Cinta Terlarang: Starla

Cinta Terlarang: Starla
Part.06


__ADS_3

Ting...


Sebuah rasa kecewa dan tidak rela dirasakan oleh Starla seiring dengan terbukanya pintu lift yang dia naiki bersama dengan Agam.


Meski tidak ada hal hal aneh yang keduanya lakukan namun apa yang Agam lakukan membuatnya begitu bahagia dan ingin rasanya waktu berhenti saja agar memont langka itu tetap dia rasakan.


"Semangat kerjanya,nanti sore kita pulang bareng,Ok"bisik Agam sebelum dirinya keluar terlebih dahulu dan berbelok ke arah kiri dimana ruangan kerjanya ada disana.


Sedangkan Starla sendiri berbelok ke arah kanan,dimana posisi ruangan Monica bekerja ada disebelah kanan.


Kedua insan yang tengah berbunga itu pun mulai larut dalam kegiatan baru keduanya.Dengan hati yang sama sama bahagia karena bisa mengeluarkan isi hati mereka meski hanya dengan gerak tubuh mereka mampu memberi senyum diwajah masing masing.


Starla yang sedari dulu begitu terpikat oleh oesona Agam tentu begitu membuncah saar Agam melakukan apa yang dia harapkan selama ini.


Sementara Agam sendiri baru berani bertindak setelah lulus karena memang tidak ingin mengganggu pendidikan dengan hal berbau asmara karena takut mengganggu konsetrasinya dalam menjalankan tugas kuliah.


Dan tidak adanya penolakan dari Starla tentu membuat Agam yakin kalau Starla tidak keberatan dengan apa yang dia lakukan dan mungkin memiliki hal yang sama.


Hingga tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan satu bulan sudah kini keduanya bekerja dikantor yang sama dengan posisi yang berbeda.

__ADS_1


Agam yang sudah bertekad akan mengutarakan isi hatinya pada Starla sudah mulah menyusun rencana untuk mengajak sang calon kekasih untuk berlibur kembali ke Bandung.


Dan mengagendakan minggu ini mereka akan menginap disana selama 2 malam dan Agam akan mengajak Starla berangkat jumat malam setelah keduanya pulang dari kantor.


Dengan hati yang berdebar dan begitu bahagia akhirnya setelah sekian tahun bisa mengutarakan isi hati dan berniat meminta untuk memiliki Agam meraih ponselnya dan akan memberikan pesan pada Starla untuk memberi tahukan rencananya ini.


Namun baru juga akan membuka aplikasi si hijau yang biasa keduanya gunakan untuk berkomunikasi tiba tiba sebuah panggilan masuk ke ponselnya dari sang Ibu.


Agam pun segera menekan lalu menggeser tombol hijau ke arah atas untuk menerima panggilan itu.


"Assalamualaikum Ibu,ada apa?"tanya Agam yang tidak seperti biasanya sang Ibu menelpon karena biasanya mereka hanya akan berkomunikasi lewat pesan singkat.


"Oh iya Dek,ada apa?kok tumben pake ponsel Ibu"


"Bapak dan Ibu masuk rumah sakit Kak"jawab Naina adik bungsu Agam disela isak tangisnya karena begitu panik.


"Bapak dan Ibu masuk rumah sakit?kenapa kok bisa?"


"Iya Kak,mereka mengalami tabrak lari Kak.Kakak cepat kesini ya Naina takut terjadi sesuatu sama Bapak dan ibu"

__ADS_1


"Ya sudah Kakak kesana sekarang ya,kamu dirumah sakit mana sekarang?"


"Dirumah sakit Sentosa Kak"


"Baik Kakak kesana sekarang,kamu tunggu disana dan tenanglah semua pasti akan baik baik saja."


Tanpa berpikir apapun lagi Agam yang begitu panik mendengar keadaan kedua orang tuanya langsung meminta ijin untuk pulang lebih awal untuk melihat dan memastikan kondisi sang ayah.


Karena panik dan juga takut Agam pun sampai melupakan niatnya mengajak Starla untuk berlibur bersama akhir pekan ini.


Dengan menggunakan roda dua miliknya Agam pergi meninggalkan gadung yang sudah satu bulan ini menjadi tempat kedua melakukan aktifitas selain dirumah,menuju kesebuah rumah sakit dimana kedua orang tuanya berada kini.


Sementara disebuah ruangan nampak seorang wanita paruh baya yang tersenyum puas setelah mendengar sebuah laporan dari orang suruhan nya tentang misi mereka yang berhasil.


"Bagus,kalian bekerja dengan sangat bagus.Tenang saja aku akan mengirim sisa uangnya hari ini juga dan terima kasih atas bantuan kalian"ucap nya pada seseorang yang tengah berbicara dengan nya lewat sambungan telpon.


Wanita itu pun menyimpan ponselnya diatas meja kerja nya setelah panggilan itu selesai lalu menyandarkan tubuh langsing nya disandaran kursi kebesaran nya.


Menatap langit dari jendela ruangan kerjanya yang begitu cerah siang itu secerah hatinya karena sebentar lagi akan mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2