Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 17 Bertemu Gisel


__ADS_3

Keesokan harinya....


Violet tampak tidak bersemangat bekerja, dia berjalan gontai masuk ke dalam kantor. Nata pun baru saja sampai dengan mengayuh sepedanya, kemudian Nata segera masuk ke dalam kantor.


Nata berjalan di belakang Vio, Nata tampak mengerutkan keningnya melihat kelakuan Vio yang menurutnya aneh.


Nata mempercepat langkahnya dan merangkul pundak Vio.


"Kenapa, tumben pagi-pagi sudah murung kaya gini? gak punya uang ya?" ledek Nata.


"Kalau gak punya uang itu sudah biasa," sahut Vio lemas.


"Terus kenapa kamu lemas kaya gini? apa kamu belum sarapan?"


Vio menggelengkan kepalanya membuat Nata bingung.


"Apa kamu memikirkan nanti pulang naik apa? sedangkan uang kamu habis?"


Lagi-lagi Vio menggelengkan kepalanya, hingga Vio pun menghentikan langkahnya dan melihat pundaknya. Vio baru sadar kalau dari tadi Nata merangkul pundaknya itu, Vio pun dengan kesal menepis tangan Nata.


"Jangan sok akrab deh," kesal Vio.


"Bukanya sok akrab, aku hanya aneh saja melihat sikap kamu yang murung seperti ini."


"Sudahlah, walaupun aku cerita sama kamu, kamu gak mungkin bisa membantuku," seru Vio dengan melanjutkan langkahnya.


"Ya sudah kalau begitu."


Nata pun hendak melangkahkan kakinya menuju Pantry tapi Vio pun mendadak punya ide, dia berbalik dan mengejar Nata lalu menarik tangan Nata membawa Nata masuk ke pantry.


"Kamu mau ngapain narik-narik aku kaya gini? jangan bilang kamu mau melakukan hal yang macam-macam sama aku," seru Nata dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


Vio tampak kesal dengan kelakuan Nata, sedangkan Rudi dan Wahyu yang memang sudah berada di sana merasa terkejut dengan kedatangan Nata dan Violet.


"Idih, apaan sih siapa juga yang mau macam-macam sama kamu."


Violet duduk di kursi begitu pun dengan Nata yang ikut duduk di samping Vio. Vio mulai menceritakan permasalahannya dan Nata hanya mengangguk-ngangguk saja.


"Kamu dan Pelangi tinggal datang, terus apa masalahnya?" tanya Nata santai.


"Masalahnya, teman-teman kuliah kita itu semuanya sudah sukses dan mendapatkan pendamping orang kaya sedangkan aku dan Pelangi, boro-boro sukses sekarang aja kita baru dapat pekerjaan dengan satu tahun menganggur gak jelas. Kalau kita datang, sudah jelas kita bakalan jadi bahan Bullyan mereka," sahut Vio lemas.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Mba ngajak Bos Nata saja, aku yakin Bos Nata akan membuat semua orang bungkam dan tidak membully Mba lagi," seru Wahyu yang lagi-lagi keceplosan.


Nata langsung menatap tajam ke arah Wahyu membuat Wahyu ketakutan dan menundukkan kepalanya.


"Maksud aku Mas Nata," lirih Wahyu.


Vio menatap Nata dan memperhatikan penampilan Nata dari atas hingga bawah.


"Kamu memang tampan dan gagah Mas, kalau sedikit saja kamu di dandani pakai jas, pasti kelihatan seperti orang kaya karena penampilan Mas memang seperti orang-orang kaya gitu. Apa Mas bisa nyetir mobil?" seru Violet.


Uhuk..uhuk..uhuk...


Rudi sampai tersedak ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Violet, jangankan nyetir mobil, kayanya nyetir pesawat terbang pun Bosnya bisa.


Nata kembali menatap ke arah Rudi, Wahyu dan Rudi sudah saling sikut satu sama lain.


"Maaf, kalau begitu kita mau antarkan kopi-kopi ini dulu," seru Wahyu.


Rudi dan Wahyu langsung pergi dengan membawa nampan berisi kopi itu.


