
"Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama denganmu Mon.Bahkan kamu tahu sendiri,kini dia sudah berani terang terangan menunjukan jika dia hanya mencintai putrimu.Berhenti bersikap egois,cukup hanya Arman yang menjadi korban keegoisan kamu"
Leon pun akhirnya meninggalkan Monica yang masih kekeh dengan keinginan nya memiliki Agam.Pria bertato itu adalah teman baik Monica dan juga Arman yang merupakan mantan suami sekaligus ayah kandung Starla yang kini telah meninggal dunia karena depresi ditinggal pergi oleh Monica dan juga Starla.
Gugatan cerai yang dilayangkan oleh Monica ditahun kedua pernikahan nya membuat Arman shock dan tertekan.Belum lagi kepergian Monica yang membawa serta Starla membuat Arman terpuruk hingga jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia saat Starla masih berusia dua tahun.
Masih lekat dalam ingatan Leon bagaimana mendritanya Arman karena ditinggalkan oleh istri dan anaknya.Namun Leon tidak bisa berbuat banyak saat segala cara telah dia coba untuk membujuk Monica untuk mengurungkan niatnya menggugat cerai gagal,karena Monica yang keras kepala selalu tidak ada yang bisa meribah yang sudah menjadi keputusan nya.
Leon pun membiarkan Monica begitu saja,sudah jadi kebiasaan jika temannya itu ada masalah maka dia akan menghabiskan waktunya disana hingga Leonlah yang harus membawanya pulang.
*
*
Sementara Agam dan Starla kini tengah menikmati makan malam yang sengaja Agam pesan lewat delivery order disebuah makanan siap saji yang tidak jauh dari apartemen yang kini keduanya tempati.
__ADS_1
"Apa kita tidak akan pulang?memang tidak masalah kalau kita menginap disini?"tanya Starla membuka suara setelah keduanya hanya terdiam menikmati makan malam mereka.
"Mulai malam ini aku akan tinggal disini La,besok aku akan membawa semua barangku dari rumahmu pindah kesini"jawab Agam yang sejenak menghentikan makan nya demi menjelaskan rencana setelah apa yang dilakukan oleh Monica.
"Tapi jika kamu tidak nyaman,setelah makan aku antar kamu pulang ya.Tapi habiskan dulu makannya baru pulang"lanjutnya lagi saat melihat jika Starla kurang nyaman ada disana.
"Kenapa harus pindah?"
"Aku tidak bisa lagi serumah dengan Mamahmu La,aku tidak mau interkasi yang kami lakukan seolah memberikan dia harapan.Aku tahu jika dia melakukan itu karena mencintaiku,tapi aku tisak bisa memaksakan hati ini untuk menerimanya saat hati aku sudah dipenuhi olehmu bahkan sudah dari 9 tahun yang lalu aku tidak bisa menerima wanita lain selain kamu La"
Keduanya pun kembali terdiam dan melanjutkan makan malam mereka yang sempat terjeda oleh obrolan mereka.Starla pun tidak berani lagi menyuarakan pendapatnya saat Starla melihat bagaimana frustasi nya Agam saat ini.
Setelah selesai membersihkan sisa makanan yang tidak mereka habiskan semua,Agam pun bergegas kembali bersiap siap untuk mengantarkan Starla kembali kerumahnya.
Meski saat ini Agam begitu ingin mengabiskan waktu dengan nya namun,namun Agam tidak mau memkasa jika gadis itu merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini yang hanya berduaan saja di apartemen itu.
__ADS_1
"Kamu mau kemana Gam?"tanya Starla saat melihat Agam tengah bersiap siap untuk pergi dengan menggunakan sebuah jaket yang tadi dia ambil dari dalam kamar utama.
"Bukannya kamu mau pulang?ayo,aku antar kamu pulang nanti aku balik lagi sekalian bawa motor aku yang masih ada dirumah kamu"
"Ta_tapi ini sudah larut,rumah pasti sudah dikunci"lirih Starla yang mengurungkan niatnya untuk pulang dan ingin menemani Agam saja disana.
Agam tersenyum tipis saat melihat Starla yang selalu meremas kedua tangan nya jika dia sedang gugup atau malu.
Gemas sekaligus senang Agam pun langsung memeluk kembali Starla.
"Terima kasih,aku cinta kamu La,sungguh"bisik Agam pada sahabat sekaligus cinta pertamanya itu. Tepat didepa telinga Starla dan itu membuat tubuh Starla meremang.
"A_aku juga cinta kamu Gam"jawab Starla membalas pelukan dari Agam.
.
__ADS_1
🌸🌸🌸