
Sepanjang perjalanan,Starla pun kembali mengingat percakapannya dengan sang Ayah ditelpon sebelum kedatangan Monica kesana.
["*Sayanga,berhati hatilah.Ibumu sedang terbang kesitu.Ayah memiliki pirasat buruk dengan kedatangan nya"]
^^^"Lalu aku harus apa Ayah?aku takut dia mencelakakan kandungan ku"^^^
["Itu juga yang Ayah takutkan.Berpura puralah menolak kehadiran nya.Jika ada gelagat yang aneh makan lakukan dan ikuti permainan nya"]
^^^"Tapi aku takut Yah"^^^
["Tenang sayang,semua yang ada disana akan selalu menjagamu.Percaya dengan Ayah"]
^^^"Baiklah,akan aku coba"^^^
["Baiklah nanti akan Ayah hubungi lagi perkembangan nya dan Ayah akan memberitahu apa yang harus kamu lakukan"]
^^^"Baiklah Ayah,terima kasih"^^^
["Tidak,jangan berterima kasih.Ini sudah kewajibanku.Ayah sangat menyayangimu Nak"]
^^^"Aku juga sayang Ayah*"^^^
Dan setelah melakukan intrupsi dari sang ayah kini disinilah Starla saat ini.Dibandara internasional Prancis untuk melakukan perjalanan pulang ketanah air.
"Tunggu sebentar lagi ya sayang.Kita akan segera bertemu dengan Ayahmu Nak"gumam Starla saat mengusap lembut perutnya yang kini mulai membuncit.
*
*
__ADS_1
Sementara disebuah apartemen,nampak Agam tengah memperhatikan buku nikah yang sudah jadi sejak 3 bulan yang lalu.
Lebih tepatnya,disaat Starla menghilang disaat itu juga buku nikah keduanya tiba ketangan Agam.
Pilu yang dirasa oleh Agam pada waktu itu.Setelah resmi menikah secara hukum dan agama.
Sang istri malah menghilang entah kemana.Bahkan hampir 4 bulan masih belum ada titik terang kapan mereka akan kembali bertemu.
Drrttt drrrttt drrttt...
Agam pun terbangun dari lamunan nya setelah ponsel miliknya berbunyi dan bergetar karena menerima panggilan masuk.
"Halo?ada apa?"
^^^["Assalamu'alaikum dulu Kak,kebiasaan"]^^^
"Eh iya maaf,Assalamu'alaikum Dek.Ada apa?"
"Iya,rencana nanti sore kesana.Ini lagi selesaikan dulu kerjaan"
^^^["Baiklah,aku tunggu ya"]^^^
"Iya,nanti kalau kerjaan Kakak sudah selesai,Kakak akan langsung kesana"
^^^["Baiklah,hati hati dijalan ya Kak"]^^^
"Siap Dek"
Agam pun kembali fokus dengan layar laptop yang ada dipangkuan nya.Kini meski sedang berada diapartemen namun Agam tidak pernah berhenti bekerja.
__ADS_1
Agam pun segera membereskan pekerjaan nya agar bisa cepat cepat pulang kerumah kedua orang tuanya karena esok hari sang adik akan melakukan lamaran bersama sang kekasih yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri,Radit.
Setelah meyakinkan semuanya selesai,Agam pun segera membereskan laptopnya dan menyimpan benda pipih itu dimeja kerja.
Setelah semua beres dan rapih kembali,Agam pun langsung beranjak keluar dari kamar dan bergegas pergi dari apartemen itu untuk pulang kerumah orang tuanya.
Seketika tubuh Agam membeku diambang pintu saat melihat seseorang berdiri didepan pintu apartemen nya.
Tadi saat akan berangkat dan membuka pintu,Agam dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang begitu teramat dia rindukan dalam beberapa bulan ini.
"Assalamu'alaikum By"sapa seorang ibu hamil yang begitu Agam rindukan selama ini.
Kelu,itulah yang dirasa Agam saat ini.Rasa bahagia bisa kembali menatap wajah cantik sang istri yang kini nampak lebih berisi membuat lidahnya kelu.
Bahkan saat sang istri mengucapkan salam,Agam masih membeku dan bungkam.Agam masih berusaha menormalkan dirinya,karena mengira ini adalah halusinasinya saja.
"By,kamu baik baik sajakan?kenapa diam saja?"
Seketika Agam tersadar saat tangan mungil Starla menyentuh tubuhnya dan menyadari jika ini bukanlah mimpi atau halusinasinya saja.
Dengan gerak cepat Agam langsung menarik tubuh sang istri untuk masuk kedalam dekapan nya dan memeluk erat tubuh calon ibu dari anaknya nanti.
"Aku merindukan mu By"
"Aku,aku juga sama sayang.Kamu kemana saja?kenapa baru pulang?".
*
*
__ADS_1
🌸🌸🌸