Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 12 Curhat


__ADS_3

3 hari pun berlalu, dan ini saatnya Nata dan Bobby kembali ke Indonesia. Entah kenapa, 3 hari tanpa diganggu Vio rasanya ada yang hilang dalam diri Nata mungkin karena sudah terbiasa, makanya Nata merasa rindu akan tingkah konyol Vio walaupun banyak menyebalkannya.


Malam ini, Vio sedang duduk di teras kontrakannya dengan melamun, sedangkan Pelangi sudah tepar karena kecapean.


"Stop Bob, sampai sini saja."


"Oke, eh tunggu, itu si Violet kan?" tanya Bobby.


"Iya."


"Kok aku jadi curiga ya, dibalik permintaan kamu mempekerjakan Violet di kantor. Yakin, hanya sebatas karena kamu gak mau direcoki oleh dia? atau jangan-jangan-----"


"Jangan-jangan apa? sudah sana kamu pulang, aku juga sudah capek ingin cepat-cepat istirahat," ketus Nata.


"Oke, aku pulang dulu."


Bobby pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kontrakan, Nata perlahan melangkahkan kakinya tapi karena Vio sedang melamun, akhirnya dia pun tidak tahu kalau Nata sudah pulang.


"Woi, ngelamun aja, kesambet baru tahu rasa kamu," seru Nata.


Vio tersentak, dia benar-benar kaget dengan suara Nata.


"Astagfirullah, aku kira kamu setan," seru Vio dengan memegang dadanya.


"Masa iya ada setan tampan kaya gini," sahut Nata.


Nata pun menghampiri Vio dan duduk di samping Vio.


"Kamu dari mana Mas? kok 3 hari ini menghilang?" tanya Violet.


"Kenapa? kamu rindu ya, sama aku?"


"Idih, apaan, jangan ngaco."


"Nih, buat kamu."


Nata merogoh saku jaketnya dan memberikan sebuah coklat mahal, walaupun coklatnya kecil tapi harganya jangan ditanya.


"Hah, bukanya ini coklat mahal itu ya?" seru Violet membelalakkan matanya.


"Lah, kok kamu tahu?"


"Soalnya dulu waktu kuliah, ada salah satu teman aku pacarnya seorang pengusaha dan setiap pacarnya melakukan perjalanan bisnis, dia suka kasih oleh-oleh coklat kaya gini."


Violet langsung membukanya dan langsung memasukan semuanya ke dalam mulutnya, sampai-sampai mulutnya penuh dengan coklat.


"Astaga, ngapain kamu sampai kaya gitu makannya?" seru Nata.


"Soalnya takut si Pelangi bangun dan minta coklatnya," sahut Vio dengan mulut penuh coklat.

__ADS_1


Nata hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Vio, dan justru inilah sikap Vio yang dirindukan oleh Nata.


"Kamu ngapain malam-malam melamun diluar kaya gini?" tanya Nata.


"Aku rindu sama Ibu aku, Mas. Sudah 2 tahunan aku tidak pulang ke kampung."


"Kenapa?"


"Aku tidak mau pulang sebelum sukses Mas, aku hanya ingin membahagiakan Ibu saja karena selama ini aku belum pernah membuat Ibu bahagia yang ada, aku selalu saja merepotkannya," sahut Vio.


"Oh, jadi itu alasan kamu ingin mempunyai pendamping orang kaya, supaya Ibumu bangga, begitu?"


"Enggak juga sih, Ibu aku gak pernah minta apa pun dari aku bahkan aku pun cuma mengkhayal saja ingin punya pacar orang kaya karena pada kenyataannya mana ada orang kaya dan tampan yang mau sama wanita melarat kaya aku."


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kali aja jodoh kamu memang orang kaya."


"Amin Ya Allah!" teriak Vio dengan mengusap wajahnya.


"Allahuakbar, sampai kaget aku. Bisa tidak, ngomongnya pelan-pelan aja," seru Nata sampai memegang dadanya.


"Eh, ngomong Amin itu harus keras supaya terkabul."


Nata mendelikan matanya ke arah Vio...


