
Keesokan harinya....
Nata saat ini sedang memanaskan motornya di depan kontrakannya.
"Mas Nata, duluan!" teriak Pelangi.
Nata hanya mengangkat tangannya tanpa menjawab ucapan Pelangi. Tidak lama kemudian, Vio pun keluar dari kontrakannya dan langsung berjalan melewati Nata.
"Tumben tuh anak, gak merengek minta ikut bareng," batin Nata.
Vio menunggu di pinggir jalan, menunggu angkot lewat. Nata segera memakai helmnya dan mulai melajukan motornya.
"Gak mau ikut?" seru Nata.
"Enggak ah, malu ikut Mas Nata terus mana hutang aku sudah banyak lagi sama Mas Nata," sahut Vio.
"Yaelah, buruan naik."
Wajah Vio langsung berbinar kesenangan, dan tanpa basa-basi langsung naik ke atas motor Nata.
"Katanya gak enak ikut aku terus, tapi kok aku ajak kamu langsung nemplok aja," ledek Nata.
"Eh, kalau ada yang ngajak itu jangan dianggurin."
"Ya, basa-basi dulu kek, tahan harga kek, ini mah langsung nemplok aja."
"Aku gak suka basa-basi Mas, aku memang malu nebeng terus sama Mas Nata tapi kalau Mas Nata yang maksa, aku tidak akan menyia-nyiakannya," sahut Vio dengan sengirannya.
"Heleh, perasaan aku gak maksa kamu loh, aku cuma nawarin doang," seru Nata.
Vio menepuk pundak Nata. "Buruan jalan, nanti telat loh."
Nata pun langsung melajukan motornya menuju kantor.
Sesampainya di kantor, Vio langsung ke ruangannya dan Nata segera pergi ke ruangannya juga.
"Bob, motor yang biasa aku pakai olinya belum diganti, bisakah kamu ganti dulu sekarang," seru Nata.
"Oke, sekarang aku ke bengkel buat ganti oli motormu."
Bobby pun segera keluar dari ruangan Nata dan pergi ke bengkel untuk mengganti oli motor Nata. Sedangkan Nata, mulai mengecek pekerjaannya yang sudah beberapa hari ini terbengkalai.
"Astaga, si Nata benar-benar keterlaluan, mana bisa seorang Bobby harus naik motor panas-panasan seperti ini. Mana gaya rambutku jadi berantakan karena harus pakai helm, gak tahu apa aku itu sudah sejak subuh menata rambutku," gerutu Bobby.
Dengan wajah cemberut, Bobby pun segera mengendarai motornya menuju bengkel dan lagi-lagi Bobby membawanya ke bengkel tempat kerja Pelangi.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Bobby pun sampai di bengkel. Pak Edo sampai membelalakkan matanya saat melihat Bobby datang dengan mengendarai motor.
"Ya ampun Pak Bobby, kenapa pakai motor?" tanya Pak Edo.
__ADS_1
"Gak apa-apa, aku mau motor itu diganti olinya."
"Baik Pak. Pelangi! Pelangi!"
"Siap, Pak Edo."
Pelangi datang dengan wajah yang cemong, membuat Bobby harus menahan tawanya.
"Tolong kamu ganti oli motornya Pak Bobby."
"Siap Pak."
Pelangi tersenyum ke arah Bobby membuat Bobby mengerutkan keningnya, tapi Pelangi terus saja tersenyum sampai lupa dengan perintah yang diberikan oleh Pak Edo.
"Pelangi, kamu dengar kan apa yang sudah saya perintahkan? kenapa malah senyam-senyum gak jelas!" bentak Pak Edo.
"Allahuakbar, maaf Pak. Kalau begitu saya segera mengerjakannya."
Pelangi langsung berlari menghampiri motor Bobby, tapi seketika Pelangi mengerutkan keningnya dan memutari motor itu sampai berkali-kali.
"Bukanya ini motornya Mas Nata ya? aku yakin, ini motor Mas Nata," gumam Pelangi.
Pelangi lagi-lagi memutari motor itu, lalu menoleh ke arah Bobby yang saat ini sedang sibuk mengotak-ngatik ponselnya.
"Pak Bobby bilang kalau ini motor Bosnya, ah iya, aku juga baru ingat kalau Pak Bobby sempat menyervis mobil sport yang kemarin dipakai sama Mas Nata juga. Jangan-jangan Mas Nata-------"
"Pelangi, kenapa kamu malah bengong sih? cepat ganti olinya!" teriak Pak Edo.
"Siap Pak."
"Pak Bobby tadi bilang, ini motor Bosnya. Jangan-jangan Mas Nata adalah Bosnya Pak Bobby," batin Pelangi.
