Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Reihan Kecelakaan


__ADS_3

Mayang mulai menyusun strateginya untuk memisahkan Reihan dan Sheila, dia mengundang Ajeng dan Hesti untuk makan malam di rumahnya, dengan alasan bergantian menjamu mereka makan malam.


Hari ini Sheila pulang lebih malam dari biasanya karena warung makan di tempatnya bekerja kebetulan sedang ramai, namun Sheila harus menghela nafasnya panjang karena kepulangannya disambut acara makan malam ke dua keluarga itu.


"Sayang kemari lah," ucap Reihan menepuk bangku kosong di sebelahnya.


"Tapi aku belum mandi, Mas," ucap Sheila sambil menunduk mencoba menyimpan kesedihannya, menyaksikan keluarga suaminya sedang makan malam bersama keluarga mantan pacarnya.


"Tidak apa Shel, kebetulan memang ada yang ingin Mami bicarakan," ucap Mayang terlihat ramah karena dia memang sedang merencanakan sesuatu.


Sheila menuruti permintaan mertuanya dan ikut duduk di ruang makan bersama yang lain, tentunya dengan tatapan tidak bersahabat dari Ajeng dan Hesti.


"Shel, jadi langsung saja ke intinya kamu kan mandul..." ucap Mayang terpotong karena di protes oleh Reihan dengan tatapan matanya yang tajam.


"Cukup Mi!" ucap Reihan kemudian, yang tak menyangka Maminya akan membahas semua ini ketika mereka sedang menjamu tamu.


"Biarkan Mas, Mami mengatakan apa yang ingin Mami katakan," ucap Sheila sambil memegang bahu suaminya.


"Shel Kamu cinta kan sama Reihan?" ucap Mayang yang hanya di jawab anggukan oleh Sheila tanda mengiyakan ucapan dari mertuanya itu.


"Tentu Mi, sampai Sheila harus rela mengaku mandul demi menutupi hasil tesnya Mas Reihan," batin Sheila kemudian.


"Izinkan Reihan menikah lagi, biarkan Reihan memiliki keturunan dan juga masa depan," ucap Mayang memperjelas keinginannya.


"Aku tidak mungkin membiarkan suamiku menikah lagi, atau rahasia yang telah aku tutup-tutupi akan terbongkar," batin Sheila yang terdiam seribu bahasa.


"Mi, jangan keterlaluan!" teriak Reihan sambil mengebrak meja di hadapannya, hingga membuat semua orang tercengang termasuk tamu undangan mereka.


"Rei, bukan maksud Tante ikut campur tapi yang di katakan Mamimu itu memang lah benar," timpal Hesti yang memang menginginkan Reihan menjadi menantunya.


"Tidak boleh ada pernikahan," ucap Sheila tiba-tiba yang membuat semua orang beralih menatap kearahnya.


"Kamu tau diri donk Shel, kamu ini mandul," bentak Mayang.


"Berhenti Mi, Reihan capek dengan semua ini," ucap Reihan sambil berlalu meninggalkan meja makan dan pergi begitu saja menggunakan motornya.

__ADS_1


...----------------...


Semua orang berada di teras rumah untuk menantikan kedatangan Reihan, mereka sangat khawatir karena Reihan tak kunjung kembali hingga waktu larut malam tiba, dan Sheila lah orang yang terus-menerus di salahkan atas kejadian ini.


"Tante tenang ya, Reihan pasti akan segara kembali," ucap Ajeng yang masih berada di rumah Reihan.


"Pokoknya semua ini gara-gara kamu Shel," teriak Mayang untuk kesekian kalinya sambil menatap ke arah Sheila dengan tatapan penuh kebencian.


Sheila hanya bisa diam dan bersabar dengan semua tuduhan yang terus di limpahkan kepadanya sambil sesekali menatap ke ujung jalan berharap Reihan segera kembali, hingga dering ponselnya membuyarkan kesedihannya itu.


" Ada apa kak?" tanya Kania melihat kekhawatiran berlebih di raut wajah Kakak iparnya saat menerima panggilan telepon itu.


"Mas Reihan kecelakaan," ucap Sheila yang membuat Mayang dan Kania langsung menangis histeris.


Tanpa memperhatikan penampilannya yang masih menggenakan seragam kerja dan tentunya belum sempat membersihkan tubuhnya karena kejadian tadi, Sheila bersama mertua serta iparnya langsung pergi ke rumah sakit menggunakan jasa taksi online, sedangkan Ajeng mengurungkan niatnya untuk ikut ke rumah sakit karena dilarang oleh Hesti.


Di rumah sakit


Dengan tubuh yang gemetaran dan Air mata yang terus membanjiri pipinya Sheila mengekor di belakang mertuanya menyusuri koridor rumah sakit mencari kamar tempat Reihan di rawat.


