Cinta Terlarang: Starla

Cinta Terlarang: Starla
Part.07


__ADS_3

"Ibu,Naina"seru Agam setelah melihat adik dan juga Ibunya tengah duduk berpelukan dikursi tunggu pasien.


"Kak Agam"


"Agam kamu kesini Nak?"


Kedua wanita beda usia itu pun menghampiri si sulung dalam keluarga itu.Wajah cemas dan juga takut begitu terpancar dari wajah cantik adik dan juga ibunya.


"Apa yang terjadi Bu?apa Ibu terluka?"tanya Agam yang begitu cemas dengan kondisi sang Ibu dan Bapak yang kabarnya menjadi korban tabrak lari.


"Ibu baik baik saja Nak,hanya lecet sedikit tapi Bapak,Bapak Nak"


"Apa yang terjadi pada Bapak Bu?"


"Bapak harus segera operasi Nak karena selain karena luka karena tertabrak ternyata Bapak juga harus segera transplantasi hati Gam agar Bapak bisa bertahan"lanjut Ibu yang membuat Agam shock.


Pak Tanto ayah dari Agam memang sudah lama mengidap penyakit kanker hati namun selama ini masih baik baik saja dengan rutin melakukan Imunoterapi.


Imunoterapi adalah Metode pemberian obat yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker.


Namun entah kenapa kondisi Pak Tanto mendadak memburuk pasca terjatuh karena ditabrak oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang membuat semuanya nampak shock mendengar kabar buruk ini.


Agam pun nampak terdiam sendirian dan larut dalam pikiran bagaimana mencari biaya untuk operasi Pak Tanto yang harus dilaksanakan esok hari demi mencegah hal buruk terjadi padanya.


Sejenak terbersit dalam benaknya untuk meminta bantuan dari Starla,namun kembali Agam urungkan karena tidak mau membebani gadis cantik pujaan hatinya itu.


"Nak Agam?sedang apa kamu disini?"

__ADS_1


Ditengah lamunan nya Agam dikejutkan dengan sapaan wanita yang paruh baya yang lumayan sudah dikenali oleh nya.


"Tante Monica?ah maaf saya sedang menemani Bapak yang masuk rumah sakit.Tante sendiri kenapa ada dirumah sakit?Tante sakit?"tanya balik Agam pada Monica.


"Tante habis jenguk teman yang sakit,memang Bapak kamu sakit ya?sakit apa?"


"Kanker hati Tante dan kini tengah menjalani perawatan"


"Tapi kenapa wajah kamu terlihat sedih?apa ada hal buruk terjadi?"


Mendengar pertanyaan dari Monica,Agam hanya menundukkan kepalanya.Agam bingung harus menjawab apa tentang pertanyaan itu.


"Bicaralah,siapa tahu Tante bisa membantumu"bujuk Monica mulai melancarkan aksinya menjerat pemuda itu.


Tanpa curiga apapun Agam pun mulai menceritakan apa yang terjadi pada Bapaknya dan kendala apa yang mereka alami saat ini.


Agam sendiri tidak langsung menerima tawaran ibu dari teman dekatnya itu.Banyak pertimbangan yang harus Agam lakukan sebelum mengambil keputusan.


"Baiklah,hubungi Tante jika kamu sudah mengambil keputusan ya.Tante akan berusaha membantu kamu sebisa mungkin"ujar Monica sebelum dirinya undur diri dari sana dan membiarkan Agam berpikir dan memutuskan apa yang akan menjadi keputusan nya nanti prihal nasib hidup dan matinya sang Bapak.


*


*


Sepeninggalan Monica,Agam kembali termenung memikirkan tawaran dari Monica yang tidak lain adalah atasan sekaligus ibu dari sahabatnya.


Enggan rasanya menerima bantuan itu namun kini kondisi Pak Tanto juga begitu mengkhawatirkan dan butuh penanganan secepatnya.

__ADS_1


Dan esok Agam serta sang ibu diharuskan sudah menyelesaikan administrasi agar operasi Pak Tanto bisa segera silaksanakan agar bisa menyelamatkan nyawanya.


Tepat setelah melakukan sholat subuh Agam pun segera bersiap untuk berangkat kekantor dan memutuskan untuk menerima tawaran dari Monica agar sang Pak Tanto bisa terselamatkan.


Dan setelah sang Ibu datang untuk secara bergantian menjaga Pak Tanto,Agam pun melajukan motornya menuju kantor dimana dirinya akan menemui Monica dan menerima tawaran bantuan nya.


Hampir 40 menit Agam baru tiba digedung perkantoran yang sudah satu bulan ini menjadi tempatnya mengais rezeki demi membantu keuangan keluarga dan juga biaya kuliah sang adik yang baru saja masuk kuliah.


Dengan langkah pasti Agam membawa langkahnya menuju keruangan kerja Monica untuk menemui wanita paruh baya itu untuk menerima bantuan nya.


Tok tok tok...


"Masuk"


"Permisi Bu,ada yang mau saya bicarakan"


"Ayo masuk dan duduklah"


"Mengenai tawaran yang Ibu tawarkan kemarin,saya akan menerimanya Bu"


"Baiklah saya akan segera mentransfer uang itu,tapi dengan satu syarat"


"Syarat?syarat apa?"


"Ini,baca dan tanda tangani"


...****************...

__ADS_1


__ADS_2