
Violet keluar dari kontrakan untuk membeli bakso, dan Nata baru saja keluar dari kontrakannya ingin menjemur handuknya yang basah.
Violet langsung memalingkan wajahnya saat melihat Nata membuat Nata menahan senyumannya.
"Bang, baksonya satu," seru Violet.
"Siap Neng, mau dibungkus atau di makan di sini?"
"Makan di sini saja."
Violet pun duduk di bangku kayu yang disediakan si tukang bakso sembari mengotak-ngatik ponselnya, hingga tidak lama kemudian seseorang pun duduk di samping Violet.
"Bang, aku satu."
"Oke Mas, dibungkus atau di makan di sini?"
"Di sini saja."
Violet langsung menoleh karena dia merasa tidak asing dengan suara itu, dan benar saja Nata sudah duduk di sampingnya.
"Ngapain kamu di sini? kamu ngikutin aku ya?" ketus Violet.
"Idih, percaya diri sekali anda. Siapa juga yang ngikutin kamu, memangnya kamu siapa?" sahut Nata santai.
"Terus ngapain sekarang ada di sini?"
"Lah, ini kan tukang bakso, siapa pun boleh beli dong memangnya cuma kamu saja yang boleh beli baksonya."
Violet tampak kesal, dia memilih untuk mengotak-ngatik ponselnya lagi. Violet melihat ada lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan besar yaitu PT. Anggasta Group.
"Wah, ada lowongan pekerjaan nih, sepertinya aku harus ke sini kali aja ada rezekinya aku," gumam Violet.
Nata diam-diam mengintip apa yang sedang Violet lihat, dan ternyata ada berita mengenai perusahaannya.
"Itu kan, perusahaan ku," batin Nata.
Nata pun segera merogoh ponselnya dari dalam kantong celananya, lalu melihat apa yang Violet lihat.
"Lowongan pekerjaan?" seru Nata.
Seketika Violet menoleh dan melihat ponsel Nata.
"Hai, kamu mau melamar ke sana juga? ikut-ikutan aja sih," ketus Violet.
"Apaan sih, suka-suka aku dong," sahut Nata.
Bakso yang mereka pesan pun datang, keduanya mulai melahap bakso itu dengan tenang tanpa ada yang bicara sedikit pun.
"Kurang ajar si Bobby, ngapain pakai buka lowongan pekerjaan tanpa sepengetahuanku. Awas kamu Bobby," batin Nata dengan geramnya.
Nata tanpa sadar sampai menggebrak meja membuat Violet kaget sehingga baso kecil yang baru saja masuk ke dalam mulutnya tertelan bulat-bulat.
__ADS_1
Violet melotot sembari memegang lehernya membuat Nata bingung.
"Kamu kenapa?"
Violet menunjuk tenggorokannya tanpa bicara, Nata yang baru mengerti langsung berdiri dan menepuk punggung Violet membuat baso kecil itu langsung melompat dari tenggorokan Violet. Violet pun dengan cepat mengambil air dan meminumnya sampai tandas.
"Sumpah, kamu benar-benar ya, bikin kaget saja," geram Violet.
"Memangnya aku sudah melakukan apa?" tanya Nata polos.
"Tadi kamu main gebrak meja begitu saja, aku sampai kaget!" sentak Violet.
"Oh itu, ya maaf."
"Maaf-maaf, kalau aku menghembuskan napas terakhir bagaimana?"
"Ya, tinggal kubur aja," sahut Nata dengan santainya.
Violet semakin kesal kepada pria tampan di hadapannya itu.
"Aku belum mau meninggal, aku masih banyak keinginan yang belum bisa aku capai."
"Memangnya apa keinginan kamu?"
"Aku belum menikah dengan orang kaya, kalau aku sampai meninggal sebelum menikah dengan pria kaya, bisa-bisa aku mati penasaran," sahut Violet dengan mulut penuh dengan mie.
"Dasar wanita matre."
"Berarti kamu juga mau dong, kalau menikah dengan aki-aki yang penting dia kaya."
Violet mengetuk-ngetuk meja dengan tangannya.
"Nauzubillah, amit-amit. Kamu do'akan aku menikah dengan aki-aki?" kesal Violet.
