburin kamu ke laut biar kamu di makan sama ikan paus," kesal Bobby.


"Jahat banget Mas Bobby."


"Sudah ah, aku mau pulang dulu, pokoknya kamu harus ikut jagain Vio jangan ke mana-mana," tegas Nata.


"Asyik, terima kasih Mas Nata, Mas Nata memang paling pengertian banget."


Nata pun menghampiri Vio. "Aku pulang dulu sebentar, nanti malam aku ke sini lagi."


"Jangan lama-lama nanti aku lindu sama Mas Nata," rengek Vio.


"Rindu Vio, bukanya lindu, sok manja banget jadi orang," ledek Pelangi.


"Apaan sih Pel, suka-suka aku dong," sahut Vio dengan bergelayut manja di lengan Nata.


Nata tersenyum dan mengusap kepala Vio, lalu Nata mencium kepala Vio.


"Kamu belum keramas ya?" seru Nata.


"Kenapa memangnya?"


"Rambut kamu bau iler, tuh."


"Buahahaha......"


Seketika tawa Pelangi dan Bobby pecah, sungguh Nata sangat menyebalkan membuat Vio malu sampai tidak punya wajah dikatain seperti itu sama Nata.


"Kamu menyebalkan Mas, bikin aku malu aja. Sudah sana pergi, gak kembali ke sini pun gak apa-apa," ketus Vio.


"Astaga Vio, aku barusan cuma bercanda kok, gitu aja marah," bujuk Nata.


"Iya bercanda ngatain bau iler, padahal kenyataannya bukan bau iler tapi bau bangkai, karena si Vio sudah 3 hari gak keramas," seru Pelangi dengan tawanya yang pecah.


"Kalian jahat."


Vio menutup seluruh tubuhnya dengan selimut rumah sakit, membuat Nata melepaskan sepatunya hendak memukul Pelangi tapi Pelangi dengan cepat menghindar dan bersembunyi di belakang tubuh Bobby.

__ADS_1


"Ke sini kamu Pelangi, kamu malah menambah masalah saja," kesal Nata.


"Ampun Mas, Mas sendiri tadi yang mulai."


"Iya, tapi gak harus di teruskan lagi ceritanya."


Nata dan Pelangi saling kejar-kejaran membuat Bobby pusing.


"Stoooopp!" teriak Bobby.


Seketika Nata dan Pelangi terdiam. "Kelakuan kalian ya, kaya anak kecil saja bikin pusing kepala!" bentak Bobby.


Nata kembali memakai sepatunya dan menghampiri Vio yang masih setia menutup tubuhnya dengan selimut.


"Vio, maafkan aku tadi aku cuma bercanda kok," seru Nata merasa bersalah.


Tidak ada jawaban sama sekali dari Vio. "Ya sudah, aku pergi dulu ya, nanti malam aku kembali lagi ke sini."


Nata pun akhirnya pergi...


"Vio, gak usah marahlah kaya anak perawan aja ngambekkan," seru Pelangi.


Seketika Vio membuka selimutnya. "Memang aku perawan!" sentak Vio.


"Astaga, aku lupa. Sorry-sorry deh."


Sementara itu, tidak membutuhkan waktu lama Nata pun sampai di rumah ke dua orangtuanya.


Baru saja Nata membuka pintu rumah, terdengar suara tawa kedua orangtuanya beserta seorang wanita cantik.


"Waalaikumsalam, ya ampun Nata akhirnya kamu pulang juga, Mommy rindu sekali sama kamu," seru Mommy Anita sembari memeluk anak bungsunya itu.


"Anak bungsu mu sudah menemukan wanita Mom, makanya dia gak mau pulang dan betah tinggal di kontrakan," ledek Arga.


"Iyakah? siapa wanita itu?"


Nata menghampiri semuanya tanpa menjawab pertanyaan Mommynya itu, tatapan Nata tertuju kepada wanita cantik yang saat ini sedang duduk di samping Arga dan tersenyum ke arahnya.


