Cinta Sang Milyarder

Cinta Sang Milyarder
Bab 21 Kepulangan Arya


__ADS_3

Nata mengajak Violet, Pelangi, dan Adi untuk pulang, Nata sudah terlanjur bad mood.


"Di, makasih ya sudah mau nganterin aku," seru Pelangi.


"Oke, kalau begitu aku pulang dulu, ya."


Adi pun pergi meninggalkan kontrakan, sedangkan Nata, Vio, dan juga Pelangi duduk di teras dengan meminum minuman kaleng yang Nata ambil dari dalam lemari esnya.


"Kenapa kamu cemberut seperti itu?" tanya Nata.


"Aku belum sempat makan steak mahal itu, tadi Mas Nata keburu ngajak pulang," sahut Vio dengan cemberutnya.


"Aku sama Adi masih untung karena bisa merasakan steak paling mahal itu," seru Pelangi bangga.


"Rasanya bagaimana Pel? pasti enak ya?"


"Enak banget Vio."


Nata menyunggingkan senyumannya sembari meneguk minuman kaleng itu.


"Yakin, itu steak paling mahal? kalian itu jadi orang jangan bodoh, makanya bisa kena tipu orang. Kalau kalian ingin merasakan steak paling mahal, nanti aku bawa kalian makan steak yang paling mahal," seru Nata.


"Hah, serius Mas? asyik," sahut Pelangi antusias.


Vio memicingkan matanya ke arah Nata dan Nata tahu itu.


"Ngapain kamu lihatin aku kaya gitu?"


"Kok aku jadi curiga ya sama kamu, Mas. Jangan-jangan kamu-----"


Nata langsung melotot ke arah Vio, Nata takut kalau Vio curiga.


"Jangan-jangan apa?" tanya Nata gugup.


"Jangan-jangan Mas Nata melakukan pesugihan ya," seru Vio dengan menunjuk wajah Nata.


"Astagfirullah, sepertinya otak kamu butuh di servis deh. Pergi sana ke bengkel tempat Pelangi kerja, servis otak kamu biar agak benar sedikit cara berpikirnya. Enak saja, pesugihan matamu so'ek," geram Nata.


"Ya kali aja Mas Nata melakukan pesugihan soalnya uang Mas Nata banyak, ditambah Mas Nata sering menghilang dari kontrakan secara tiba-tiba, sangat mencurigakan sekali," seru Vio.


"Nah, dulu aku juga sempat berpikiran seperti itu, Vio," sambung Pelang.


"Kalian benar-benar gila," kesal Nata.


Ketiganya pun akhirnya memutuskan untuk berbincang-bincang sebentar, hingga tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 23.30.


"Sudah malam, kita tidur," seru Nata.


"Iya nih, aku juga sudah ngantuk banget," sahut Vio.


Ketiganya pun memutuskan untuk masuk ke dalam kontrakan masing-masing.

__ADS_1


***


Keesokan harinya...


Hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang paling ditunggu-tunggu bagi para pekerja soalnya di hari itu mereka libur dan bisa beristirahat sepuasnya.


Begitu pun dengan Vio dan Pelangi, mereka saat ini masih bergelung dengan selimutnya. Dan ternyata, Nata juga masih terlelap dalam tidurnya.


Nata tampak menggerakkan tubuhnya saat mendengar suara orang-orang yang berisik di depan kontrakannya.


"Ya ampun, Ibu-ibu itu kurang kerjaan sekali, pagi-pagi sudah ngeghibah mana ngeghibah ya di depan kontrakan orang lagi, tidak tahu apa kalau aku masih ngantuk," gerutu Nata.


Nata pun perlahan bangkit dari ranjangnya dan dengan langkah gontai, berjalan ke depan jendela dan mengintip dari balik jendela.


Betapa terkejutnya Nata, saat melihat Ibu-ibu yang sedang heboh membicarakan mobil sport miliknya. Bahkan mereka tampak mengelus dan berfoto ria di depan mobil Nata.


"Astaga, awas saja kalau mobil aku tergores atau pun lecet, aku tuntut kalian," geram Nata.


Nata pun berniat untuk melanjutkan tidurnya tapi tiba-tiba saja ponsel Nata berbunyi dan tertera nama Mommy Anita di sana.


