Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Ketakutan


__ADS_3

Kania yang baru saja pulang dari kampus langsung kembali merasa kesal ketika mendapati kakak iparnya sudah berada di rumah, tentunya dikarena kejadian kemarin sore yang membuat Ragil mengantarkan Sheila ke rumah sakit.


"Kelihatannya kak Sheila sudah sehat, buatin aku jus melon donk kak," ucap Kania yang baru saja bergabung duduk di ruang makan bersama Sheila dan juga Mayang.


"Kamu jangan ganggu Sheila, kamu buat sendiri sana," jawab Mayang yang membuat Kania bingung.


"Biar Sheila buatin, Mi," ucap Sheila sambil menatap ke arah mertuanya.


"Jangan, kamu di sini saja!" cegah Mayang.


Perubahan sikap Mayang itu tentunya membuat Kania sangat bingung apalagi mereka sedang tidak bersama dengan Reihan saat ini, namun kebingungannya itu mulai terjawab setelah acara makan malam berlangsung.


"Akhirnya sebentar lagi Kania akan menjadi aunty," ucap Kania terlihat sangat senang.


"Selamat ya kak," ucap Kania lagi sambil memeluk Reihan yang sudah bergabung bersama mereka saat makan malam.

__ADS_1


"Bayi ini membawa perubahan besar dalam kehidupanku terutama sikap Mami dan Kania yang berubah drastis tapi bagaimana jika semuanya terbongkar," batin Sheila yang mulai ketakutan.


"Jangan melamun donk Shel, Ayo makan sayurnya!" ucap Mayang sambil menambahkan sayur sop ke dalam piring makan Sheila.


"Kania, Kok kamu bisa mengenal Pak Ragil?" ucap Reihan mengutarakan rasa penasarannya yang sudah dia simpan dari kemarin karena sibuk menghawatirkan keadaan Sheila di rumah sakit.


"Kak Ragil itu pacarnya Kania, apa kakak mengenalnya?" ucap Kania yang langsung membuat Sheila tersedak ketika mendengarkannya.


"Sayang hati-hati," ucap Reihan langsung mengelus punggung Sheila dan membantunya untuk minum.


"Bagaimana jika semuanya terbongkar? aku akan kehilangan semuanya," batin Sheila sambil menangis ketika telah sampai di dalam kamarnya, dengan banyak hal yang sedang mengusik pikirkan nya saat ini.


Hingga Sheila teringat kembali dengan surat keterangan pemeriksaan dari rumah sakit tentang tes kesuburan waktu itu, yang masih di simpannya di laci almari pakaiannya tanpa sepengetahuan dari Reihan karena baju mereka di simpan di almari yang terpisah.


"Aku harus segera menghilangkan bukti-bukti itu secepatnya," batin Sheila langsung bergegas mengambilnya.

__ADS_1


Belum sampai Sheila merobek dan membakar surat itu, tiba-tiba Reihan datang ke kamar yang tentunya langsung membuat Sheila gelagapan Hingga meremas dan menyembunyikan surat itu di belakang pinggangnya.


"Ada apa sayang?" ucap Reihan yang mendapati istrinya yang terlihat pucat.


"Tidak ada apa-apa," Jawab Sheila sambil menggelindingkan surat yang sudah diremasnya tadi ke dalam kolong tempat tidur disaat pandangan mata Reihan sedang teralihkan.


"Ikutlah denganku sebentar!" ucap Reihan kemudian sambil menuntun tangan istrinya.


Sheila hanya bisa menurut dan mengikuti langkah kaki suaminya, tak disangka Reihan membawanya keruang tamu untuk menemui tamu mereka, yang tak lain adalah Ragil yang datang sebagai pacar dari Kania untuk menjenguknya.


Sheila berusaha menguasai dirinya agar tetap terlihat tenang di depan semua orang walaupun sebenernya dia merasa gugup dan ketakutan ketika melihat kehadiran Ragil.


"Aku sudah berusaha menjauh darimu tapi takdir yang selalu mendekatkan kita kembali," batin Ragil sambil menatap ke arah wanita yang dicintainya itu.


...****************...

__ADS_1


.


__ADS_2