
Hingga malam menyapa dan waktu makan malam pun tiba,namun sosok yang begitu ingin Agam lihat belum juga menampakan dirinya disana.
Kegelisahan Agam pun tidak luput dari pandangan Monica yang duduk tepat dikursi disamping nya.
"Kamu kenapa sih?kok gelisah gitu?"tanya Monica yang kesal karena terus di abaikan oleh Agam.
"Maaf aku sudah kenyang,aku istirahat duluan"
Tanpa menunggu jawaban dari Monica Agam pun langsung melesat kearah kamar Monica dan masuk kembali ke arah pintu ruang kerja Monica yang kebetulan salah satu pintunya terhubung keruang karja itu.
Merasa ada yang tidak beres Monica pun segera mengusul Agam yang sudah masuk kedalam kamarnya terlebih dahulu.
Namun kecewa yang didapat Monica saat tidak melihat Agam didalam sana.Monica pun menatap kesal kesebuah pintu yang tadi dimasuki oleh Agam.
"Kenapa aku begitu ceroboh sih hingga tidak menyadari poin apa yang masukkannya kedalam kontrak itu,menyebalkan"gumam nya menghentakan kakinya karena kesal akan keadaan.
Meski sudah susah payah menjerat pria muda itu,nyatanya Monica masih butuh usaha yang lebih keras lagi agar Agam terpikat oleh pesona nya.
.
[Flash Back...]
Setelah acara perkenalan antara Kayla dan Agam sebagai ayah dan anak sambung usai,Monica segera membawa Agam masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Sudah tidak sabar rasanya bagi Monica sendiri untuk segera memeluk tubuh kekar pria yang sudah cukup lama dia idamkan.
"Masuklah ini kamar kita"ucap Monica memperlihatkan kamar pribadinya pada Agam.
Agam sendiri masih betah dengan diamnya.Mulutnya terkunci rapat tidak mengeluarkan suara sedikit pun.
Namun sebuah pelukan tiba tiba mengejutkan nya dan segera membangunkannya dari lamunan panjang nya tentang bagaimana Starla saat ini.
Karena dibuat kaget oleh pelukan Monica yang tiba tiba,Agam langsung reflek melepas dan mendorong tubuh Monica agar menjauh dari tubuhnya.
"Kenapa?ada apa?kenapa kamu mendorongku?kasar sekali"gerutu Monica saat Agam dengan kasar mendorong tubuhnya agar memberi jarak.
"Bukan kah sudah jelas tertulis dalam kontrak kalau tidak akan pernah ada kontak fisik diantara kita,apa kamu lupa atau tidak membaca ulang kontrak itu?"jelas Agam yang membuat monica membelalakann matanya.
"Ingat Tante,aku hanya bersedia menikah kontrak denganmu bukan menyetujui kamu menyentuhku.Tubuh ini akan menjadi milik wanita yang aku cintai bukan wanita yang mencintai aku.Lebih baik kamu baca ulang isi kontraknya biar tidak ada salah paham diantara kita"
Tanpa menjelaskan apapun lagi Agam pun langsung keluar dari kamar itu menuju kekamar yang terletak disamping kamar Monica yang tidak lain adalah ruang kerja wanita itu.
Agam merasa lega saat masuk kesana terdapat sebuah sofa berukuran cukup besar untuk dia gunakan sebagai tempatnya untuk tidur.
Namun satu hal yang membuat perhatian nya teralihkan yaitu satu buah pintu yang sepertinya itu adalah pintu penghubung untuk menghubungkan kamar Monica dengan ruangan itu.
Sementara Monica sendiri kembali mengambil kontrak pernikahannya dengan Agam dan alangkah terkejutnya Monica saat Agam menambahkan beberapa poin didalam kontrak perkawinan itu.
__ADS_1
Salah satunya adalah tanpa adanya sentuhan fisik dan tidak pernah berbagi kamar dan yang membuat Monica tercengang adalah.Agam bebas berhubungan dengan wanita manapun yang dia mau meski masih terikat kontrak pernikahan.
"Brengsek,sialan kamu Agam.Lihat saja akan aku pastikan kamu sendiri yang berlutut dihadapanku dan merengek meminta agar aku tidak meninggalkanmu"geram Monica membanting kontrak itu sembarang arah dia yang marah dan juga kesal karena merasa kecolongan.
Rasa bahagianya bisa menikah dengan Agam meski menikah siri membuatnya bodoh dan ceroboh dan harus menyesalinya kini.Bisa menikahi namun tetap tidak bisa menyentuh.
[Flash Back end.]
*
*
Pagi menyapa dan kejadian semalam pun terulang lagi.Hanya ada dirinya dan Monica untuk sarapan sendiri.
Sementara Starla sudah berangkat terlebih dahulu kekantor,hal itu pun didapat dari sang art yang mengabarkan kalau Starla sudah berangkat terlebih dahulu.
Rasa kesal Agam pun kian bertambah saat kembali tidak mendapatkan wajah cantik yang begitu dia rindukan.
Merasa tidak ada yang ditunggu Agam pun pergi begitu saja meninggalkan Monica yang sudah menyiapkan satu porsi sarapan untuknya.
Bahkan teriakan Monica yang memanggil namanya tidak dihiraukan oleh Agam dan tetap melanjutkan langkahnya menuju motor kesayangan nya dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan Monica yang terus memanggilnya.
...****************...
__ADS_1