
Tok tok tok...
"Masuk"
"Maaf Pak,ada yang ingin bertemu dengan Bapak"ucap sekertaris Agam.
"Tamu?apa aku ada janji?"
"Tidak ada Pak,hanya saja ini tamu dadakan.Bagaimana apa Bapak mau menerima nya?"
"Baiklah,lagi pula aku juga lagi tidak terlalu sibuk.Biarkan masuk dan bawakan minuman untuk kami"
"Baik Pak"
Sekertaris itu pun kembali keluar untuk mengabarkan jika atasan nya menerima permintaan tamu dadakan itu untuk bertemu.
Tak berselang lama,Agam pun kembali mendengar sebuah ketukan pintu yang menandakan tamu itu sudah ada didepan pintu ruangan nya.
Tok tok tok....
"Masuk"
"Maaf Pak,ini tamu Bapak sudah tiba"
__ADS_1
"Baiklah,persilahkan masuk"
"Baik Pak.Mari Tuan silahkan masuk,Pak Agam sudah mempersilahkan"ucapnya.
Agam menyatukan kedua alisnya saat melihat seorang pria berperawakan tinggi dan juga masih cukup lumayan tampan di usianya yang kian matang.
"Mari silahkan duduk"ujar Agam membawa tamu menuju ke arah sofa agar lebih nyaman saat mengobrol.
"Maaf kalau boleh tahu Tuan ini siapa ya?dan apa ada yang bisa saya bantu?"tanya nya setelah keduanya duduk di sofa.
"Perkenalkan saya Leonardo Sebastian,saya Ayah dari Starla"
Deg...
Agam terkesiap,tidak ada kata Agam hanya bisa manatap tak percaya pria paru baya yang kini duduk didepan nya.
"Panjang ceritanya,aku kemari untuk mengabarkanmu jika putriku dan juga istrimu baik baik saja"
Deg...
"La_Lala?di_dimana dia sekaranga?"
"Aku tidak bisa memberi tahumu.Monica masih saja memantau dirimu dan jika dia tahu kamu kembali padanya,maka akan membahayakan nyawa putriku"
__ADS_1
"Ma_maksud Tuan?Starla dalam bahaya dan itu karena Monica?"
"Lebih tepatnya,dia akan terancam bahaya jika dia tahu kalau kalian kembali bertemu"
"La_lalu untuk apa anda menemuiku jika pada akhirnya tetap saja aku tidak bisa bertemu dengan nya?"
"Aku hanya ingin membuatmu tenang dengan memberi tahu jika dia baik baik saja dan juga memberikan ini"jelasnya dan memberikan sepucuk surat yang sengaja Starla titipkan saat tahu jika Ayahnya akan kembali ketanahnair untuk urusan pekerjaan.
Agam pun meraih sepucuk surat itu dengan tangan bergetar.3 bulan sudah tidak berkabar tentu ada perasaan bahagia saat ada satu titik cahaya dimana keduanya bisa berkomunikasi meski hanya dengan satu lembar surat.
Agam pun segera membuka dan membaca surat yang dikirim sang istri padanya.
...["Hai By,apa kabar kamu sekarang sayang?semoga perpisahan kita ini tidak membuatmu melupakan ku dan menggantikan posisiku dengan wanita lain.Sayang,aku rindu,aku rindu senyummu,aku rindu aroma tubuhmu,aku rindu semua yang ada padamu.Apa kamu juga merasa yang sama?sayangku semoga kamu tetap bertahan sampai waktu kita dipertemukan kembali.Aku akan selalu berjuang agar tetap sehat dan kuat demi bisa bersama denganmu lagi.Dan aku juga akan menjaga buah hati kita agar tumbuh dengan sehat agar kelak bisa bertemu dengan Daddy nya.Aku sangat mencintaimu Agam Wijaya,bsrtahanlah,semoga kita segera dipertemukan kembali dan bisa berkumpul dengan anak kita nanti.Jaga diri baik baik ya sayang,aku akan selalu menrindukan mu.Starla,i love you"]...
Derai air mata tidak bisa ditahan lagi oleh Agam,hingga dia mengabaikan pria paruh baya yang masih ada disana,menyaksikan bagaimana rapuhnya seorang Agam Wijaya tanpa kehadiran sang istri.
Belum lagi kabar yang diberikan sang istri tentang calon anak mereka semakin menambah rasa pedih dihatinya karena tidak bisa membersamai istrinya saat mengandung buah cinta mereka.
Dengan derai air mata Agam menuliskan surat balasan untuk istri tercintanya untuk dititipkan kembali pada Leon.
"Tolong sampaikan padanya,jika aku akan menunggunya kembali dan tidak akan pernah menggantikannya dengan wanita mana pun".
*
__ADS_1
*
🌸🌸🌸