CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Langkah baru


__ADS_3

Keberhasilan operasi Elmira nyatanya harus membuat Aluna dan Arga tertahan di sana. Karena Arga tidak mau membawa pulang sang anak dalam kondisi yang benar benar pulih lagi. 


Kamar VVIP nyatanya tidak memberikan kenyamanan seperti di rumah. Arga ataupun Aluna kadang pulang ke apartemem yang Arga beli di dekat rumah sakit. Mereka bergantian merawat Elmira. Apalagi Arga harus tetap bekerja. 


Seperti sekarang Arga tengah rapat di perusahaan sang ayah. Selesai dengan pekerjaannya, Arga makan siang bersama dengan sang ayah di ruangan kerja yang seharusnya menjadi miliknya. 


"Gak mau pindah aja di Jakarta? Ayah gak akan hukum kamu lagi kok. Lagian kan kamu udah beresin tanggung jawab kamu."


"Nggak deh, Yah. Elmira udah betah tinggal di sana."


"Tetep aja di Bandung?"


"Iya, ribet kalau pindah pindah lagi." Arga menyantap makan siangnya dengan lahap. Harus tetap sehat untuk kedua perempuan yang begitu dia cintai. "Dua orang itu udah Ayah pindahin kan?"


"Udah, aman kok."


"Kalau bisa sih keluar angkasa. Arga gak mau ada masalah lagi."


"Mereka kembali ke Amerika. Mantan kamu jadi model lagi, udah ayah ancam juga kalau sampai ngusik keluarga kamu. Secara Riga gak ada apa apanya." Wardana meyakinkan sang anak. 


Ketika sedang asyik makan, pintu tiba tiba terbuka. Hendak marah, tapi Wardana menahan diri begitu tau kalau itu adalah istrinya. "Kok Bunda ke sini?"


"Mau laporan sama Arga. Ya ampun serba mendadak. Untung aja Elmira masih perlu waktu di sini." Gita memberikan ipad miliknya, Arga tersenyum ketika melihat layarnya. "Gimana? Suka?"


"Suka, Bun, Tetep sama rencana awal ya, Bun. Pokoknya harus mantap ini."


"Gampang inimah. Bunda juga udah tau ukuran baju Aluna, tapi gak tau dia suka atau enggak."


"Pasti suka, Arga tau selera dia yang kayak gimana."


"Dokternya juga udah diajak diskusi, jadi pas hari itu, Elmira bener bener bisa pulang," Ucap Gita. 

__ADS_1


Arga tidak bisa menahan senyumannya. Dia tidak sabar memberikan kejutan untuk Aluna. "Tapi kalau dia gak mau pisah sama Elmira gimana?"


"Gak akan. Bunda yang tanggung jawab."


Karena selama di Jakarta, Arga bekerja bersama dengan sang ayah. Pulang juga di waktu yang sama. Arga membeli beberapa mainan dan juga makanan untuk sang istri. Orangtuanya juga sering datang menjenguk Elmira kalau ada waktu luang. 


Arga pulang dulu ke apartemen untuk membersihkan diri. Ada pengasuh juga yang dipercaya Gita untuk menjaga cucunya. Untung Aluna tidak protes karena dia tidak enak kalau menentang sang mertua. Lagipula pengasuh itu benar benar membuat Aluna nyaman, jadi Aluna bisa meninggalkan Elmira selama beberapa saat. 


Ceklek. 


Arga yang sedang memakai pakaian itu menoleh, mendapati sang istri yang memasuki kamar. 


"Sayang, baru aja aku mau berangkat." Menyadari sang istri cemberut, Arga mendekat. "Kamu itu kenapa?"


"Kamu beli lagi mainan? Kan udah aku bilangin buat jangan beli yang kayak gituan. Udah banyak, numpuk. Sayang banget uangnya."


"Iya ini yang terakhir kok."


"Tiap hari gitu terus bilangnya. Nyatanya beli terus."