"Oh iya, Mas Nata belum jawab pertanyaan aku. Mas dari mana saja 3 hari menghilang? terus, Mas dapat dari mana coklat mahal itu? gak mungkin Mas mampu membelinya sendiri," seru Vio.


Nata menjitak kening Vio dengan gemasnya membuat Vio meringis kesakitan.


"Enggak juga sih, tapi ya kalau Mas tinggal di kontrakan itu artinya Mas orang gak punya sama kaya aku, soalnya gak mungkin kalau orang kaya mau tinggal di kontrakan," sahut Violet.


"Itu coklat pemberian temanku, dia seorang pengusaha sukses dan kemarin aku menghilang 3 hari karena aku ada kerjaan lain yang harus aku kerjakan."


"Hah, Mas Nata punya teman pengusaha sukses? apa dia sudah menikah?" tanya Vio antusias.


Lagi-lagi Nata menjitak kening Violet...


"Mas itu kenapa sih? suka banget menjitak kening aku, sakit tahu," keluh Vio.


"Habisnya, kayanya otak kamu langsung cemerlang kalau mendengar kata pengusaha."


"Iya dong Mas, namanya juga usaha kali aja teman Mas itu berjodoh denganku."


"Jangan mimpi."


Nata pun bangkit dari duduknya dan langsung masuk ke dalam kontrakannya meninggalkan Violet.


"Sensi amat."


Violet pun akhirnya memilih masuk ke dalam kontrakan juga karena sudah malam dan besok harus bangun pagi-pagi.

__ADS_1


***


Keesokan harinya....


Seperti biasa, Vio dan Pelangi bangun pagi-pagi.


"Vio, hari ini aku bawa motor dulu ya, soalnya kemarin ada masalah dengan remnya dan aku belum sempat memperbaikinya jadi sekarang aku mau memperbaikinya," seru Pelangi.


"Oke."


"Oh iya, kontrakan Mas Nata kelihatan terang, apa dia sudah pulang ya?"


"Sudah tadi malam."


"Kok kamu tahu?"


"Ya soalnya tadi malam aku lagi nongkrong di teras, dia pulang."


"Dia habis dari mana?" tanya Pelangi.


"Katanya sih ada kerjaan sampingan."


"Oh, ya sudah kalau begitu aku duluan ya, kamu hati-hati."


"Siap."


Pelangi pun segera melesat ke tempat kerjanya, sedangkan Vio dengan terburu-buru berlari menuju pangkalan ojeg. Kali ini dia tidak mau menyusahkan Nata, kasihan juga kalau harus terus-terusan direcoki.


Sementara itu, Nata baru saja bangun. Tidurnya tadi malam benar-benar sangat nyenyak, dia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Nata pun sudah selesai mandi.


"Tumben pagi ini duo keong racun gak recokin aku? Biasanya juga, salah satu dari mereka bakalan gangguin aku karena motornya dipakai, tapi pagi ini rasanya tentram banget hidup aku," seru Nata dengan mendudukkan tubuhnya di atas kursi.


Ponsel Nata bergetar dan Nata mendapatkan pesan kalau Nata diberhentikan jadi anggota Ojeg online karena rating-nya yang selalu menurun. Bahkan banyak sekali yang memberi bintang 1, dan komplain dari banyak costumer kalau Nata sering membatalkan pesanan tiba-tiba.


"Sial, aku diberhentikan lagi," gumam Nata.


Ponsel Nata kembali berdering, kali ini Bobby yang menghubunginya.


📞"Ada apa, Bob?"


📞"Nat, siang ini jam 10 kamu ada pertemuan dengan perwakilan dari China untuk menandatangi kontrak pengesahan perusahaan cabang yang ada di China."


📞"Oke, atur saja jangan adakan pertemuan di kantor soalnya aku takut ketahuan sama si Vio."


📞"Kalau begitu, nanti aku hubungi kamu lagi."


📞"Kirim sarapan buat aku."

__ADS_1


📞"Siap."


Nata pun memutuskan sambungan teleponnya, dia pun mengambil laptop dan mengerjakan pekerjaannya sembari menunggu sarapannya datang dan tidak membutuhkan waktu lama, seorang kurir pun datang untuk mengantarkan sarapan dan kopi untuk Nata.


__ADS_2