
"Maaf Den tapi Ibu tidak ada dirumah.Beliau sudah berangkat keluar negri pagi tadi"jawab art yang ada dirumah Monica yang seketika membuat Agam panik.
"Apa Ibu membawa non Starla Bi?"
"Kayanya sih nggak Den,tapi kurang tahu juga ya.Soalnya kalau dari rumah hanya seorang diri"
"Maaf Bi apa aku boleh lihat kamar Starla,aku hanya ingin memastikan jika Ibu membawa non Starla atau tidak"
"Boleh Den,silahkan masuk"
"Baik Bi,terima kasih"
"Sama sama Den,tapi maaf Bibi tinggal ya.Bibi masih banyak kerjaan dibelakang"
"Iya Bi tidak apa apa.Tolong jangan bilang ke Ibu kalau saya kesini dan masuk kekamar istri saya ya Bi"
"Baik Den"
"Terima kasih Bi,aku naik dulu ya Bi"
"Iya Den silahkan"
Agam pun segera berlari menuju lantai dua,dimana kamar Starla berada.Agam langsung menuju meja rias dan juga lemari Starla untuk mencari paspor milik istrinya.
Dan betapa paniknya Agam saat melihat berkas berkas penting milik Starla sudah tidak ada ditempatnya.
__ADS_1
Agam ingat betul jika dulu Starla pernah memperlihatkan dimana dirinya menyimpan semua berkas penting miliknya.
Agam berjalan gontai mencari keberadaan art dirumah itu.Sudah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang ada didalam benaknya Agam pun berniat untuk kembali ke apartemen miliknya.
"Bi,saya pamit dulu.Terima kasih sudah mengijinkan saya masuk"ucap Agam saat mendapati sang art ada diruang makan
"Iya Den,sama sama"
Agam pun kembali pulang dengan kekecewaab dan juga amarah yang kini menyelimuti dirinya saat tadi dia mendapatkan sebuah pesan dari Monica.
"Lupakan anakku,selamanya aku tidak akan pernah membiarkan kalian bersama.Jangan Khawatir,Starla aman denganku dan jalanilah hidupmu seperti semula tanpa Starla tentunya"
Itulah pesan terakhir dari ponsel Monica sebelum ponsel itu mati dan tidak bisa dihubungi.
Agam tidak menyangka jika Monica bisa melakukan apapun demi memisahkan dirinya dan juga sang istri.
Kini Agam pun hanya bisa pasrah pada takdir dan tetap terus berusaha mencari dimana keberadaan sang istri saat ini.
*
*
*
Starla sendiri,saat ini masih dalam kondisi tidak sadarkan diri didalam sebuah pesawat pribadi yang akan membawanya jauh meninggalkan Agam ditanah air.
__ADS_1
Berulang kali gagal mencelakai Starla karena selalu dihalangi oleh Leon,Monica pun setuju akan usul Leon yang menjauhkan Agam dari Starla tanpa harus menyakiti gadis itu.
Meski Leon kurang dekat dengan Starla namun Leon tidak membenarkan Monica untuk menyakiti anaknya sendiri demi obsesinya mendapatkan Agam.
Dan pada akhirnya,Monica pun setuju mengikuti rencana Leon yang membawa pergi Starla ke Prancis dan akan membuat Starla ditinggal disana,dibawah pengawasan Leon.
"Kamu yakin akan memisahkan mereka?"
"Tentu,bukankah ini yang kamu sarankan?"
"Baiklah,aku akan mendukungmu.Selama kamu tidak menyakitinya"
"Kenapa kamu begitu peduli padanya?seolah olah dia putrimu.Bahkan kamu menyewa orang untuk selalu mengawasi dan melindunginya?"
"Karena dia memang putriku.Maafkan aku karena selalu menutupi kebenaran ini.Aku harap suatu hari kita akan benar benae bisa berkumpul layaknya keluarga"gumam Leon yang hanya bisa dia ungkapkan dalam hati.
Leon pun memilih bungkam dan kembali fokus pada layar laptop yang ada dipangkuan nya.Dan hal itu mampu membuat Monica kesal karena merasa diabaikan.
*
*
*
🌸🌸🌸
__ADS_1