Cinta Terlarang: Starla

Cinta Terlarang: Starla
Bab.48


__ADS_3

Setelah melewati masa observasi dan dari hasil laporan kesehatan Starla maupun bayinya dinyatakan dalam keadaan sehat.


Maka keduanya pun kini dipindahkan kedalam satu kamar yaitu kamar rawat inap.Meski keduanya dinyatakan sehat namun Starla dan juga bayi nya masih belum diperbolehkan untuk pulang dan harus menginap minimal satu malam lagi disana untuk lebih memastikan tidak adanya efek samping lain pasca melahirkan.


Dan bisa pulang dengan tenang setelah dinyatakan semuanya dalam kondisi baik.Dan akhirnya setelah penantian selama dua jam mereka pun bisa bertemu dengan si kecil yang baru saja hadir sebagai bagian dari keluarga kecil Agam Wijaya dan juga Starla Marcelia.


Kedatangan bayi mungil itu disambut dengan begitu antusias oleh nenek dan juag aunty nya.Namun meski begitu mereka belum bisa memeluk tubuh mungil itu karena masih harus melakukan IMD terlebih dahulu.


Lalu setelah nya barulah diperbolehkan untuk siapa saja yang mau menggendong nya.Bu Aini menatap takjub pada sosok kecil yang kini ada didalam gendongan nya.


Wajah itu mengingatkan nya kembali pada masa untuk pertama kali dirinya melahirkan dan menyandang status seorang ibu.


Dan kebahagiaan itu kembali dirasakan olehnya saat mendekap tubuh mungil sang cucu yang kini nampak tertidur lelap setelah menyusu pada ibunya.


"Dia begitu mirip denganmu Gam.Ibu masih belum percaya jika bayi mungil ini adalah anakmu,cucu pertama Ibu"ucap Bu Aini tersenyum dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku juga masih belum percaya Bu jika saat ini aku sudah menjadi seorang Ayah"jawab Agam yang kini duduk disamping sang ibu memperhatikan wajah mungil itu dengan seksama.

__ADS_1


Sementara Starla sendiri kini sudah tertidur lelap untuk memulihkan tenaga nya yang terkuras habis saat lahiran tadi.


Suasananya pun kini sudah mulai ramai dengan kedatangan para teman teman kampus maupun teman kerja Agam dikantor yang segera datang berkunjung setelah mendengar jika Starla sudah melahirkan seorang anak.


Berbagai bingkisan kini hampir memenuhi ruangan rawat inap Starla.Dan Starla maupun Agam bersyukur karena miliki teman teman yang begitu care.


Semua tamu yang datang begitu mengagumi wajah bayi Starla dan juga Agam karena sudah memiliki wajah yang rupawan.


Hingga mampu menghipnotis siapa saja yang datang kesana untuk menjenguk sang ibu namun malah lebih tertarik padanya.


Selain karena mereka belum bisa menggendong seorang bayi yang baru lahir,mereka juga takut jika terjadi sesuatu yang buruk saat dalam gendongan nya.


Itulah kenapa para lelaki lebih memilik hanya menatap tanpa berani menyentuh tubuh bayi mungil itu.


*


*

__ADS_1


Dan menjelang malam,tanpa diduga Starla kini kadatangan tamu yang begitu istimewa dan juga berharga.


"Assalamu'alaikum"ucap Leon mengucap salam saat masuk kedalam kamar ruang rawat Starla dan bayinya.


"Waalaikumsalam,Ayah"seru Starla merasa haru karena dikunjungi sang ayah yang tinggal terpisah jauh dengan nya.


"Selamat sayang,selamat karena sudah menjadi seorang Ibu.Dan terima kasih karena sudah bertahan dan berjuang untuk memberikan Ayah cucu"ucap Leon memeluk sang putri yang kini masih terduduk diatas brangkarnya.


"Iya Ayah,sama sama.Tapi apa Ayah datang seorang diri?lalu bagaimana dengan Mamah Ayah?kenapa dia nggak ikut?"tanya Starla yang meski sang IBu telah banyak menyakitinya namun masih begitu dia rindukan.


"Soal Mamah,ada yang ingin Ayah sampaikan Nak.Tapi berjanjilah jika kamu akan baik baik saja dan ikhlas menerima apapun itu dan seburuk apappu mengenai kabar Mamah saat ini"lanjut Leon.


*


*


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2