
"Segitu tidak nyaman nya kamu berada didekatku,hhmm?sebegitu cintanya kamu sama pria itu hingga pulang bersama ku pun kamu enggan,hhmm?"sergah Radit yang sedari tadi menahan diri melihat tingkah Naina yang terlihat tidak nyaman dengan kehadiran nya.
"Ma_maksud Kakak apa?"
"Pulanglah dengan taksi jika kamu tidak nyaman dengan kehadiranku.Aku akan memesankann taksi untukmu"ujarnya lagi dengan nada dingin nya.
Naina sendiri hanya bisa menatap Nanar ke arah Radit yang nampak kesal karena ulah dirinya yang memang sedari tadi merasa gugup karena kehadiran Radit.
Tanpa kata atau pembelaan Naina berlalu melewati Radit yang tengah mengetik sesuatu dilayar ponselnya begitu saja.
Naina terus berjalan m,enghiraukan panggilan Radit yang saat menyadari jika gadis itu sudah tidak ada lagi didepan nya dan kini sudah hampir menghilang dibelokan baseman yang menuju ke arah luar.
Radit yang kesal langsung mengejarnya dan menarik keras tangan Naina hingga tubuh gadis itu menubruk tubuh kekarnya bahkan tas jinjing yang tengah dipegangnya pun terlepas dan terlempar entah kemana.
Seketika Radit yang sudah diliputi rasa rindu yang tidak bisa lagi ditahan nya itu langsung memeluk erat tubuh Naina.
"Maaf,maafkan aku.Aku terlalu merindukan mu Dek,maaf jika aku kasar padamu"bisiknya setelah berhasil mendekap erat tubuh Naina.
Naina yang awalnya merasa takut dan gugup akhirnya memberanikan diri untuk membalas pelukan itu dan menenggelamkan wajahnya didada bidang Radit.
"Kenapa menangis?apa aku sangat menyakitimu?"tanya nya melembutkan suaranya.
__ADS_1
Naina hanya menggelengkan kepalanya dan semakin mempererat pelukan nya dan semakin tersedu.
"Lalu kenapa menangis?apa ada yang menyakitimu?"
Lagi lagi Naina hanya menggelengkan kepalanya.
"Jangan begini,ayo bilang.Kamu kenapa?jangan buat aku khawatir Dek"
"Tidak ada apa apa Kak,hanya ingin begini saja dulu.Nggak apa apakan?"
"Sebenarnya aku akan sangat bahagia jika bisa seperti ini terus.Tapi aku tidak mau memeluk milik orang lain"
"Jika aku bukan milik siapa siapa.Bagaiman?"
Namun tatapan itu hanya bertahan beberapa detik saja setelah Naina menundukan kepalanya karena kembali dilanda rasa gugup dengan degup jantung yang berdetar jauh lebih cepat dari biasanya.
Radit yang mengetahui apa arti dibalik ucapan dari Naina kembali menarik tubuh gadis itu masuk kedalam pelukan nya.
Meski belum yakin sepenuhnya namun Radit yakin jika kali inI dia akan mendapatkan jawaban sesuai dengan harapn nya selama ini.
"Ayo aku antar pulang,nanti Ibu cemas jika anak gadis nya belum juga pulang"
__ADS_1
"Mmm"
Radit pun mengurai pelukan nya lalu menggandeng Naina menuju kembali kearah mobilnya terparkir.
Namun sebelum masuk kedalam mobil Radit kembali menahan langkah Naina lalu kembali memeluk erat tubuh gadis itu.
"Terima kasih,aku akan segera menghadap ke Bapak dan Ibu untuk meminta restu mereka"bisiknya yang membuat jantung Naina semakin berdisko ria.
"Ma_maksud Kakak apa?"tanya Naina seolah tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Radit untuk menutupi ke gugupan nya.
"Aku tahu,perkatamu tadi adalah jawaban dari pertanyaan yang dulu aku ucapkan,kan?terima kasih karena sudah memberi jawaban yang membuatku bahagia"jawab Radit sembari mendaratkan kecupan dikening Naina.
Naina sendiri hanya bisa mengangguk untuk menanggapi ucapan Radit.Karena kini dia juga sudah tidak bisa lagi menutupi perasaan nya.
"Ayo kita pulang dulu ya.Besok kita bahas lagi bagusnya gimana sekalian bilang juga pada Agam tentang kita"
"Iya Kak"
Dengan senyum bahagia keduanya masuk kedalam mobil milik Radit dan segera meninggalkan area parkiran apartemen Agam.
*
__ADS_1
*
🌸🌸🌸