📞"Halo Mom."


📞".............…."


Seketika Nata terdiam, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi mendengar ucapan dari Maminya. Nata pun memilih memutuskan sambungan teleponnya.


"Sial, ngapain dia kembali?" geram Nata.


mendengar kalau Kakaknya Arga pulang. Hubungan Nata dan Arga tidak baik-baik saja, apalagi setelah kejadian Gisel, Nata semakin tidak suka kepada Arga.


Satu pesan masuk ke ponsel Nata...


📩"Nata, nanti malam kamu pulang ya, soalnya Mami dan Papi ingin berkumpul sekeluarga makan malam, merayakan kepulangan Arga."


Nata langsung melempar ponselnya ke atas tempat tidur.


Sementara itu, di kediaman Anggasta Mami Anita dan Papi Kara merasa sangat bahagia karena putra pertamanya akhirnya pulang juga.


"Mami sangat merindukanmu, Arga."


"Arga juga sangat merindukan kalian, oh iya si kulkas ke mana?" tanya Arga.


"Nata sudah lama pergi dari rumah," sahut Mami Anita.


"Pergi dari rumah? maksudnya apa?"


"Dia tinggal di kontrakan, katanya dia ingin mencari wanita yang bisa menerima dia apa adanya makanya dia tinggal di kontrakan kecil dan bekerja sebagai OB di perusahaannya sendiri," sahut Mami Anita.


"Hah, ada-ada saja. Memangnya di dunia ini masih ada wanita yang tulus? kebanyakan wanita zaman sekarang itu yang dilihat harta," seru Arga.


Setelah berbincang-bincang sebentar, Arga pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


Malam pun tiba....


Nata bersiap-siap untuk pulang, karena Mommy Anita terus saja mengirim pesan kepada Nata dan Mommy Anita mengancam akan menangis semalaman kalau Nata tidak pulang.


Mommy Anita memang tahu apa kelemahan Nata, Nata paling tidak bisa melihat Mommynya menangis.


Nata segera mengambil kunci mobilnya dan keluar dari dalam kontrakannya.


"Mas Nata mau ke mana?" tanya Vio yang baru saja pulang dari warung.


"Kepo."


"Idih, menyebalkan sekali anda."


Nata tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Vio membuat Vio membelalakkan matanya, lalu Nata pun masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kontrakan.


"Astaga, kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini? ingat Vio dengan cita-citamu, kalau kamu harus mencari pria kaya," seru Vio bermonolog kepada dirinya sendiri.


Vio menghembuskan napasnya secara kasar, setelah itu Vio pun masuk ke dalam kontrakannya.


Beberapa saat kemudian, Nata pun sampai di rumahnya dan dia langsung masuk ke dalam rumahnya. Terlihat Arga dan kedua orangtuanya sudah duduk di meja makan dengan sekali-kali tertawa bersama.


"Akhirnya kamu pulang juga, sayang," seru Mommy Anita.


Nata langsung duduk tanpa menyapa Arga, Arga hanya bisa menyunggingkan senyumannya.


"Apakabar Nat?"


"Baik, sangat baik," ketus Nata.


"Sudah, ngobrolnya nanti saja kita makan dulu," seru Daddy Kara.


Selama makan malam, tidak ada yang bicara sama sekali bahkan Mommy Anita dan Daddy Kara hanya bisa saling pandang satu sama lain, Mereka tahu atas perseteruan kedua putranya itu.


Setelah selesai makan malam, Nata pun langsung bangkit dari duduknya.


"Makan malamnya sudah selesai kan? kalau begitu Nata kembali lagi ke kontrakan," seru Nata.


Nata pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan rumah kedua orangtuanya itu.


"Nata, tunggu!" seru Arga.


Nata menghentikan langkahnya dan berdiri mematung tanpa membalikan tubuhnya.


"Apa kamu masih marah kepadaku?" tanya Arga.


Nata mengangkat sudut bibirnya. "Tanpa aku menjawab pun, kamu pasti tahu apa jawabannya."


Nata langsung naik ke atas motornya dan menyimpan mobilnya, lalu pergi meninggalkan rumah dan meninggalkan Arga.


"Kamu belum mendengar apa alasanku melakukan semua itu," batin Arga.

__ADS_1


__ADS_2