Beberapa saat kemudian, Pelangi pun sudah selesai mengganti oli motornya. Pelangi berniat menghampiri Bobby tapi tinggal beberapa lagi dekat dengan Bobby, Pelangi tersandung kakinya sendiri hingga Pelangi pun hampir saja terjatuh namun, Bobby dengan sigap menangkapnya.
Untuk sesaat mereka saling pandang satu sama lain, hingga Bobby sadar kalau tangan Pelangi kotor dengan oli.
"Astaga, jas aku jadi kotor."
Spontan Bobby melepaskan pegangannya dan akhirnya Pelangi pun terjatuh ke lantai.
"AW....."
"Ah menyebalkan sekali, kamu sengaja ya ingin memelukku? lihat, jas aku jadi kotor begini!" sentak Bobby.
"Ya ampun, badan aku sakit Mas. Jahat banget jadi cowok, bagaimana kalau tulang ku ada yang patah? pokoknya aku gak mau tahu, anda harus ganti rugi untuk biaya pengobatan ku," sahut Pelangi.
Seketika Bobby menatap Pelangi, dia mengingat sepertinya dia pernah mendengar kata-kata itu.
"Ah, iya aku baru ingat, kamu wanita yang di pom bensin kan? yang waktu itu bilang tertabrak mobilku dan minta ganti rugi?" seru Bobby.
__ADS_1
Pelangi langsung membelalakkan matanya, dia tidak menyangka kalau Bobby akan mengingatnya. Pelangi hanya bisa menyunggingkan senyumannya tanpa bisa menjawab ucapan Bobby.
"Bagaimana sekarang? kelihatannya kamu tidak apa-apa dan sehat."
"Ya, memang aku tidak apa-apa, waktu itu aku cuma menipumu karena gak punya uang buat beli bensin," gumam Pelangi dengan polosnya.
"Apa?"
Pelangi kembali tersentak, dia sampai beberapa kali memukul bibirnya karena sudah keceplosan.
"Bodoh, bodoh, kenapa aku sampai bisa keceplosan begini sih?" batin Pelangi.
Bobby menatap tajam ke arah Pelangi. "Jadi, waktu itu kamu menipuku, ya?"
"Ti-tidak Mas, aku tidak menipumu."
"Terus, kalau tidak menipu, apa namanya? aku akan laporkan ke polisi karena kamu sudah berani menipuku," ancam Bobby.
Pelangi terkejut, dia langsung bersujud dan memeluk kaki Bobby membuat Bobby kaget dan menjadi pusat perhatian orang-orang.
"Jangan Mas, aku mohon jangan laporkan aku ke Polisi, aku tidak bermaksud menipu Mas, aku hanya meminjam saja, nanti kalau aku sudah gajian aku ganti uang Mas."
"Lepaskan, kamu membuatku malu. Mana orang-orang melihat ke arah sini lagi, cepat bangun," bisik Bobby.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan kaki Mas sebelum Mas mau memaafkan ku dan berjanji tidak akan melaporkanku kepada Polisi."
Bobby tampak kesal, hingga akhirnya Bobby pun memilih mengalah.
"Oke, aku tidak akan melaporkanmu kepada Polisi, sekarang cepat lepaskan kakiku."
Pelangi pun melepaskan kaki Bobby dan langsung berdiri sembari tersenyum.
"Terima kasih Mas Bobby, aku janji aku akan mengganti uang Mas Bobby kalau aku sudah gajian."
Pelangi melihat ponsel Bobby dan dengan cepat merebutnya dari tangan Bobby.
"Berapa passward ponsel Mas Bobby?" tanya Pelangi.
"Mau ngapain kamu? kembalikan ponselku, sungguh tidak sopan," kesal Bobby.
Pelangi yang tidak mau berlama-lama, akhirnya mengambil jari telunjuk Bobby dan menempelkannya di ponsel Bobby.
Setelah ponsel Bobby terbuka, Pelangi langsung menyimpan nomornya dan kemudian menyerahkannya kembali kepada Bobby.
"Itu nomor ponselku, jadi nanti tanggal 1 Mas Bobby hubungi aku saja, aku akan ganti uang Mas Bobby. Kalau begitu aku pamit bekerja lagi ya, terima kasih Mas Bobby tampan."
Pelangi langsung berlari meninggalkan Bobby, Bobby melihat ponselnya.
"Si cantik, apa-apaan ini kasih nama narsis banget," gumam Bobby.
__ADS_1
Bobby melihat jam tangannya dan ternyata sudah siang, dia pun dengan cepat menaiki motornya dan pergi meninggalkan bengkel.