CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Menyerah


__ADS_3

Arga tidak nyaman ketika melewati rumah Riga. Dia ingin sekali memakan pria itu karena telah berani memperlihatkan rasa sukanya pada sang istri. Jelas Arga tau arti dari tatapan tersebut. 


"Arga kamu kenapa sih?" Tanya Aluna begitu sang suami selesai menidurkan sang anak. "Dari tadi jutek sama aku. Ada yang salah?"


"Enggak, aku mau mandi dulu" Melangkah melewati Aluna begitu saja. Dia diam sendirian di kamar mandi, berharap berendam juga bisa menenangkan amarahnya. Tapi ternyata tidak semudah itu. Arga masih tetap saja kesal, dan perhatian pria pasti membuat Aluna perlahan bisa berubah haluan


Setelah mandi, Arga keluar hanya dengan memakai handuk yang melilit di pinggang. Aluna yang melihatnya langsung memalingkan wajah merasa malu karenanya. "Kamu ngagetin."


"Kamu aja yang kagetan." Memakai pakaian sambil terus menatap sang istri yang sedang memainkan ponselnya. 


Aluna yang tersenyum sendiri membuat Arga curiga. "Kamu lagi chatingan sama siapa?"


"Sama Bunda. Dia beli boneka buat Elmira katanya. Liat, lucu banget kan?" Ketika menatap wajah Arga, Aluna hanya diperlihatkan wajah yang begitu datar. Membuatnya terdiam seketika. "Kamu kenapa sih?"


Oke, Arga tidak tahan. Mempermainkan Aluna khawatirnya akan membuat perempuan itu kesal juga. "Kamu mau tau tentang Teresa gak?"


"Hah?"


"Mantan orang yang mau tunangan sama aku?"


Aluna menggeleng. "Buat apa." Meskipun kenyataannya dia sangat penasaran. Tapi itu bukan urusannya. 


"Kemarin dia datang ke kantor aku. Bilang kalau dia udah ninggalin semuanya demi aku dan mau balikan lagi."


Aluna terkekeh. "Kamu mau balikan lagi sama dia? Iya?" Miris sekali hidupnya. Dia pasti akan ditindas oleh Arga. 


"Ini bukan novel dimana aku bakalan ninggalin istri dan anak, terus aku bakalan nyakitin kamu, terus aku nyesel di akhir dan minta balikan lagi." Arga menarik napasnya dalam. "Aku tolak dia, soalnya aku udah punya keluarga. Tapi aku malah ciuman sama dia buat yang terakhir kalinya. Aku minta maaf ya."


Atalia diam mendengarkan. Lalu? Arga mau apa sekarang? Dia mau memberitahu apa pada dirinya hingga mengatakan hal ini? Maksudnya, tujuannya itu apa? 

__ADS_1


"Lalu? Kamu pengen aku kayak gimana sekarang?"


"Sekarang? Kita suami istri kan?" Arga memejamkan mata, dia enggan menurunkan egonya. Tapi jika Aluna bersama dengan orang lain, dia lebih tidak rela. "Aku mau minta maaf atas kesalahan aku yang pernah bikin kamu hancur waktu itu. Aku minta maaf karena udah perkossa kamu waktu itu. Dan gak tanggung jawab. Aku minta maaf."


Aluna menegang, sampai tangannya terulur menyentuh kening Arga. "Kamu gak demam kok."


"Aku emang gak demam, aku bilang kenyataan. Aku minta maaf oke."


"Oke.." Aluna mengangguk saat melihat raut wajah yang begitu serius. 


"Aku pengen kita kayak suami istri pada umumnya. Kita bangun dari awal lagi. Gak harus kamu tidur bareng sama aku. Maksudnya…  ayo mulai dari awal lagi buat Elmira, buat kita juga. Saat aku berjanji di hadapan Tuhan, artinya aku akan menepatinya. Aku gak mau dilaknat Tuhan."


