Cinta Tita (Sambungan Suamiku Majikan Ku)

Cinta Tita (Sambungan Suamiku Majikan Ku)
Anak Adiyasa


__ADS_3

3 hari kemudian.....


"Uok! Uok!" Semua makanan yang di makan Tita saat sarapan tadi ia muntahkan. Ia begitu kesakitan dan tak tahan. Tertatih-tatih ia keluar dari kamar mandi dan langsung berbaring. Tiba-tiba saja ia merasakan ini. "Ya Allah ada apa dengan ku?" desahnya. Ia tak punya pilihan lain selain menghubungi Sulaiman untuk membawanya ke rumah sakit.


Triiit! Triiit!


"Kenapa dia lama sekali mengangkat...?" tanyanya gusar.


Sulaiman memohon izin meninggalkan ruang rapat sejenak kepada Ilham.


"Halo? Ada apa?" tanyanya


"Aku sakit. Bisa Kakak membawaku ke klinik sebentar? Aku sudah tak tahan," pinta Tita lemas.


Sulaiman tak pikir panjang. Ia menyanggupinya dan meminta izin kepada sang ayah setelah mengutarakan yang di alami Tita.


Secepat mungkin ia meluncur pulang ke rumah. Tita sudah bersiap menunggunya di kamar. Setengah berlari ia memasuki rumah dan merangkul wanita itu menuju mobil.


Rs kasih:


Tita melakukan serangkaian pemeriksaan dan dokter memberitakan kabar yang amat mengejutkan bagi dirinya dan Sulaiman.


"Tita sakit apa? Tiba-tiba dia seperti ini?"" tanya Sulaiman khawatir.


Dokter itu tersenyum dan mengatakan, "Selamat untuk anda karena saat ini istri anda sedang mengandung."


Tita terkejut dan pucat pasi. Sulaiman terpaku dan ini adalah pukulan yang sangat keras menghantam batinnya.

__ADS_1


Dokter itu bingung dengan ekspresi keduanya yang samasekali tak menampakkan raut kebahagiaan. "Kalian berdua baik-baik saja?"


Sejenak Sulaiman terdiam.


"Kalian tak mengapa?" tanya dokter itu kembali.


Sulaiman lantas mengangguk, " Iya," jawabnya dengan terpaksa. "Tolong berikan pengobatan yang terbaik untuk istriku," pintanya halus.


Tita menatapnya nanar.


Sulaiman membimbingnya dengan sangat hati-hati menuju apotik rumah sakit itu dan memintanya menunggu, "Aku tebus resepmu dulu," pintanya.


Tita terus menatapnya. Ia memperhatikan wajah sang suami dan gerak-geriknya, "Apa ia begitu mencintaiku.....?" batinnya.


Setelah menerima obat itu Sulaiman membawanya menuju sebuah hotel. Di sana ia mulai menyusun rencana untuk menutupi kehamilan wanita itu.


Serta-merta Tita memeluknya dan menangis.


Sejujurnya Sulaiman ingin sekali berteriak menumpahkan kegetiran yang ia alami dan ia rasakan saat ini tetapi itu bukan suatu kebijaksanaan dan perbuatan yang sia-sia. Ia mengelus punggung wanita itu dengan lembut, "Kita akan melewati semua ini bersama....."


"Maaf, aku minta maaf..." pinta Tita


"Sudahlah...ini juga di luar keinginanmu. Aku akan selalu berada di samping mu."


Tita melepaskan pelukan itu dan Sulaiman menyeka air matanya, "Kamu harus berjanji padaku untuk tak memikirkan Adiyasa lagi. Ini anak kita....kita akan membesarkannya berdua....Adiyasa bukan ayahnya melarikan diriku. Kamu mau berjanji padaku?"


"Iya, aku berjanji..." angguk Tita. Apa yang dilakukan Sulaiman sudah cukup menunjukkan jika ia benar-benar mencintainya dan rela melakukan apapun untuknya sekalipun mungkin seumur hidup ia akan terus mencintai Adiyasa.

__ADS_1


"Kamu mau kita pulang sekarang?"


Tita mengangguk, "Iya," bisiknya lirih.


Kepulangan keduanya membuat keluarga yang tengah berkumpul di ruang tamu terheran karena Tita nampak lemah. Naya segera bangkit dan mendekati Tita, "Ada apa dengannya?"


"Cuma tidak enak badan tiba tiba. Kata dokter Tita terlalu kelelahan akibat antivitasnya yang sangat padat."


"Kamu ini memforsir seluruh waktumu untuk melukis dari pagi hingga sore Tita....belum lagi kamu mengurusi keperluan Sulaiman. Kurangi jam melukis mu mulai saat ini," pinta Naya panjang lebar.


Susan tersentuh. Ia merasa bersalah karena memaksakan kehendaknya kepada Tita.


"Aku bawa dia dulu ke kamar," ucap Sulaiman.


......


Dua minggu berlalu dan hari ini sabtu malam. Sulaiman meminta Tita menggunakan tes pec untuk memberikan bukti kehamilannya kepada keluarga besarnya yang saat ini berada di ruang keluarga.


Susana dan Abdullah bahagia luar biasa. Naya, Rangga, Indria, dan Ilham bersyukur karena keduanya sebentar lagi akan menjadi orangtua baru. Adiyasa kecewa berat. Hatinya terkoyak. Ia membayangkan bagaimana Tita dan Sulaiman berhubungan badan hingga Tita hamil seperti ini..


Sulaiman pun menghubungi Angga dan mengabarkan kehamilan sang istri. Angga dan kedua orangtuanya membalas dengan ucapan syukur dan untaian doa-doa bahkan Angga mengatakan jika ia akan langsung mengadakan syukuran atas kehamilan pertama Tita.


"Maaf, Pa....aku anak durhaka yang tak pantas melakukan ini padamu....aku perempuan hina yang di terima dengan hati terbuka oleh suamiku atas pengkhianatan ku dulu....aku perempuan kotor yang harusnya tak mendapatkan perlakuan manis ini....."


Karena kehamilannya yang di terima dan di tutupi Sulaiman akhirnya ia sadar dengan semua kehilapannya selama ini.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2