Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 18 Mulai Dekat


__ADS_3

Nata langsung berdiri dan hendak meninggalkan Gisel tapi dengan cepat Gisel menghalangi jalan Nata.


"Nata, kamu Nata kan?" seru Gisel.


Nata tidak mau menatap Gisel, rasa bencinya yang perlahan menghilang kini datang kembali dengan melihat wajah Gisel.


Nata menatap tajam ke arah Gisel. "Ada apa?"


Gisel memperhatikan penampilan Nata dari atas hingga bawah dan melihat nama perusahaan yang menempel di seragamnya.


"Nat, bukanya itu nama perusahaannya? terus kenapa kamu memakai seragam OB?" tanya Gisel bingung.


"Bukan urusanmu."


Nata pun memilih untuk keluar dari restoran itu, selera makan Nata tiba-tiba menghilang setelah melihat wajah Gisel.


Gisel segera berlari dan mengejar Nata. "Nat, Nata, tunggu!" teriak Gisel.


Gisel dengan cepat menarik tangan Nata membuat Nata menghempaskan tangan Gisel.


"Mau apa lagi kamu? jangan pernah mengganggu hidupku lagi, anggap saja kita tidak saling kenal," geram Nata.


"Nat, aku minta maaf karena sudah menyakitimu. Aku pikir dulu, Arga itu akan menyayangiku melebihi kamu tapi nyatanya Arga sama sekali tidak memperhatikanku, dia selalu sibuk kerja, kerja, dan kerja."


"Terus sekarang kamu mau apa? tujuan kamu datang lagi di kehidupan aku itu apa?" tanya Nata dingin.


"Aku ingin balikan lagi sama kamu, ternyata selama ini aku sudah salah, kamulah pria yang tulus mencintaiku. Jadi, kamu mau kan menjalin hubungan lagi denganku?" seru Gisel dengan manjanya.


"Maaf Gisel, aku bukan pria bodoh yang dengan seenaknya kamu permainkan. Prinsip hidup aku, aku tidak akan pernah memungut barang bekas Kakakku jadi mulai sekarang dan seterusnya, jangan pernah muncul lagi di hadapanku," geram Nata.


Nata pun segera masuk ke dalam perusahaannya, sedangkan Gisel tampak sangat kesal.


"Awas kamu Nata, lihat saja aku akan buat kamu bertekuk lutut lagi di hadapanku," seru Gisel.


Dulu Gisel lebih memilih Arga dibandingkan Nata karena Arga dulu sudah mempunyai perusahaan sendiri, sedangkan Nata masih kuliah.


Mood Nata kembali jelek, semuanya jadi sasarannya membuat semua karyawan takut kepadanya.


"Rudi, Wisnu!" teriak Nata.


"Siap Bos."


"Buatkan aku kopi dan kamu Wisnu belikan aku sarapan," seru Nata dingin.


"Ba-baik Bos."


Wisnu hendak berlari tapi dia ingat sesuatu, dia pun kembali berbalik dan dengan ketakutan menghampiri Nata.

__ADS_1


"Maaf Bos, saya harus beli sarapan apa?" tanya Wisnu dengan menundukkan kepalanya.


"Beli apa saja terserah."


Wisnu tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian dia pun pergi. Wisnu bingung harus membeli apa, jadi Wisnu pun memutuskan untuk pergi ke ruangan Bobby sekedar menanyakan apa sarapan yang biasa Bosnya itu makan.


Wisnu tahu saat ini Bosnya sedang dalam mood yang tidak baik-baik saja, jadi Wisnu lebih memilih cari aman saja.


Tidak lama kemudian, Bobby pun datang dengan membawa makanan untuk Nata ke pantry.


"Kamu kenapa? wajahmu muram kaya gitu?" tanya Bobby.


"Mana sarapanku."


Bobby pun menyerahkan sandwich kepada Nata dan duduk di samping Nata. Nata langsung melahapnya dengan wajah yang ditekuk.


"Aku bertemu dengan wanita sialan itu," ketus Nata.


Bobby mengerutkan keningnya. "Wanita sialan siapa?"


"Siapa lagi kalau bukan wanita matre yang selingkuh dengan si Arga."


"Oh, maksud kamu Gisel? dimana kamu bertemu dengannya?"


"Di restoran seberang."


Bobby pun terdiam, dia tidak mau memperpanjang pertanyaannya.


Waktu pulang pun tiba...


Nata segera mengambil sepedanya, dia melihat Vio berdiri di pinggir jalan menunggu angkot yang lewat dengan wajah lemasnya. Nata pun mengayuh sepedanya dan berhenti di hadapan Violet.


