
"Sudah pulang By?"
"Iya sayang,kamu lagi ngapain,hhmm?"
"Aku lagi bikin nasi goreng.Kamu mau?"
"Mau,tapi mau kamu"bisik Agam yang membuat tubuh Starla meremang.
Saat Agam tiba di apartemen itu,nampak Starla tengah beraktifitas didapur dan tidak menyadari jika suaminya sudah pulang dari kantor.
Agam yang masih diselimuti rasa bahagia pun langsung memeluk istrinya dari arah belakang dan membenamkan wajahnya diceruk leher Starla.
Mencium wangi dari aroma tubuh Starla yang hampir satu minggu ini membuatnya candu.
"By jangn begini"tolak Starla saat tangan Agam mulai nakal dengan menyentuh bagian tubuh Starla yang paling sensitif.
"By,please.Aku lagi masak"ucap Starla lagi setengah mendesah saat Agam mulai menelusupkan tangan nya kebalik kaos oblong yang dipakai oleh Starla
Agam tidak bisa lagi menahan hasratnya saat dia menyadari jika sang istri tidak memakai kacamata pengaman didadanya.
Niatnya hanya iseng dengan menggoda sang istri eh malah dia yang tergoda dengan kondisi Starla yang tidak memakai dalaman bagian atas
Starla hanya menutupnya oleh kaos oblong milik Agam yang dia pakai,karena Starla belum memiliki baju ganti miliknya sendiri.
Agam bergeming namun tangan dan bibirnya terus menjelajahi tubuh Starla.Hingga membuat Starla ikut hanyut dalam permainan yang ditimbulkan oleh suaminya.
Perlahan tangan Agam pun terlepas dari bukit kembar Starla untuk mematikan kompor yang masih menyala.
__ADS_1
Dan secepat kilat Agam membalik tubuh Starla lalu mengangkat tubuh mungil dan ramping itu dalam gendongan nya.
Tidak ada protes atau penolakan dari Starla karena kini dia juga tengah menikmati sebuah rasa yang selama satu minggu ini sudah membuatnya mabuk kepayang.
Agam membawa Starla kembali masuk kedalam kamarnya dan melupakan acara makan siang keduanya.
Makan siang itu pun kini berganti menjadi pergulatan panas yang keduanya lakukan.Kembali mengulang sebuah rasa indah diatas nama cinta dan hal itu semakin diperkuat dengan ikatan suci yang kini telah mengikat keduanya.
*
*
*
Sementara ditempat lain nampak Monica tengah mengamuk dan membanting semua barang yang ada didalam kantornya.
Setelah Agam dan pengacaranya mengantongi bukti bukti tentang kamuplase dari kecelakaan yang terjadi pada kedua orang tuanya.
Dan entah keajaiban dari mana,tiba tiba Agam mendapatkan screenshot sebuah percakapan dari sebuah aplikasi chat yang berisikan kesepakatan antara Monica dan si pelaku,dari nomer tidak dikenal.
Dan anehnya lagi setelah foto screenshot itu terkirim dan diterima oleh Agam.Nomor ponsel itu tidak pernah bisa dihubungi lagi hingga saat ini.
Dan itu cukup mengganggu pikiran Agam.Pasalnya Agam ingin berterima kasih namun sayang hingga saat ini dia tidak bisa menghubungi nomor tersebut.
"Pergi kalian semua,percuma saya bayar mahal tapi hasil kerja kalian semua mengecewakan.Benar benar tidam becus kalian dalam bekerja"bentak Monica pada 4 orang yang berdiri didepan nya saat ini.
Tanpa pwrlawanan semuanya pun bergegas keluar dan meninggalkan Monica yang masih diselimuti oleh amarah.
__ADS_1
Ditengah perjalanan pulang salah satu orang dari ke empat orang tadi mengambil ponsel dari saku celana jins hitam yang dikenakan nya untuk menghubungi seseorang.
Tuuutttt tuuuttt...
^^^["Bagaimana?"] ~ Big Boss^^^
"Semua sudah beres Boss"
^^^["Apa dia mengamuk?"] ~ Big Boss^^^
"Tentu,tapi tenang saja.Kami masih bisa mengatasi nya"
["Ok,kerja bagus.Pergilah dari kota ini,jangan sampai dia menemukan kalian.Aku tidak ingin dia terlibat lagi sebuah kejahatan yang lebih dari ini"] ~ Big Boss.
"Baik Boss,kami akan pergi hari ini juga"
["Ok,berhati hatilah.Mulai saat ini pastikan kalian hidup lebih baik lagi"] ~ Big Boss.
"Siap Bos.Terima kasih atas kesempatan nya"
Keempat orang itu pun langsung masuk kedalam mobil lalu meninggalkan gedung tunggi tempat Monica bekerja.
Ke empat orang itu pun bergegas pergi.Setelah mendapatkan pelajaran yang membuat empat orang itu hampir kehilangan nyawa,mereka pun akhirnya memutuskan melepas pekerjaan buruk itu demi menyelamatkan nyawa mereka dari amukan sang bos mafia besar.
*
🌸🌸🌸
__ADS_1