Sheila, Mayang dan Kania hanya bisa menangis dari balik kaca, menatap Reihan yang belum sadarkan diri dengan berbagai alat penunjang yang terpasang ditubuhnya.


"Puas Shel, kamu sekarang?" ucap Mayang mulai kembali menyalahkan Sheila atas kejadian yang menimpa Reihan.


Sheila hanya diam dan tak memikirkan setiap ucapan yang keluar dari mulut mertuanya karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah kesembuhan untuk suaminya, Hingga datanglah seorang perawat yang memecahkan ketegangan diantara mertua dan menantu itu, perawat itu meminta kepada Sheila dan Mayang untuk segera pergi menemui dokter yang sedang berada di ruangannya.


"Dari mana Shel, kita mendapatkan uang sebanyak itu?" ucap Mayang panik setelah keluar dari ruangan dokter.


Reihan yang mengalami benturan hebat di bagian kepalanya harus segera mendapatkan penanganan operasi, untuk melakukan pergantian beberapa tulang tengkorak di kepalanya yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan yang dia alami.


Namun yang menjadi kendala saat ini adalah asuransi kesehatan yang dimiliki Reihan hanya bisa menanggung setengah biayanya saja, hingga membuat Mayang dan Sheila kebingungan mencari biaya tambahan yang jumlahnya tidak sedikit.


"Kita mau gadaikan apa Shel? rumah pun masih KPR," ucap Mayang lagi yang terlihat kebingungan dengan apa yang sedang dia hadapi saat ini.


"Mi, Sheila akan coba cari pinjaman ke teman Sheila," ucap Sheila sambil berlalu dari hadapan mertuanya.

__ADS_1


Di Mension Ragil


Tidak peduli dengan waktu yang sudah menunjukkan lewat tengah malam dan dalam kondisi hujan lebat pula, Sheila nekat datang menemui Ragil di Mension Nya.


Sheila hanya bisa berharap Tuan baik hati yang baru saja dia kenal, mau membantunya untuk meminjaminya uang.


Dengan kaos oblong dan celana Boxser, Ragil yang baru saja terbangun dari tidurnya, langsung menemui Sheila yang sudah menunggunya di teras dengan kondisi yang menggigil kedinginan karena basah kuyup.


Sebelum Sheila menjelaskan maksud kedatangannya, Ragil meminta Sheila Menganti bajunya terlebih dahulu dengan baju yang telah di persiapkan oleh pembantu Ragil. Sheila terpaksa menuruti perintah Ragil itu, karena Ragil mengancam tak akan berbicara dengannya, tentunya ancaman itu di lakukan oleh Ragil karena dia tak ingin Sheila jatuh sakit.


Dengan kaos yang kedodoran karena memakai kaos milik Ragil, Sheila mulai mengatur nafasnya dan mulai menjelaskan maksud kedatangannya.


"Berapa uang yang kamu butuhkan?" ucap Ragil setelah mendengar semua penjelasan Sheila.


"Sekitar se-seratus juta Tuan," ucap Sheila terbata sambil menangis.


"Hatiku sangat sakit, melihat Sheila ku telah mencintai laki-laki lain, dia rela kehujanan di tengah malam dan menangisi laki-laki itu," batin Ragil yang menahan sesak di dadanya.


"Apa kamu rela melakukan apa saja demi mendapatkan uang itu?" ucap Ragil lagi.


"Tentu Tuan, bahkan saya rela menukar nyawa saya agar Mas Reihan bisa di oprasi" ucap Sheila sambil bersimpuh di kaki Ragil yang membuat dada Ragil semakin sesak.


"Apa tidak ada sedikit saja namaku di hatimu? sebegitu mudahnya kau melupakan kenangan-kenangan masa kecil kita," batin Ragil terbakar Api cemburu.


Dengan segera Ragil menulis sejumlah nominal uang di selembar kertas cek dan segera menyerahkannya kepada Sheila.


Sheila merasa sangat terkejut ketika melihat nominal angka yang tertulis di cek tesebut, karena Ragil memberikan dua kali lipat dari yang dia sebutkan tadi.


"Terimakasih Tuan," ucap Sheila dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak memberikan yang itu sebagai pinjaman, tapi Kau harus mau menuruti permintaanku untuk membalas apa yang telah aku berikan," ucap Ragil dengan wajah datarnya, menyimpan sejuta teka-teki.


Sheila tidak terlalu menghiraukan apa yang nantinya akan di minta oleh Ragil, yang terpenting baginya saat ini adalah dia sudah berhasil mendapatkan biaya untuk operasi Reihan.


Sheila segara berpamitan kepada Ragil untuk kembali kerumah sakit karena dia hendak mengurus operasi Reihan terlebih dahulu dan berjanji akan kembali lagi untuk menemui Ragil, untuk menyanggupi keinginan Ragil yang belum dia ketahui.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2