Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 20 Skak Mat


__ADS_3

"Halo, apakabar semuanya!" sapa Vio dengan senyumannya.


"Kamu Violet kan, ya ampun pacar kamu tampan sekali mana mobilnya keren banget pasti pacar kamu seorang milyarder," sinis Tita.


"Jelas dong, tanpa aku beritahukan saja kalian sudah bisa melihatnya kan?" sahut Vio dengan sombongnya.


"Alah, palingan cuma pegawai bank atau jangan-jangan cuma pegawai bengkel dan memakai mobil bengkel," ledek Arif pacar Tita.


Uhuk..uhuk..uhuk..


Adi sampai tersedak, bukanya Nata yang tersindir justru Adi yang tersindir karena memang dia yang pegawai bengkel dan meminjam salah satu mobil dari bengkel itu.


Pelangi mengusap punggung Adi. "Sabar Di, kita harus kuat sekarang," bisik Pelangi.


Semuanya pun mulai duduk, seperti biasa mereka menyindir dan meledek Pelangi serta Vio yang disangkanya sudah berbohong.


Nata tampak celingukan, dia terus saja mengirim pesan kepada Tama tapi pesannya sama sekali tidak dibaca.


"Sial, pasti dia lagi sibuk dengan wanita-wanita nakalnya," batin Nata.


"Mas Nata jangan celingukan begitu, aku tahu kamu baru pertama masuk restoran mewah seperti ini tapi jangan norak, biasa saja," bisik Vio.


Nata menggigit bibir bawahnya, ingin sekali rasanya Nata menjitak Violet yang sembarangan menyebut dirinya norak.


"Ayo semuanya di makan, makanan ini biar aku yang bayar," seru Arif sombong.


"Pacar aku kaya kan, sampai-sampai semua makanan ini dia yang traktir," seru Tita bangga.


Pelangi dan Adi tidak bisa kontrol kelakuan mereka, mereka makan dengan lahapnya sampai-sampai semua orang menertawakan keduanya.


"Ya ampun, makanya biasa saja kali. Kami tahu kalian belum pernah makan makanan yang mahal seperti ini kan?" ledek salah satu wanita sehingga membuat semuanya tertawa.


Pelangi dan Adi langsung menghentikan makan, wajah keduanya tampak merah menahan malu.


"Kurang ajar sekali mereka, menghina Pelangi dan Adi," batin Vio.


Arif yang duduk di samping Nata, kemudian menepuk pundak Nata membuat Nata menatap tajam ke arah Arif. Nata paling tidak suka disentuh oleh pria mana pun yang sama sekali tidak dia kenal.


"Kenapa kamu diam saja? ayo makan, aku yakin kamu belum pernah makan steak semahal ini kan? atau jangan-jangan, lidah kamu tidak mengenalnya dan kamu ingin makan gado-gado? maaf di sini gak ada menu gado-gado, kecuali kalau kamu mau makan di pinggir jalan," hina Arif dengan tawanya.

__ADS_1


Lagi-lagi semua orang ikut tertawa membuat Nata mengepalkan tangannya.


"Vio, pacar kamu kerja di mana?" sinis Tita.


"Dia bekerja di------"


Belum juga Vio meneruskan jawabannya, Tita langsung memotong ucapannya.


"Apa dia bekerja di tempat kerja yang sama denganmu? di PT Anggasta Group?" sindir Tita.


"Oh, jadi kamu bekerja di PT. Anggasta Group? asalkan kamu tahu ya, pemilik perusahaan itu adalah sahabat aku bahkan dia sudah menganggap aku sebagai saudaranya sendiri loh," seru Arif dengan PDnya.


Nata menaikan satu alisnya mendengar ucapan Arif, bahkan saat ini Nata tampak menarik sudut bibirnya.


Ingin rasanya Nata meludahi wajah pria tengil yang ada di hadapannya itu, berani sekali dia bilang kalau dia sahabatnya Nata, kenal saja tidak.


"Oh, kamu sahabatnya pemilik PT.Anggasta Group? memangnya siapa nama pemilik perusahaan itu? perasaan tidak ada yang tahu siapa pemiliknya, tapi kok kamu hebat bisa mengenalnya?" sahut Nata dengan santainya.


"Iyalah, aku kan sahabatnya bahkan kedua orangtua dia sudah menganggap aku sebagai anak mereka sendiri."


"Hebat banget ya," sahut Nata dengan menahan tawanya.


Nata sudah benar-benar kesal kepada sikap Arif yang memang sudah menghinanya itu.


"Maaf teman-teman, aku permisi ke toilet dulu," seru Arif.


"Jangan lama-lama, sayang," seru Tita.


"Oke."


Arif pun mulai melangkahkan kakinya menuju toilet, dan tidak lama kemudian Nata pun bangkit dari duduknya.


"Kamu mau ke mana, Mas?" tanya Vio.


"Toilet."


"Memangnya kamu tahu toiletnya di mana? mau aku antar?"


Seketika Nata membelalakan matanya dan menatap tidak suka kepada Vio, tanpa banyak bicara Nata pun menyusul Arif di toilet, Nata ingin memberikan sedikit syok terapi kepada pria songong itu.

__ADS_1


Nata berdiri di depan pintu toilet, menunggu Arif keluar dari toilet itu dan tidak lama kemudian, Arif pun keluar.


"Astaga, aku sampai kaget. Kamu mau ke toilet juga? apa kamu tahu bagaimana cara menggunakan toiletnya soalnya di sini toiletnya pakai sensor, kalau tidak tahu aku kasih tahu ya jadi--------"


Bugggg.....


Belum juga Arif melanjutkan ucapannya, Nata sudahenghadiahi Arif dengan satu pukulan sampai-sampai Arif tersungkur ke lantai.


"Apa-apaan kamu? main pukul orang sembarangan, kamu gila ya!" bentak Arif.


Nata mencengkram jas Arif dan menyudutkan tubuh Arif ke dinding.


"Arif Permana putra dari Hendra Permana," seru Nata.


Arif membelalakkan matanya. "Dari mana kamu tahu nama Ayahku?"


"Kita belum kenalan kan? namaku Nata Anggasta pemilik PT.Anggasta Group, Hendra Permana adalah staff bagian produksi, kamu mau aku pecat dia karena tadi kamu sudah menghinaku."


Seketika Arif tampak terkejut, dia memang sering mendengar kalau nama pemilik perusahaan itu Nata Anggasta tapi dia tidak tahu wajahnya seperti apa.


"Ja-jangan Tu-tuan, jangan pecat Ayahku, aku minta maaf karena aku tidak tahu siapa anda."


"Lain kali, jaga ucapanmu jangan menghina orang sembarangan. Satu lagi, cukup kamu yang tahu siapa aku jangan sampai siapa pun tahu, kalau sampai semuanya bocor, kamu akan tahu akibatnya," ancam Nata.


"Ba-baik Tu-tuan."


Nata melepaskan cengkeramannya, Arif benar-benar kena skakmat kali ini.


Akhirnya acara reunian itu berubah menjadi canggung, apalagi Arif dia langsung bungkam dan tidak bicara apa-apa membuat semua orang bingung termasuk Vio dan Perlangi.


*


*


*


Hallo guys, ini up yang terakhir ya mulai besok sampai hari Minggu Authornya mau liburan tahun baru dulu nanti disambung lagi habis tahun baruπŸ™πŸ™


Untuk semuanya, selamat berlibur dan HAPPY NEW YEARπŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰

__ADS_1


__ADS_2