
Starla yang baru menyadari jika dirinya telah dibawa pergi jauh dari sang suami setelah mereka semua tiba disebuah mension mewah dengan sejumlah pengamanan dan penjagaan super ketat hanya bisa menangisi nasibnya.
Starla tidak tau jika sang Mamah akan tega membawanya pergi jauh dari pria yang begitu dia cintai.Starla pun terus menangis dan mengurung diri didalam kamar dan tidak mau makan sedikit pun.
"Kenapa Mamah tega melakukan itu padaku Mah"lirih Starla saat Monica memasuki kamarnya.
Namun Monica bergeming.Monica hanya bisa menatap tidak suka pada putrinya itu.Hanya karena cinta dan obsesinya tidak bisa terwujud Monica sampai membenci putrinya sendiri.
Setelah melihat keadaan putrinya Monica kembali keluar kamar dan mengunci kamar itu dari luar.
Starla sendiri kini sudah tidak memberontak seperti pertama kali dia tahu dibawa ke mension yang entah dimana Starla tidak tahu.
Karena selama dalam perjalan menuju kesana Starla dalam kondisi tidak sadarkan diri dan baru tersadar saat semua sudah dimension.
Dua hari Starla menangis histeris bahkan memberontak dan memohon untuk dikembalikan kerumah Agam namun semua usahanya sia sia belaka.
Dan kini Starla hanya bisa pasrah menerima apa yang akan terjadi padanya.Dan akan kembali menangis jika teringat pada sang suami,Agam.
*
__ADS_1
*
Sedangkan Agam sendiri begitu kalut hingga Radit terpaksa kembali lebih awal untuk menghandle pekerjaan yang terbengkalai karena Agam terus mencari keberadaan sang istri.
"Sorry Dit,aku lalai dengan tanggung jawabku"ucap Agam saat dia tengah berhadapan dengan Radit yang sengaja datang ke apartemen nya untuk melihat kondisi Agam saat ini.
"Tidak masalah,aku kamu dalam kondisi yang tidak baik baik saja.Selesaikan lah dulu masalahmu,urusan kantor biar aku yang handle selama aku masih disini"
"Baiklah,terima kasih dan maaf"
"It's ok,aku akan selalu mendukungmu"
Setelah pembicaraan terakhirnya dengan gadis itu Radit pun mulai memberi jarak.Dia tahu jika mungkin saja cintanya tidak akan pernah berbalaskan.
"Assalamualaikum,Kak ini makanan dari___"ucapan Naina terhenti saat netra nya bertemu dengan pria yang selama beberapa bulan ini cukup mengusik hatinya.
Rindu namun tidak bisa mengungkapkan nya karena dulu masih ada hati yang harus dia jaga.Namun setelah semuanya berakhir apa masih ada kesempatan untuk memulai yang dulu sempat usai sebelum memulai.
"Waalaikum,salam"jawab Agam dan Radit secara bersamaan.
__ADS_1
Namun tiba tiba hati Naina merasa teremas saat melihat reaksi Radit yang nampak begitu cuek dan dingin.
Radit bahkan hanya melihatnya sekilas lalu kembali fokus dengan pekerjaan nya.Naina yang nampak melihat perubahan Radit hanya bisa menunduk dfan mencoba menetralkan perasaan dan degup jantung nya tidak baik baik saja.
"Bawa apa Dek?kok bengong?"tanya Agam yang melihat adiknya diam dan melamun didepan pintu.
"Eh,i_iya.Ini dari ibu untuk makan malam Kakak"jawabnya tergagap karena gugup saat Radit kembali mengangkat wajahnya dan menatap ke arahnya.
"Makan dulu Kak,nanti lanjut lagi kerjanya"
Naina pun berinisiatif untuk menyiapkan makanan yang tadi dia bawa dari Bu Aini untuk Kakak sulungnya.
Selama Starla menghilang,Bu Aini lah yang menyiapkan makanan untuk Agam karena Agan yang terlalu fokus dengan pencarian sang istri sehingga membuatnya kadang lupa mengisi perutnya sendiri dan itu membuat kedua orang tuanya khawatir.
"Ka_Kak Radit juga,ayo gadung kita makan malam bersama"ajar Naina mengikis rasa canggung diantara keduanya.
*
*
__ADS_1
🌸🌸🌸