CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Foto pernikahan


__ADS_3

“Maaf ya aku lupa bilang sama kamu kalau ternyata pemotretannya di sini.”


“Gak papa kok.” Aluna sedang menyisir lagi rambutnya dan menatap Arga dari pantulan cermin. 


“Tapi nanti kita bisa jalan jalan kalau kamu mau. Gimana?”


“Hmmmm.” Aluna sedikit menimang, yang mana membuat Arga meyakinkan dengan kalimat, “Aku janji sekarang jalan jalan keluar. Kita gak akan di rumah lagi. Ya?”


“Udah ayok ke bawah lagi. Elmira sendirian di sana.”


Arga benar benar menyesal membuat senyuman Aluna memudar, tadinya Arga berfikir kalau Aluna ingin diam di sini karena dirinya sudah terbiasa di rumah dan nyaman di rumah. keluar dari kamar dan melangkah menuruni tangga, melihat anak dan mama itu sedang bersiap untuk sarapan.


“Papa cepetan! El Lapar nih!”


Satu satunya caara membuat Aluna kembali naik mood adalah dengan Elmira sebagai alat. “El, nanti malam jalan jalan sama Papa mau? Malam mingguan?”


“Sama Mama juga?”


“Iya dong sama Mama juga.”


“Mau! Mau kemana tapi? Kemarin juga El bobo di mobil.”


Duduk di samping Aluna dan membiarkan perempuan itu mengisi piringnya. Aduh romantic sekali. Kalau saja dari dulu Arga menurunkan harga dirinya, mungkin dia sudah mendapatkan perempuan pujaan hatinya ini. akibat gengsi dengan teman temannya yang memiliki kekasih gaul, Arga enggan menunjukan rasa sukanya pada Aluna. 


“Makasih, Aluna.”

__ADS_1


“Hem, makan yang banyak.” Aluna senang ketika Arga dan Elmira begitu menikmati makanan buatannya. Dulu dia memang bekerja di berbagai tempat, termasuk kue. Sayangnya, kue basah belum dikuasai oleh Aluna.


Seperti yang Arga siapkan, orang orang berdatangan. Mereka adalah seseorang yang akan memotret Aluna dan Arga. Ada perias juga, pokoknya Aluna merasa sedang membuat hajatan di rumahnya. Kalau Elmira, dia senang karena ada banyak gaun yang bisa dia pakai. 


“Mama! el suka!” pekik anak itu.


Aluna dan Arga bersiap di kamar yang berbeda. Aluna kaget melihat pakaian pakaian itu, terlihat seperti baru. “Ini baru semua, Mbak?”


“Iya, Nyonya. Tuan Arga minta gaun yang baru untuk anda pakai.”


Bahkan ada perhiasan, tiara yang cantik. Aluna tidak pernah membayangkan dirinya dalam balutan gaun ini. tersenyum sendiri, merasa bahagia melihat pantulan dirinya sendiri dalam cermin. Dirinya terlihat begitu cantik.


“Mari keluar, Nyonya. Biar saya bantu.”


Berpegangan tangan pada sang perias keluar kamar. Di ujung tangga, Arga sedang berbincang dengan yang lain. Begitu mendengar langkah mendekat, Arga menoleh. Oh ya tuhan, harusnya dia melihat Aluna dalam balutan itu enam tahun yang lalu jika saja dirinya tidak mempertahankan harga dirinya?


****


Set pengambilan gambar dilakukan di beberapa tempat yang aestetic. Bahkan mereka membuat set yang menyerupai panggung pernikahan. “Tinggal kita berdua yang foto ya? dari tadi sama kunyit ini mulu,” ucap Arga pada sang istri.


Aluna terkekeh. “Elmira, mam Ice cream dulu ya. mama sama Papa mau foto berdua dulu ya?”


Elmira mengadahkan kepala merasa terusir. Tapi diiming imingi ice cream, dia tidak tahan juga dan memilih pergi ke arah dapur. Sementara Aluna menaljutkan pose posenya. Berdekatan dengan Arga membuat hatinya berdesir. Dimana pinggangnya harus dipeluk, dan tangan Aluna juga melingkar di leher Arga.


“Coba bertatapan Tuan dan Nyonya.”

__ADS_1


Aluna melakukannya dengan luwes, sementara Arga gugup. Melihat wajah cantik itu dan melihat matanya dengan dalam, berhasil menyebabkan jantung Arga berdetak kencang. Bahkan keringatnya keluar. Kenapa Aluna secantik ini? kenapa Arga tidak melakukan ini sejak awal? kenapa dia bajiiingan? Kenapa dia tidak menyatakan perasannya sejak awal? kan sayang sekali dirinya melewatkan wajah cantik ini selama enam tahun.


“Kamu gak papa?” tanya Aluna. “Keringet kamu banyak banget.”


“Panas,” ucapnya segera memalingkan wajah. 


“Boleh kecup kecupan? Kan sudah sah jadi suami istri. Coba bibirnya bersentuhan.”


Arga menatap Aluna minta persetujuan, saat sang istri mengangguk, dia senang bukan main. Arga mendekatkan wajahnya pada Aluna dan bersiap menyapu bibir yang sudah dibayangkan manis dalam pikirannya.


“Mama! papa! mau ikut ditengah!” teriak sang anak berlari ke arah mereka dan berdiri diantara Arga dan Aluna. Anak ini seolah tidak suka melihat keduanya terlalu dekat.


Arga berdehem dan menunduk untuk berbisik. “Adek, kalau Papa sama Mama gak bisa berdua, tar gak punya dedek bayi.”


Hal itu berhasil membuat Elmira takut dan segera melangkah pergi dengan tatapan kosong. Jadi Arga tersenyum menang.


“Kamu bilang apa sama dia?” tanya Aluna.


“Itu, film songgo rubuh bentar lagi kan main.” Kembali dalam posisi semula. Walaupun gugup, Arga tidak sabar melakukannya.


Aluna juga gugup, tapi dia mencoba menikmatinya dan ingin memulai semuanya dari awal. tih arga sudah meminta maaf.


Sampai akhirnya bibir itu bersentuhan, dia menyesapnya sedikit, Arga sudah membayangkan rasa yang begitu nikmat. Tapi…. “Ini lipstiknya merek apa?” tanya Arga pada sang perias. Pahittt!


“Maaf, tadi aku lupa bilang kalau rasanya pahit,” ucap Aluna.

__ADS_1


“Gak papa.” setidaknya dia sudah mencium Aluna.


__ADS_2