"Tumben gak sibuk nyamperin aku? biasanya kamu akan diam di parkiran buat numpang," seru Nata.


"Mau numpang bagaimana, Mas Nata kan hari ini pakai sepeda," sahut Vio lemas.


"Astaga, masih mikirin reunian itu ya?"


"Heem."


"Sudah, gak usah dipikirkan, aku janji gak bakalan mempermalukan mu."


"Iya, nanti aku pinjam jas dan sewa mobil untuk pergi ke acara reunian itu," sahut Vio.


"Sewa mobil, memangnya kamu punya uang buat nyewa mobil?" ledek Nata.


"Kan, uangnya minjem dulu dari Mas Nata."

__ADS_1


"Allahuakbar, hobi banget kamu ngutang. Soal baju dan mobil, kamu gak usah khawatir nanti biar aku yang urus," sahut Nata.


"Aku tidak yakin," seru Vio ragu.


"Kamu meragukanku? tenang saja, teman aku itu semuanya orang kaya jadi kalau masalah baju dan mobil itu mah, urusan kecil."


"Okelah."


"Mau pulang bareng gak?" seru Nata.


"Enggak ah, aku mau duduk di mana?"


"Duduk di depanlah, kenapa kamu malu pulang dibonceng naik sepeda?"


"Bukannya malu, memangnya Mas kuat bonceng aku? aku kan berat?"


"Wah, nih anak meremehkan ku. Buruan naik, mau ikut atau tidak? kalau tidak, aku tinggal nih."


"Eh jangan ditinggal."


Vio dengan cepat duduk di depan membuat Nata tersenyum, setelah siap Nata pun mulai mengayuh sepedanya. Dari kejauhan Bobby melihat Nata dan Violet itu dan tampak menyunggingkan senyumannya.


"Mereka pasti ada apa-apanya?" batin Bobby.


"Sebenarnya kenapa sih? kamu sampai ngotot ingin pergi reunian dengan membawa pria kaya?" tanya Nata disela-sela perjalanannya.


"Mas, teman-teman aku sama Pelangi itu semuanya anak-anak orang kaya hanya kita berdua saja yang kuliah lewat jalur beasiswa. Saking kita kesalnya kepada mereka yang sering menyombongkan diri, aku dan Pelangi bilang di grup WA kalau kita sudah sukses dan mempunyai calon suami orang kaya dan tidak lama setelah itu, mereka mengajak reunian mungkin ingin membuktikan kalau kita itu beneran atau bohongan."


"Astaga, ternyata selain kalian pinter ngutang, kalian juga pinter berbohong."


"Terpaksa Mas, soalnya kita sudah capek dibully terus."


"Bagaimana kalau ketahuan kalau aku bukan anak orang kaya hanya sebagai OB?"


"Entahlah, mungkin aku dan Pelangi bakalan viral di sosmed."


Nata hanya geleng-geleng kepala sembari tersenyum, untung saja Nata tidak pernah mempublikasikan dirinya sebagai pengusaha bahkan banyak tawaran pemotretan dan wawancara untuk majalah bisnis tapi Nata selalu menolaknya karena Nata tidak ingin semua orang tahu siapa Nata sebenarnya.


Nata mengayuh sepedanya dengan santai, hingga akhirnya Nata pun menghentikan sepedanya karena ada lampu merah. Nata tidak sadar kalau di sampingnya itu merupakan mobil Gisel.


"Nata, siapa wanita itu? astaga, kenapa Nata bisa-bisanya mau bersusah-susah seperti itu sih? padahal dia punya banyak mobil, kenapa dia mau panas-panasan begitu?" gumam Gisel.


Gisel awalnya memang memilih Arga karena Arga mempunyai banyak uang, sedangkan Nata waktu itu masih minta uang kepada orangtuanya.


Benar saja, Arga memberikan apa yang Gisel mau namun sayang, Arga tidak pernah memperhatikannya bahkan Arga selalu sibuk dengan pekerjaannya tanpa memperdulikan Gisel.


Hingga satu Minggu yang lalu, Gisel tidak sengaja melihat Nata dan Bobby bertemu dengan seorang pengusaha dari China. Nata dan Bobby tidak sadar, kalau Gisel menguping pembicaraan mereka dari sana Gisel tahu kalau saat ini Nata sudah menjadi pengusaha sukses dan hebat.

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus kembali kepadaku Nata," batin Gisel.


Tidak lama kemudian, lampu pun berubah menjadi hijau dan Nata segera mengayuh kembali sepedanya. Begitu pun dengan Gisel yang langsung menancapkan gasnya mendahului Nata.


__ADS_2