
"Kenapa tidak bicarakan hal ini baik baik dengan nya"
"Ini,aku lagi bicarakan baik baik dengan nya"jawab Agam yang langsung menegakkan tubuhnya lalu menatap Starla dengan tatapan dalam penuh dengan kerinduan.
Starla yang masih shock hanya bisa menyatukan kedua alisnya dan belum sepenuhnya menyadari jika Agam membicarakan dirinya.
Starla semakin kebingungan saat Agam mengikis jarak dan kini tubuh keduanya sudah lebih dekat dari tadi.
Bahkan sudah menempel satu sama lain.Agam mengulurkan tangannya membelai wajah cantik Starla yang masih nampak kebingungan.
"La,kamu tahu?wanita itu adalah kamu Starla"
Deg...
"A_Agam?a_apa maksud kamu?"
"Wanita yang sudah 9 tahun ini aku cintai itu kamu Starla"
Starla masih menatap tak percaya jika dirinya baru saja mendengar sebuah ungkapan perasaan yang selama ini dia tunggu dari orang yang dia cinta dan sayangi.
Bagai mendapatkan oase ditengah kegersangan,hati Starla seketika menghangat.Bahkn menyambut baik saat bibir Agam kembali bertandang ke bibir ranumnya.
Hingga pergulatan lidah dan saling bertukar saliva pun terjadi diantara keduanya.Cukup lama pergulatan itu terjadi hingga Agam melepas pangutan itu terlebih dahului demi memberi ruang pada Starla untuk meraih oksigen.
"Agam"lirih Starla disela deru nafas yang memburu
"Apa kamu keberatan?maaf jika aku membuatmu tidak nyaman"ucap Agam sedikit kecewa karena nampaknya hanya dia yang menikmati ciuman itu.
__ADS_1
Agam pun mengurai dekapan nya dan kembali memberi jarak,merasa canggung dan juga malu atas apa yang sudah dia lakukan Agam pun berniat beranjak dari sana.
"Maaf"lirih Agam.
Agam pun bangkit dan berniat pergi.Namun langkahnya terhenti saat tangan Starla menahan dan menggenggam tangan nya.
"Mau kemana?"
"Ke_keluar,sekali lagi maaf jika aku sudah membuat kamu tidak nyaman"
"Aku akan jauh lebih tidak nyaman jika kamu pergi"
Agam pun kembali berbalik dan kembali menatap Starla secara intens.Sedangkan Starla sendiri jadi salah tingkah saat Agam menatapnya tanpa jeda.
Karena merasa bingung harus melakukan apa Starla akhirnya bangkit dan berdiri tepat didepan Agam dengan menundukan kepalanya.
Tidak kunjung mendapat respon dari Agam,Starla pun memiloih berjalan ke arah pintu terlebih dahulu namun baru juga dua langkah sebuah pelukan dari arah belakang menghentikan langkah kakinya.
"Agam"
"Biarkan begini dulu La,aku kangen kamu.Sungguh"
"Nanti Mamah pulang Gam,aku nggak mau dia salah paham"
"Tante Monica pergi keluar kota La,ada masalah dikantor cabang dan dia harus pergi kesana"
"Tapi tetap saja,kita tidak boleh begini"
__ADS_1
"Kenapa?"
Agam pun mengurai pelukkan nya dan membalik tubuh Starla sehingga kini keduanya kembali saling berhadapan.
"Apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama denganku La?apa kedekatan kita selama ini tidaka da artinya buat kamu?"
Deg...
Lagi lagi jantung Starla seolah tengan di uji ketahanannya.Pertanyaan Agam membuat hati dan juga jantung Starla tidak baik baik saja.
"Jika itu yang terjadi,maaf.Maafkan aku,aku akan berusaha mengubur rasa ini dan melupakan perasaan ini.Maaf jika sudah buat kamu tidak nyaman dengan pengakuan ku"
Ungkapan Agam bagaikan sebuah goresan pisau yang menorehkan luka dihati Starla.Ingin rasanya mengakui jika dirinya juga memiliki perasaan yang sama.Namun tidak bisa mengabaikan kehadiran Monica yang kini sudah jadi istri untuk Agam.
Meski pernikahan mereka hanya pernikahan siri dan kontrak namun tetap saja mereka masih terikat.
Hati Starla seketika terasa diremas saat Agam menjauh dan menghilang dibalik pintu yang terhubung dengan kamar Monica.
Rasa takut kehilangan pun kini menghampirinya.Tidak,Starla tidak siap kehilangan pria itu.
Pria yang selama ini selalu ada untuknya dan selalu ada disamping nya.Starla pun mengumpulkan seluruh keberanian nya lalu berlari mengejar Agam dan memeluk pria itu dari belakang saat Agam akan meraih handel pintu kamar Monica.
"Starla?"
"Jangan pergi,aku mohon tetaplah bersamaku".
...****************...
__ADS_1