"Sabrina, kok kamu ada di sini?" tanya Nata.


"Dia calon istriku," sahut Arga.


"What? kok aku gak tahu kalian menjalin hubungan?"


"Gak usah tahu juga, memangnya kamu mau ngapain kalau tahu?" ketus Arga.


"Biasa aja kali, gak usah sewot."


Nata duduk di samping Mommynya. "Kamu belum jawab pertanyaan Mommy, Nata, siapa wanita yang diceritakan kakakmu itu?"


"Idih, Mommy kepo deh."


"Bawa pacarmu ke sini, kebetulan besok lusa kita ada pertemuan dengan keluarga Sabrina karena ingin membicarakan tentang pernikahan kakakmu dan Sabrina," seru Daddy Kara.


"Iya Nat, aku ingin melihat pacarmu, apa dia lebih cantik dari Gisel," goda Sabrina.

__ADS_1


"Hai, Vio lebih segala-galanya dari si Gisel ya, mana ada Vio disamakan dengan wanita ular itu," kesal Nata.


"Akhirnya, Mommy sama Daddy akan segera mendapatkan menantu dan juga cucu. Mendingan kamu juga segera menikah Nata, jangan lama-lama pacaran," seru Mommy Anita.


"Rencana Nata juga memang seperti itu, biarkan Kak Arga nikah duluan biar nanti aku bisa merayakan pernikahan yang jauh lebih mewah dibandingkan pernikahan mereka," seru Nata.


"Dasar, kamu selalu saja tidak mau terkalahkan," seru Arga.


"Iya dong, sekarang kan, aku sudah menjadi pengusaha terkaya se-ASIA Tenggara, malu lah kalau pernikahan Nata Anggasta hanya gitu-gitu aja," seru Nata dengan sombongnya.


"Dasar anak sombong."


***


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Vio sudah sehat dan sudah kembali pulang ke kontrakannya.


Malam ini Nata mengajak Vio untuk datang ke rumahnya karena akan ada pertemuan keluarga antara keluarga Nata dan keluarga Sabrina.


"Wah, sumpah kamu cantik banget Vio, bisa-bisa Mas Nata sawan lihat penampilan kamu seperti ini," seru Pelangi.


"Sawan-sawan, memangnya aku setan sampai sawan," kesal Vio.


"Maksudku terpesona Vio, gitu aja marah. Terpesona sama sawan cuma beda dikit kok."


Vio tidak mau membalas ucapan sahabatnya itu lagi, sekarang dia sedang menormalkan jantungnya yang keadaannya sedang tidak aman.


Tin..tin..


"Nah, itu mobil Mas Nata datang, buruan sana keluar."


"Jantungku bermasalah Pel, aku pura-pura sakit sajalah dan kamu tolong bilangin sama Mas Nata."


Vio hendak membalikan tubuhnya untuk masuk ke dalam kamarnya, tapi Pelangi menahannya.


"Gak usah macam-macam, buruan keluar."


Pelangi mendorong pelan tubuh Vio.


Pelangi membukakan pintu dan ternyata Nata sudah berdiri di depan pintu, Nata tampak membelalakkan matanya saat melihat penampilan Vio.


"Gak usah tatap-tatapan segala deh, kaya di sinetron aja. Buruan kalian pergi sana, nanti keburu kemalaman," seru Pelangi.


"Apaan sih, kamu ngusir aku," kesal Vio.


"Sudah-sudah, Mas Nata tolong jaga Vio ya jangan di jahatin dia, kalau sampai pulang, Vio sedih atau nangis, Mas Nata berurusan denganku," ancam Pelangi.


"Iya-iya, ayo Vio."


Vio pun merangkul lengan Nata, Nata membukakan pintu mobil untuk Vio lalu Vio melambaikan tangan kepada Pelangi.


"Semoga orangtua Mas Nata tidak jahat," batin Pelangi.


Nata pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kontrakan Vio.


__ADS_1


__ADS_2