CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Tujuan


__ADS_3

Aluna dikagetkan, ternyata pesta itu untuknya. Bahkan sang anak ikut andil di dalamnya. Elmira kini bersama dengan Kakeknya. Anak itu memakai gaun yang sangat cantik. 


Titik penting di sini adalah Arga yang memperkenalkannya pada teman temannya. Mereka semua yang merupakan alumni SMA datang dan memberikan ucapan selamat. Kalimat yang sering Aluna dengar hari ini adalah, "Wah akhirnya nyerah juga sama keadaan ya, Boss. Gak bisa berpaling kan sekarang? Untung bunting duluan. Kalau enggak, cintanya gak akan pernah sampai ya?" Mereka menggoda seperti itu yang berhasil membuat Aluna merona memalu. 


Bahkan Arga sampai mengajaknya berdansa di tengah Ballrom, membawanya menjadi pusat perhatian semua orang di sana. "Arga aku malu. Mana gak bisa dansa."


"Pelan aja, kayak gini," Ucap Arga mempraktikkan gerakan pelan pada sang istri. 


Kedua tangan Aluna melingkar di leher suaminya, mulai nyaman dan mengikuti irama. "Aku sayang kamu."


Aluna kaget dengan pernyataan tiba tiba Arga. Dia mengarahkan pandangannya. "Tiba tiba?"


"Nggak tiba tiba. Dari dulu aku udah suka sama kamu. Cinta itu bikin aku gengsi, tapi sekarang aku gak akan tutup tutupin lagi perasaan aku sama kamu."


Aluna terkekeh. "Aku juga sayang sama kamu. Ayok jadi orangtua yang baik buat anak kita."


"Anak anak. Kamu mau cuma satu aja? Aku maunya banyak."


Kalimat itu berhasil membuat Aluna memalu. 


"Nanti malem, kita juga nginep di sini ya. Bunda sama Ayah yang handle Elmira. Aku kangen banget sama kamu."


Aluna paham bagaimana perasaan sang suami. Jadi dia menganggukan kepalanya, sudah percaya sepenuhnya pada Arga. Lagipula, waktu Aluna memang dihabiskan untuk sang anak. "Iya, ayok kita berduaan."


"Istriku sayang," Ucap Arga menundukkan kepalanya hendak mencium bibir sang istri. 

__ADS_1


Namun Aluna menghindar. "Ada Elmira, nanti dia liat."


"Gak papa, itu tandanya dia bakalan cepet punya adek." Ketika bibir itu bersatu, riuh tepuk tangan terdengar dan berhasil membuat Aluna memalu. Namun, tidak dipungkiri kalau dirinya begitu bahagia. 


Sampai akhirnya pesta selesai di malam hari, Elmira sudah pergi lebih dulu dengan Kakek dan Neneknya. Ternyata, ada banyak hadiah yang mereka berikan pada Aluna dan Arga. Tapi hadiah itu dikirimkan ke rumah, mengingat mereka akan disibukan di kamar hotel. 


"Gak usah mandi ya? Nanti juga keringetan."


Aluna terkekeh ketika melihat Arga yang berkabur oleh nafsu. "Sayang?"


"Iya. Bantuin aku dong bukain bajunya."


Dengan senang hati Arga melakukannya. Dia kecup punggung sang istri dan berkata, "Kamu gak akan nemuin lagi mantan aku sama kakaknya di Bandung. Jadi, kita aman. Termasuk orang orang yang pernah nyakitin kamu, udah aku tebas semua. Mereka yang pernah berdosa sama kamu, udah aku kasih pelajaran yang seharusnya."


Aluna membalikan tubuh dan menduduki Arga dengan sebagian pakaiannya yang sudah tanggal. "Satu yang belum dapet pelajaran. Kamu."


***


Keesokan harinya, Arga masih belum menuntaskan hasratnya. Ketika Aluna terbangun, pria itu mengajaknya mandi bersama. Dan di sana mereka kembali melakukannya. Sampai Aluna merasa kelelahan dan terus merintih di bawah kuasa Arga. 


"Makasih sayang," Ucap Arga. 


"Abis ini mau dibeliin tas ya."


Arga terkekeh, lebih suka dengan Aluna yang memberikan harganya seperti ini. "Iya, sana kamu keluar duluan. Aku takut gak tahan kalau kita bareng terus."

__ADS_1


Aluna mendengus mendengarnya. Dia segera menyelesaikan mandinya. "Makannya di sini aja ya."


"Iya, kamu pesen aja." 


"Oke." Dan bergegas keluar dari kamar mandi begitu selesai. Aluna memesan sarapan ke kamar karena malas keluar. Tubuhnya masih remuk akibat Arga. Bahkan Aluna makan duluan karena merasa sangat lapar. Arga yang baru saja keluar itu terkekeh melihat sang istri. 


"Gak papa makan aja duluan. Kamu keliatan capek banget." Berucap sambil mengenakan pakaian. 


"Iyalah, aku capek digempur terus sama kamu." Aluna terus mengunyah. Sampai bau daun jeruk membuatnya mual. Aluna membungkam tangannya sendiri dan berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya. 


Arga yang baru selesai berpakaian langsung menyusul. "Sayang? Kenapa?" Arga memijat tengkuk sang istri. 


"Gak papa," Ucap Aluna mencoba untuk berdiri. Dia membasuh wajahnya di wastafel. Tapi kesadaran itu tidak bertahan lama karena Aluna tiba tiba jatuh pingsan. 


"Aluna!" Teriak Arga panik. Dia segera menggendong Aluna dan membawanya ke rumah sakit. 


Arga takut kalau semalam alasan Aluna seperti ini. Dirinya memang keterlaluan dan tidak bisa menahan diri. "Sayang, tolong jangan buat aku panik." Menggendong Aluna lagi dan membawanya berlari dimana perawat langsung sigap mengambil alih. 


Arga menunggu dengan penuh rasa takut, dia berdoa dan berjanji pada Tuhan tidak akan membuat istrinya kewalahan seperti semalam dan tadi pagi. 


"Bagaimana keadaan istri saya, dok?"


"Tidak apa apa ya, Pak. Istri bapak hanya kelelahan dan efek dari kehamilannya juga."


"Hamil?"

__ADS_1


Arga membulatkan matanya tidak percaya. 


__ADS_2