CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Lebih dekat


__ADS_3

Untuk pertama kalinya, Arga jadi khawatir saat akan tidur bersama dengan  Aluna. Tapi dia mencoba untuk memperlihatkan wajah biasanya. Dirinya sudah menidurkan Elmira dan sekarang menunggu Aluna yang sedang ada di kamar mandi. Ada pembicaraan serius yang akan Arga katakan yaitu tentang foto pernikahan mereka. 


Sayangnya, ponselnya berdering dan memaksa Arga untuk kembali bekerja. Alhasil, dia memilih membawa pekerjaannya di kamar tamu yang sekarang sudah diisi oleh sofa. 


Aluna yang baru saja keluar dari kamar itu mencari keberadaan sang suami. Dimana dia? 


Aluna keluar dari kamar dan mencari keberadaan Arga. Sampai melihat salah atau ruangan yang menimbulkan suara orang sedang mengetik. "Ada kerjaan?"


"Ya ampun, bidadari bikin kaget." Refleks mengatakannya.


Aluna yang memalu berhasil membuat Arga senang. Jadi dia bisa mengatakan hal hal seperti ini dengan lebih sering bukan? Ah senangnya. "Masih ada kerjaan. Kamu tidur duluan aja."


"Hmm. Mau dibikinin teh atau apa gak?"


"Mau sih, dibikinin kopi aja ya?"


"Oke." Inisiatif, Aluna bukan hanya membawakan kopi, dia juga membawakan kue kue untuk Arga lebih semangat bekerja. Senyuman Aluna mengembang saat membayang Arga memakan kue buatannya. 


"Wuihh beli dimana nih kuenya?"


"Cobain. Enak gak?"


Dengan senang hati Arga mencobanya. "Agak aneh, enak tapi enaknya aneh. Gak tau deh." Mengedikan bahunya. "Tapi enak kok. Mantap. Tapi nanti jangan beli di sini lagi ya."


Aluna terdiam, dia memang baru pertama kali membuat chese cake, biasanya dia membuat kue kering. "Iya, aku ke kamar ya."

__ADS_1


"Heem." Arga terpaku pada layar laptopnya dan terus bekerja semalaman. 


Aluna nyatanya tidak bisa tidur. Dia khawatir karena Arga selalu bergadang akhir akhir ini karena pekerjaannya. Kasihan juga dia harus menanggung semuanya sendirian dengan perusahaan yang masih padam. 


Beberapa jam sekali, Aluna keluar untuk pergi ke dapur. Padahal kenyataannya dia hanya ingin memastikan sang suami. Arga juga menyadari Aluna yang keluar masuk satu jam sekali.  Tapi mengabaikannya karena pekerjaan ini penting. Ayahnya bilang akan memberikan Arga modal jika yang ini berhasil. 


Sampai membuatnya menggeliat lelah. 


"Kalau udah capek, besok aja lagi."


Kaget dan menoleh. Aluna di ambang pintu.  "Kadung, ini bentar lagi kok."


"Besok lagi. Aku gak mau Elmira kehilangan Ayahnya, padahal baru aja ketemu."


***


"Besok aku mau ajak kamu foto pernikahan. Kita belum punya foto pas kamu pake gaun nikah, aku pake jas. Soalnya buat dipajang di ruangan aku. Sama Elmira juga. Ke depannya, akan banyak tamu ke tempat aku, jadi mereka harus tau kalau aku udah beristri."


Aluna mengangguk saja. Dia sudah sangat mengantuk. "Selamat malam, Arga." Dan langsung terlelap begitu kepalanya menempel di bantal. 


Sepertinya Arga harus berterima kasih karena posisinya dipindah. Dengan seperti ini, Aluna jadi dihimpit oleh dinding dan juga dirinya. Apalagi posisi Aluna yang tidur tengkurap dan wajahnya mengarah pada Arga. Alangkah pemandangan yang sangat indah jika dilewatkan begitu saja. 


Sampai Arga tertidur, dia memandangi wajah Aluna. 


Saat pagi tiba, giliran Aluna yang memandangi wajah Arga. Dia tidak munafik kalau Arga itu tampan. Hanya sifatnya yang sombong membuat Aluna dulu membencinya, apalagi tindakan jahatnya yang membuat Aluna jadi lulusan SMP saja. 

__ADS_1


"Semoga kamu kasih aku banyak kebahagiaan dan cinta ke depannya. Kayak yang kamu tulis di surat." Aluna bergegas keluar untuk menyiapkan sarapan. 


Karena ini akhir pekan dan mereka akan keluar, jadi Aluna harus cepat cepat. Mereka akan photo studio. Aluna tidak sabaran memakai gaun pengantin. 


Ketika sedang memasak, Aluna melihat sang anak yang keluar dari kamarnya. "Hei, Mana di sini. Jangan ganggu Papa. Semalam Papa gadang, Nak. Sini turun ke Mama."


Menurut dan melangkah turun menuju sang Mama sambil mengucek matanya. "Mama gak mandiin El."


"Nanti aja, Mama bikin sarapan dulu."


"Papa gak kerja?" Membaringkan tubuhnya di sofa. 


"Enggak, kan ini akhir pekan." Dilihatnya sang anak yang sudah terlelap lagi.  Aluna mengehela napasnya dalam. 


Setelah Aluna selesai membuat sarapan, dia langsung membawa Elmira untuk mandi dan bersiap siap. Bahkan Aluna memakai pakaian yang cantik dan siap pergi. Begitu pula dengan Elmira. 


"Nah, sekarang adek boleh bangunin Papa. Sana." Membiarkan sang anak untuk pergi membangunkan Arga. 


Dimana pria itu ditepuk tepuk pipinya sampai bangun. "Loh? El udah cantik banget, mau kemana?"


"Kata mama mau keluar. Mau jalan jalan. Iya??"


Ya ampun, Arga lupa bilang kalau mereka akan melakukannya di rumah. Sial, dia pasti dalam masalah sekarang. 


***

__ADS_1


__ADS_2