"Gak usah maksain buat jadi pasangan." Aluna hendak menarik tangannya yang digenggam oleh sang suami. Tapi Arga menahannya. 


"Gak dipaksain, aku bener bener kita mulai dari awal lagi. Gak papa kalau kamu gak cinta, biar aku aja di sini yang rasain perasaan itu."


"Maksudnya? Perasaan apa?" Mata Aluna menatap dalam pada manik Arga mencari jawaban. "Perasaan apa, Arga?"


Aluna diam. Dia tidak percaya Arga benar benar melakukan hal ini. "Kamu maafin aku?"


Kenapa tidak bukan? Pria itu sudah terbuka dan terlihat serius. Jadi, Aluna menganggukan kepalanya. "Hmmm. Aku maafin kamu."


***


Percakapan semalam dengan Arga harus terhenti karena Arga mendapatkan telpon dari sang Ayah. Aluna tidur lebih dulu karena mengantuk. Sampai Aluna bangun lebih dulu, dia tidak mendapati Arga di sampingnya. Kemana pria itu? Apa dirinya kembali lagi terlambat? Namun, ini masih jam enam pagi 


Keluar dari kamar dan berdiri di pagar pembatas lantai dua, Aluna akhirnya melihat Arga yang baru saja masuk. Oh, pria itu baru saja pulang olahraga. 


"Ayo semangat. Biar perutnya kebentuk lagi, biar Aluna suka," Ucapnya seperi itu. 

__ADS_1


Aluna yang mendengarnya itu malu, pipinya merah dan langsung pergi ke kamar sang anak supaya Arga tidak mendapati keberadaannya di sana. 


Dan 180 derajat Arga berubah. Dimana pria ini jadi memperlakukan nya dengan baik dan tidak ada lagi kejahilan. Terlihat lebih dewasa. Kemana wajah menyebalkannya yang selalu mengejeknya? Bahkan ketika Aluna selesai mandi, dia langsung dipuji, "kamu cantik banget."


Merinding, tapi Aluna menghargainya. "Makasih." Tidak mudah terbiasa dengan hal ini. Apalagi Aluna masih sedikit ingat dengan kejadian di masa lalu. 


Ketika Arga berangkat bekerja, dia juga mengusak rambut Aluna dan berkata, "hati hati di rumah. Kalau ada apa apa, bilang ya."


"Iya. Hati hati juga di jalan." 


Saat sang suami mengecup pipi anaknya, Aluna menahan napas karena dia pasti juga diperlakukan seperti itu. Tapi nyatanya…  tidak? 


"Dah" Arga pergi dari sana. 


"mama, minggu depan ya sekolahnya?"


"Iya, tiga hari lagi ya. Yang sabar Oke. Sekarang mau apa?" 


"Mau nonton. Abis itu nanti jalan jalan." Berucap seperti itu sambil melangkah mendekati tempat menonton televisi di sana. 


Aluna membiarkan, dia melakukan pekerjaan yang lainnya. Seperti menjemur, mengepel lantai sampai membersihkan kamarnya. Elmira untungnya tidak perlu ditunggu, dia sudah asyik dengan dunianya sendiri.


"Kayaknya ranjangnya harus digeser deh. Kalau di sini gak bagus." Aluna sudah terbiasa bekerja berat. Jadi dia mendorong kuat ranjang hingga bergeser ke sudut. Dan saat itulah Aluna melihat sebuah kotak dari bekas kolong ranjang. 


"Ini apa?" Penasaran dan membukanya.


Isinya sebuah surat cinta yang kusam dan juga banyak kertas yang diremas lainnya. Apa ini? Aluna membukanya. Matanya membulat ketika dia mendapatkan kalimat, "Untuk Cinta pertamaku, Aluna. Ini Arga yang tampan dan kaya."


Tunggu. Ini apa? 

__ADS_1


***


__ADS_2