"Bagaimana kalau kamu pura-pura jadi pacar aku dan bersikap seolah-olah menjadi orang kaya, anggap saja kamu itu anak orang kaya biar teman-temanku tidak membully dan merendahkanku, apa kamu mau, Mas?"


"Hah...wani Piro?"


Ucapan Vio terhenti karena telunjuk Nata langsung membungkam bibir Vio.


"Sudah jangan dilanjutin lagi, sudah di duga pasti kamu hanya mengandalkan gajihan kamu. Mulai dari hutang, traktir, dan sekarang menyewa jasaku, semuanya kamu bilang mau dibayar pas gajihan, aku yakin pas gajihan nanti uang kamu langsung habis tak bersisa," seru Nata.


Nata pun bangkit dari duduknya dan hendak keluar dari pantry tapi Vio menahan lengan Nata.


"Ayolah Mas, bantuin aku soalnya kalau Mas di dandani pasti Mas akan kelihatan seperti pria-pria kaya."


Nata menatap mata Vio yang sudah mulai berkaca-kaca, hingga akhirnya Nata hanya menghembuskan napasnya kasar.


"Oke-oke aku bakalan bantu kamu," seru Nata.


"Ya ampun, Mas Nata baik banget sih," sahut Vio dengan memeluk Nata.


Lagi-lagi jantung Nata berdetak tak karuan. "Sudah lepaskan, kebiasaan main peluk-peluk aja," ketus Nata.


Vio hanya bisa nyengir, Nata semakin salah tingkah hingga akhirnya dengan cepat Nata pun pergi meninggalkan Violet. Nata melangkahkan kakinya menuju ruangan Bobby, Nata masuk tanpa permisi dan langsung duduk di sofa sembari memegang dadanya.

__ADS_1


"Kenapa kamu?" tanya Bobby.


Nata bukanya menjawab pertanyaan Bobby, dia malah mengatur napasnya yang tidak beraturan.


"Woi, aku tanya kamu kenapa?"


"Ah tidak, aku tidak apa-apa."


"Sebenarnya apa hubungan kamu dengan wanita bernama Violet itu?"


"Hubungan apaan? aku sama Vio tidak punya hubungan apa-apa."


"Kamu tahu tidak, semenjak kamu bekerja di sini menjadi OB, aku jadi sering dengar desas-desus mengenai kamu dan Violet."


"Desas-desus apa maksudnya?"


"Aku sering mendengar gosip dari para karyawan kalau kamu pacaran sama Violet, karena kamu dan Violet sering bersikap mesra dan si Violet pun sering memeluk kamu."


"Apa? jadi percaya sama gosip murahan seperti itu? aku kan, sudah bilang kalau si Vio itu wanita yang selalu membuat aku kesal dan kadang-kadang kelakuan dia itu konyol, suka tiba-tiba meluk gak jelas jadi, kamu gak usah dengerin gosip murahan seperti itu."


Bobby menatap tajam ke arah Nata membuat Nata jadi salah tingkah.


"Ngapain kamu tatap aku kaya gitu?" tanya Nata gugup.


"Jangan bilang kamu suka sama si Violet?" goda Bobby.


"Ishh...apaan sih, jangan bicara sembarangan.'


Nata pun bangkit dari duduknya dan langsung pergi dari ruangan Bobby, sedangkan Bobby hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Nata.


Semua karyawan sudah mulai masuk dan kantor pun sudah terlihat sepi, Nata pun memutuskan untuk pergi ke restoran di seberang perusahaannya. Dia ingin sarapan karena tadi pagi dia belum sempat sarapan.


Nata masuk ke dalam restoran sembari mengotak-ngatik ponselnya, hingga tanpa sadar Nata pun menabrak seseorang.


"AW."


"Astaga, maaf-maaf Mba saya gak sengaja," seru Nata.


Wanita itu tampak memperhatikan Nata, Nata pun mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah si wanita dan betapa terkejutnya Nata saat melihat siapa wanita yang dia tabrak itu.


"Gisel," batin Nata.

__ADS_1


Nata benar-benar tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan wanita yang dulu sangat Nata cintai itu.


__ADS_2