
"Bisa kita biacara?"tanya Agam dengan nada dinginnya saat dirinya tiba dirumah milik Monica yang sudah 5 bulan ini dia tempati dengan berstatus suami dari di pemilik rumah.
"Baiklah,ayo kita bicara diruangan kerja saja"
Monica pun berjalan terlebih dahulu menuju keruangan kerja nya yang selama 5 bulan ini digunakan sebagai kamar untuk Agam.
"Ayo duduk,apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Apa maksud Anda meminta berkas berkas tentang saya?bukan kah perjanjian ini hanya ada pernikahan siri diantara kita?"
"Saya hanya ingin meresmikan hubungan ini Gam,saya sudah jatuh cinta pada pertama kali saya melihat kamu.Apa salah jika saya mencoba mempertahankan apa yang sudah saya miliki saat ini?"
"Anda memang tidak salah,tapi anda mempertahankan orang yang salah.Maaf jika saya membuat anda kecewa dan sakit hati.Tapi saya sudah memiliki wanita yang begitu saya cintai"
"Tapi kita sudah menikah Gam"
"Dan pernikahan ini akan berakhir 7 bulan lagi.Anda tenang saja saya tidak akan melanggar kontrak yang ada namun untuk merubah isi kontrak,maaf saya tidak bisa,permisi"
Agam pun langsung bangkit dari duduknya lalu berniat keluar dari ruangan itu.Namun ucapan Monica kembali menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Tapi aku akan tetap meperjuangkan mu Gam,apapun dan siapapun yang mencoba menghalangiku,akan aku pastikan dia tidak akan pernah melihat dunia ini lagi"ancam Monica yang begitu geram karena Agam tidak juga mau membuka hati untuknya.
"Jika itu terjadi,maka tanganku sendiri yang akan menghabisimu"jawab Agam sembari membuka dan menutup kembali pintu itu dengan cara membanting nya cukup keras setelah dirinya berada diluar ruangan yang sudah membuatnya naik darah itu.
Monica pun menatap tak percaya jika pria yang dia kenal memiliki sikap yang lembut dan juga hangat itu memiliki tatapan tajam menakutkan jika dia tengah marah.
Saat Agam membanting pintu itu bertepatan dengan Starla yang keluar dari kamarnya.Starla menatap bingung pada Agam yang baru saja keluar dari ruangan kerja sang Mamah dengan raut wajah yang cukup menakutkan.
"Ada apa?apa terjadi sesuatu?"tanya Starla saat Agam sudah ada didepan nya.
Namun bukan nya menjawab,Agam malah langsung masuk begitu saja kedalam kamar Starla dan mengambil kunci mobil milik pujaan hati nya itu lalu kembali keluar kamar dan menarik tangan Starla untuk ikut bersama dengan nya.
Meski rasa lelah melanda tubuhnya setelah seharian bekerja,namun Starla tidak bisa mengabaikan kondisi Agam yang terlihat tidak baik baik saja itu.
Agam melajukan mobil milik Starla membelah keramaian kota.Terus melaju tak tentu arah hingga mobil memasuki kawasan gedung tinggi sebuah apartemen.
Starla mengernyitkan dahinya saat Agam memarkirkan mobil Starla diarea parkiran gedung apartemen yang entahlah Starla sendiri tidak tahu Agam akan membawanya ke apartemen siapa.
Setelah memarkirkan mobilnya Agam mengajak Starla untuk turun dan masuk kedalam sebuah lift yang akan membawa keduanya menuju ke lantai 10 dimana unit apartemen yang Agam tuju berada.
__ADS_1
"Ini apartemen siapa Gam?"tanya Starla saat keduanya sudah masuk kedalam unit apartemen itu.
"Ini apartemen Radit La,kamu tahukan Radit teman satu sekolah kita dan satu tim basket sama aku?baru baru ini aku ketemu dan cukup berhubungan baik dengan dia setelah 4 tahun pisah karena dia lanjut studi diluar.Dan kemarin dia nitipin apartemen ini sama aku karena dia balik ke Singapura buat ngurusin bisnis nya disana"jelas Agam sembari membawa Starla duduk disofa ruang tamu apartemen itu.
"Lalu,untuk apa kamu membawaku kesini?"
"Temani aku menginap disininya?"
"Hah,apa?"
"Nggak usah kaget gitu,disini ada dua kamar.Kamu tenang saja,aku tidak akan mengambilnya sebelum kamu halal untukku"
Detik kemudian Agam menarik Starla untuk masuk kedalam dekapan nya.Wangi tubuh gadis itu mampu membuat hati Agam yang tengah diselimuti rasa amarah kini berangsur tenang setelah memeluk sang pujaan hati.
.
πΈπΈπΈ
Note.Maaf ya Othor selalu telat buat up,sebenarnya Othor masih dilanda kegalauan untuk lanjut kisah ini.
__ADS_1
Etah akan bagimana alurnya nanti,seboga Othor segera mendapat ilham ya buat lanjut...aamiin π€²π€²π€π€