
"Aku harus kembali keSingapura dan kali ini aku akan tinggal disana lebih lama.Jika bisa,selesaikan kisah cintamu dengan nya salama aku pergi.Tahun depan saat aku kembali maka aku tidak ingin ada lagi penolakan darimu.Sungguh aku benar benar mencintai kamu Na,tapi aku sadar dan tahu jika aku datang diwaktu yang tidak tepat.Pertimbangkanlah lagi,aku tidak memintamu untuk menyudahinya sekarang.Tapi aku harap saat aku kembali,namaku sudah ada dihatimu"
Kata kata itu bagaikan kaset rusak yang terus berputar putar dibenak Naina saat ini.Bahkan meski jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari rasa kantuk tak juga menyambangi matanya.
Bingung,resah dan gelisah terus dirasakan Naina saat ini.Naina terus saja berpikir keras dengan keadaan nya saat ini.
Bagaimana bisa disaat dia masih menjalin hubungan dengan seseorang,orang baru datang dan mengungkapkan perasaan nya dengan keseriusan yang jauh dari pasangan nya saat ini.
Meski tidak memaksanya untuk segera mengakhiri hubungan nya dengan sang kekasih namun tetap saja,Naina merasa jika permintaan Radit memaksanya untuk mengakhiri hubungan nya dengan pria yang sudah satu tahun bersama dengan nya.
"Apa yang harus aku lakukan ya Allah?aku begitu menyayangi Hadi tapi kenapa aku juga tidak berhenti memikirkan Kak Radit?kenapa dan ada apa dengan hatiku?"
Gumamnya masih dengan posisi tertidur namun mata terbuka karena tidak kunjung merasakan kantuk.
Berbeda dengan kamar lain nya disebuah apartemen yang kembali diisi dengan ******* dan lenguhan dari dua insan yang dimabuk cinta dan juga dimabuk hasrat gairah yang kini tengah menyelimuti keduanya dengan saling bersahutan.
"Terima kasih sayang,love you"ucap Agam setelah dia mendapatkan pelepasan nya lalu amburuk kesamping tubuh Starla yang masih mengatur nafasnya yang msih ngos ngosan akibat pergulatan panas yang baru saja selesai mereka lakukan.
"Mee to"jawab Starla disela panasnya yang masih memburu.
Agam pun merengkuh tubuh polos Starla lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
__ADS_1
Tidak henti hentinya Agam menciumi pucuk kepala Starla karena rasa bahagianya bisa mendapatkan wanita yang sudah sejak dulu dia cintai.
*
*
"Apa kamu yakin akan pulang hri ini?"tanya Agam setelah keduanya tenang dari nafas berburu karena pergulatan panas keduanya.
"Aku yakin,aku tidak mungkin sembunyi teruskan Gam?kita harus menyelesaikan permasalahan ini secepatnya.Kamu selesaikan segera urusan kamu dengan Mamah dan kita segera urus peresmian hubungan kita.Aku tidak mau terus sembunyi dengan dipenuhi dengan rasa bersalah terlebih dengan Mamah"
"Kamu benar kita harus mengdapai ini bersama.Berjanjilah jika kamu tidak akan pergi dariku apapun yang terjadi nanti"
"Memang aku mau kemana?aku tidak memiliki siapapun kecuali kamu dan Mamah.Lalu aku akan kemana?"
"Tidak apa,kita seperti ini juga bukan mau kitakan?"
"Kamu benar,seandainya dulu aku menolak untuk ikut keundangan itu,mungkin aku tidak akan melakukan itu padamu.Dan kita akan menikah dengan layak"
"Sudahlah,jangan mengingat hal buruk lagi.Tidak baik,aku juga sudaa ikhlas menerima semua ini"
"Terima kasih sayang dan maaf"
__ADS_1
Keduanya kembli saling berpelukan merepas semua rasa resah dihati.Entah apa yang akan terjadi besok yang pasti keduanya kini hanya bisa saling menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain.
Toh apa yang terjadi diluar kendali keduanya.Stelah meraskan kenyaman nya keduanya akhirnya terlelap dengan saling mendekap erat.
Melupakan sesat permasalahan yang akan keduanya alami di esok hati.
Esok harinya dengan diantarkan oleh Agam,Starla kembali kerumah setelah tiga hari tidak pulang kerumah.
setelah turun dari motoir matic kesayangan sang suami,Starla pun mulai melangkah dengan perasaan gugup dan juga takut.
Seperti biasa,rumah nampak sepi dan hanya sang art lah yang datang menyambut kepulangan nya dirumah mewah itu.
"Assalamu'alaikum"Starla mengucap salam saat masuk dan dijawab oleh art yang selalu setia menyambut kepulangan nya.
"Waalaikum'sallam,eh non Lala pulang?dari mana saja non?ibu tiap hari nyariin non Lala"
"Maaf Bi sudah buat khawatir semua orang.Hanya saja kemari ada hal yang harus Lala lakukan diluar rumah dan tidak memungkinkan pulang"
"Ya sudah Bi,aku pamit kekamar dulu ya.Ayo By"
Starla pun menggandengan tangan Agam menuju kekamarnya dan membuat art nya mengerutkan dahi melihat kedekatan keduanya.
__ADS_1
.
🌸🌸🌸