"Bukanya gitu, kamu kan pengennya menikah dengan pria kaya jadi mau bagaimana pun bentuknya itu pria, pasti kamu mau kan? asal pria itu kaya."
"Sembarangan, aku masih punya kriteria. Kriteria pria yang aku mau itu, tampan, kaya, dan romantis. Ya ampun, bahagia banget kalau dapat pria seperti itu," seru Violet dengan senyum-senyum sendiri.
Nata yang kesal memukul kepala Violet dengan sendok membuat Violet mendelikan matanya kepada Nata.
"Apaan sih, sakit tahu."
"Kalau mimpi itu jangan ketinggian, pria tampan yang kaya itu banyak tapi apakah dia mau sama wanita tukang ngutang seperti kamu?" ledek Nata.
"Ishh..ishh..ishh..kamu benar-benar sangat menyebalkan."
Violet pun kembali melanjutkan makan baksonya, begitu pun dengan Nata yang tampak menahan tawanya. Entah kenapa Nata suka sekali meledek dan menggoda wanita cantik yang ada di hadapannya itu, Nata suka melihat ekspresi marah Violet karena wajahnya terlihat lucu.
Beberapa saat kemudian, keduanya pun selesai makan bakso.
"Bang, berapa semuanya?" tanya Nata.
__ADS_1
"Sama si Neng ini, Mas?" tunjuk tukang bakso.
"Iya."
"Semuanya 30 ribu, Mas."
Nata pun mengeluarkan uang 50 ribu selembar. "Kembaliannya untuk Abang saja."
"Wah, terima kasih Mas, semoga rezeki Masnya mengalir banyak dan cepat menikah dengan si Neng."
"Hah menikah? kita gak pacaran Bang," sahut Violet.
"Iya sekarang gak pacaran, tapi kan ke depannya siapa tahu."
"Idih, si Abang ngaco, aku ini lagi mencari seorang pengusaha bukan driver ojeg online," ketus Violet dengan segera pergi meninggalkan tukang bakso itu. Sedangkan Nata, tampak menyunggingkan senyumannya.
Sesampainya di kontrakan, Nata langsung memakai jaket Ojeg onlinenya dan pergi menggunakan motornya. Tujuannya kali ini adalah ke perusahaannya dan ingin membuat perhitungan dengan Bobby.
Tidak membutuhkan waktu lama, Nata pun sampai di perusahaannya.
"Maaf Mas, Mas mau ke mana?" tanya sekuriti.
Nata turun dari atas motornya dan membuka helmnya membuat si sekuriti membelalakkan matanya dan seketika menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan tatapan Nata.
"Maaf Tuan."
Nata tidak memperdulikan si sekuriti, dia pun langsung masuk ke dalam perusahaannya. Semua karyawan tampak kaget dengan kedatangan Bosnya yang tiba-tiba itu, tapi mereka lebih terkejut dengan pakaian yang Nata pakai.
Nata langsung menuju ruangan Bobby....
"Astaga, bikin kaget saja," seru Bobby.
"Kenapa kamu membuka lowongan pekerjaan? memangnya perusahaan kita sedang membutuhkan karyawan baru?" kesal Nata.
"Iya Nat, kemarin si Indri bagian marketing mengundurkan diri karena dia mau nikah, si Lola bagian produksi pun mengundurkan diri karena saat ini dia lagi ngidam, terus yang terakhir si Wiwin bagian lapangan dia mengundurkan diri juga, jadi aku membuka lowongan pekerjaan."
Nata menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. "Besok kalau ada yang melamar pekerjaan atas nama Violet, tolong kamu ACC," seru Nata.
"Siapa dia?"
"Dia wanita yang selalu menyusahkan ku, aku sudah capek menghadapi kelakuan dia, jadi besok kamu ACC saja."
"Oke."
"Aku mau tidur sebentar, jangan ganggu aku. Nanti habis Maghrib kamu bangunin aku."
"Siap...oh iya, mobil kamu sudah aku servis."
"Bagus."
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Nata pun sudah terlelap tidur.
__ADS_1
"Cepat banget tidurnya, pasti dia kecapean. Kasihan sih, tapi ya mau bagaimana lagi itu sudah menjadi keinginan dia," batin Bobby.