"Aluna, kamu cantik banget." Arga menggoda seperti itu. Tangannya kini merayap menyentuh pipi sang istri sebelum menyatukan bibir keduanya. 


Saling melummmat satu sama lain, membuat Aluna harus menahan desahannya ketika tangan itu mulai merambat ke bawa pakaiannya. 


Namun, Aluna mendorong pelan bahu Arga dan berkata, "Aku janji sama Elmira kalau bakalan pulang cepet. Nanti lagi ya."


Arga menghembuskan napasnya dalam. Gagal lagi. Jujur, dirinya baru dia kali melakukan itu dengan Aluna. Itu juga salah satunya adalah adegan pemerkossaan.


****


Genap satu bulan Elmira berada di Jakarta. Bukan hanya di rumah sakit, dua minggu terakhir Elmira dibawa ke rumah Kakek dan Neneknya dan tetap melakukan kontrol rutin. Tapi tetap saja, meskipun sudah tidak berada di rumah sakit, Arga tidak bisa melakukan hal macam macam pada sang istri dan itu sangat menyebalkan untuknya. 

__ADS_1


"Gimana? Bunda sama aku nyusul?"


"Iya, Bunda mau minta anter dulu sama kamu. Gak papa kan? Bunda butuh kamu banget soalnya. Elmira sama Papanya gak papa ya?"


Ibu Gita meminta Aluna untuk berangkat terlambat ke Bandung dengan alasan meminta diantar ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Karena Wardana sedang dalam perjalanan bisnis keluar kota dan Arga bersama Elmira sudah siap di dalam mobil, akhirnya Aluna menyetujui saja. 


Dia berpesan pada sang anak untuk tidak rewel jika bersama dengan Arga. Apalagi Arga bilang dia harus segera pergi ke Bandung karena ada rapat penting. 


Jadinya, Aluna baru berangkat ke Bandung setelah jam makan siang. Sepanjang perjalanan, Aluna tertidur. Dia baru bangun ketika Gita membangunkannya. 


"Loh? Ini dimana, Bun?"


"Di hotel. Bunda mau minta bantuan kamu sekali lagi. Kamu tau kan kalau Bunda sekarang merambat ke bisnis pakaian? Nah, ada klien bunda yang mau lihat baju pengantin di tubuh manusia. Dan cocok banget sama kamu ukurannya."


Mana bisa Aluna menolak, jadinya dia menghubungi Arga untuk menanyakan keadaan Elmira. Anaknya baik baik saja dan tidak menanyakannya. 


Aluna dibawa ke salah satu ruangan pengantin. "Harus di sini ya, Bun?"


"Iya dong. Biar keliatan jelas. Pake make up juga ya."


Aluna benar benar merasa jadi pengantin saat dipaksa duduk dan didandani. Apalagi pakaiannya begitu pas dengan tubuhnya. 


"Nah, sekarang ayo lakuin pemotretan di ballrom."


"Bun, gak papa emang?"


"Gak papa. Bunda udah booking kok," Ucap Gita memaksa sang menantu untuk pergi ke sana. "Nanti ada photograper di sana yang nunggu kamu. Bunda mau beresin ini dulu. Sono."


Dengan bingung, Aluna pergi menuju pintu yang terhubung dengan balkon. Saat dia membukanya, Aluna kaget bukan main. Banyak sekali orang di sini, ditambah dekorasi pernikahan. Apakah ada orang yang sedang menikah sekarang? Aluna merasa sangat malu. 


"Aluna." Sampai seseorang datang padanya. Aluna mengerutkan kening melihat Arga yang ada di dalam balutan jas datang mendekat padanya. 

__ADS_1


Pria itu tiba tiba bersimpuh di hadapannya dan mengeluarkan kotak cincin dari sakunya. "Aluna, pertemuan pertama kita tidak baik. Bahkan saat pernikahan, aku gak lamar kamu dengan baik. Jadi, bisakah kita memulai langkah baru lagi? Maukah kamu menjadi pendamping ku dan hanya mencintaiku selama sisa hidupmu?"


***


__ADS_2