CINTA UNTUK ALUNA

CINTA UNTUK ALUNA
Langkah


__ADS_3

Keputusan mereka bulat, yaitu akan membawa Elmira ke Jakarta untuk melakukan operasi. Aluna tidak mau hidup dalam ketakutan terus menerus. Jadi siang ini mereka bersiap pergi. 


Bahkan Arga sudah menyiapkan apartemen di dekat Rumah sakit, takut jika mereka harus sering ke sana. 


"Baru juga El sekolah kok udahan lagi sih." Anak itu menghentakan kakinya dengan gemas. 


"Kan biar El sembuh dulu, Nak. Nanti bisa lakuin apapun yang El mau. Ya?" Aluna membujuk seperti itu. 


Karena semuanya sudah disiapkan oleh mertuanya, Aluna hanya tinggal datang ke rumah sakit dan sudah disiapkan ruangan VVIP. Operasi akan dilakukan lusa. Untuk dua hari sebelumnya, Elmira harus tetap berada di sini. Anak itu beberapa kali mengeluh, tapi Aluna melihat bagaimana Arga selalu berusaha meyakinkan sang anak. 


"Kemana Bunda?" Tanya Aluna yang baru saja masuk, mendapati hanya ada sang suami di ruangan itu. 


"Keluar dulu sama Ayah. Mereka gak nginep katanya. Gak papa?"


"Gak papa. Malah aku ngerasa gak enak kalau mereka di sini. Mereka pasti banyak urusan kan?" Aluna mendekat pada Arga yang duduk di bibir ranjang menatap sang anak yang terlelap. 


"Nggak gitu juga. Kan Elmira itu cucu mereka. Jadi udah sepantasnya dapet perhatian ini, Cantik." Meyakinkan Aluna seperti itu. "Udah makan?"


"Udah, makan mulu."


"Aku gak mau kamu sakit." Dia memeluk sang istri dengan erat. Memang Arga juga sama takutnya. Tapi sang dokter berkata kalau kemungkinan kegagalannya hanya 30 persen saja. Mengingat kondisi Elmira yang sudah melemah seperti ini. 


"Ayo kita buat kejutan buat Elmira. Kayak kasih dia adek?"


"Jangan macam macam. Ini di rumah sakit." Aluna menahan tangan sang suami yang hendak merambat naik. 

__ADS_1


Pria itu terkekeh dan mengecup tengkuk sang istri. "Aku udah siapin apartemen buat kita. Kali aja mau istirahat di sana."


"Ruangan ini udah gede banget. Aku gak perlu ke sana. Lagian mau nemenin Elmira." Menatap sang anak yang terlelap. 


Ketika hari operasi itu datang, Aluna takut bukan main. Dia tidak bisa ikut masuk ke dalam, hanya menunggu bersama dengan sang suami di luar ruangan. Ada kedua mertuanya juga di sana. Mereka sama sama berdoa untuk kelancaran operasi Elmira. 


"Ar, kasihan Aluna. Kamu bawa dia kemana dulu gitu." Sang Bunda menyarankan. 


"Dia gak akan mau, Bun."


"Kalau gitu beliin dia air. Pucet gitu."


Arga menarik napasnya dalam, dia melangkah pergi untuk membeli sesuatu untuk sang istri. Meskipun tau kalau Aluna tidak akan menerimanya, tapi Arga tidak ingin sang istri ikut jatuh sakit. 


Menoleh dan kaget. Mau apa lagi mantannya ini? 


****


Aluna merasa kepalanya pening. 


"Jangan terlalu dipikirin. Elmira bakalan baik baik aja kok." Gita mencoba menenangkan sang menantu. 


"Aluna mau ke kamar mandi dulu ya, Ma." Aluna butuh kewarasan. Dia pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya sendiri. Menarik napasnya dalam dan menatap dirinya sendiri dalam kaca. 


Sampai ketika Aluna menoleh ke kaca jendela di samping, dia malah mendapati sang suami yang sedang bicara dengan mantan kekasihnya. Apa yang dia inginkan? Padahal Aluna melihat bagaimana Arga menolaknya. 

__ADS_1


Kesal sekali dengan perempuan itu, Aluna memutuskan untuk turun ke sana dan memberikan peringatan padanya. Sepertinya, Arga maupun mantan kekasihnya tidak menyadari keberadaan Aluna. Dimana Aluna menjambak perempuan itu secara tiba tiba dan berteriak, "Stop mengusik kebahagiaan orang lain! Itu suami saya! Ayah dari anak saya! Situ jallang apa gimana? Gak ada harga dirinya banget sampe ngemis ngemis!"


"Awwww!"


"Sayang udah, sayang." Arga jadi panik melihat Aluna yang menjadi brutal seperti ini. 


Dia melepaskan paksa jambakan nya sebelum menjadi pusat perhatian. "Cari cowok lain! Gak usah suami orang!"


"Udah, sana pergi," Ucap Arga menenangkan sang istri. 


Perempuan itu menatap tajam Aluna dan melangkah pergi dari sana dengan mata berkaca kaca dan rambut yang berantakan. "Sayang aku bisa jelasin. Aku gak lagi berduaan kok sama dia."


"Aku gak mau balik ke Bandung kalau misalnya masih ada dia sama Riga. Kalau misalnya mereka udah gak ada. Baru aku mau balik ke sana sama kamu. Kamu kaya kan? Lakuin hal yang ajaib supaya mereka pindah dari sana."


"Iya sayang, aku bakalan…  eh sayang. Mau kemana?"


"Jangan deket deket. Aku masih kesel," Ucap Aluna melangkah lebih dulu. 


Kembali ke lantai atas, beruntungnya Aluna mendapatkan kabar kalau anaknya sudah selesai menjalankan operasi dan semuanya berjalan dengan lancar. Aluna dan Gita masuk lebih dulu. Meninggalkan Arga yang masih gelisah di sana. "Yah? Bisa tolong pindahin orang gak? Biar gak ada di Indonesia lagi. Pengen rumah tangga tenang sama Aluna."


"Hah?"


****


l

__ADS_1


__ADS_2