Cinta Untuk Sheila

Cinta Untuk Sheila
Mencair


__ADS_3

"Rei, kau bisa berbagi semua masalahmu denganku?" ucap Ragil kepada Reihan yang sudah berada di hari Senin pagi saat ini.


Hari Minggu kemarin masih menyisakan tanda tanya besar dalam benak Ragil, hingga membuat Ragil nekat memanggil bawahannya itu datang ke ruangannya.


Setelah kepulangannya kemarin, Sheila jarang sekali membalas pesan darinya kalaupun mendapatkan balasan itu pun hanya dengan tulisan singkat saja, yang membuat Ragil mengira bahwa perubahan sikap Sheila itu diakibatkan oleh pertengkaran Sheila dengan Reihan.


"Sebelumnya aku minta maaf kepadamu Rei, bukan maksudku untuk ikut campur dalam urusan rumah tanggamu tapi melihat kejadian kemarin aku merasa kasihan kepada Sheila yang sedang hamil," ucap Reihan kembali ketika tidak mendapatkan jawaban dari Ragil.


"Entahlah Pak bagaimana saya harus menceritakannya karena ini benar-benar Masalah pribadi kami" jawab Reihan kemudian.


"Baiklah, aku mengerti tapi jika kamu setuju biarlah Sheila tinggal di mansion untuk sementara waktu sampai hubungan kalian membaik," ucap Ragil yang kali ini langsung ke maksud dan keinginannya.


"Atas dasar apa anda menawarkan hal seperti itu kepada saya?" tanya Reihan sedikit heran dengan ucapan atasannya.


"Tentunya atas dasar hubunganku dengan Kania, aku juga sudah mengganggap kalian seperti keluarga dan aku turut bersedih dengan semua kejadian yang aku lihat sendiri kemarin," ucap Ragi kembali dengan mengkambing hitamkan hubungannya dengan Kania, yang membuat Reihan mulai terpengaruh.


"Yang di katakan Pak Ragil memanglah benar, kami sama-sama butuh waktu apalagi sekarang Sheila sedang hamil," batin Ragil memikirkan semua ucapan atasannya itu.

__ADS_1


Setelah berbincang panjang lebar, Reihan terperangkap ucapan-ucapan kepedulian yang di lontarkan dari mulut manis Ragil. Reihan menceritakan semua masalah nya dan menyetujui semua saran dari Ragil tanpa Reihan mengetahui sebuah fakta menyakitkan yang telah di sembunyikan rapat darinya.


"Seharusnya aku senang dengan apa yang aku dengar tadi, tapi aku jadi penasaran apa yang membuat Sheila tidak mau berhubungan dengan Reihan?" batin Ragil sambil menatap pintu ruangannya setelah Reihan kembali bekerja di ruangannya.


"Hamil muda hanyalah alasan karena dia baru saja melakukannya denganku," batin Ragil lagi yang pikirannya dikacaukan kesekian kalinya oleh rasa penasaran.


...****************...


"Sayang, kenapa kau terus cemberut seperti ini?" ucap Ragil sambil memeluk mesra selingkuhannya dari belakang.


"Jangan marah-marah seperti ini sayang," ucap Reihan sambil mempererat pelukannya.


"Lepaskan!" teriak Sheila jengkel saat mengingat kemesraan Ragil dan Kania di meja makan tempo hari.


"Apa salahku? katakan!" ucap Ragil dengan lembut, berbanding terbalik dengan sikap Reihan saat ada masalah dengan Sheila.


"Aku tidak suka Kak Ragil bermesraan dengan Kania," ucap Sheila emosional karena di pengaruhi kondisi yang sedang hamil saat ini.

__ADS_1


"Sudah, jangan bersikap seperti ini lagi! aku pastikan semua tidak akan terulang kembali," ucap Ragil sambil mencium tengkuk leher Sheila dengan lembut.


Ragil yang sempat mengira perubahan sikap Sheila kepadanya karena di picu pertengkaran dengan Reihan. Ucapan Sheila itu, membuat hati Ragil merasa senang, walaupun belum ada pernyataan resmi dari mulut Sheila tentang perasaannya namun Ragil yakin bahwa dirinya memiliki tempat di hati Sheila.


"Maafkan aku Rei, aku tahu semua yang aku lakukan ini tidak benar tapi aku sangat mencintainya," batin Ragil dengan masih memeluk Sheila.


"Sampai kapan kau, akan membuatku berdiri seperti ini?" protes Sheila yang sudah terlalu lama di peluk oleh Reihan.


"Sampai kau memaafkan ku," jawab Ragil kali ini dengan senyuman.


"Baiklah aku memaafkan kakak, tapi lepaskan aku! aku lelah, ingin duduk," ucap Sheila kemudian yang membuat Ragil memberikan kecupan bertubi-tubi ke pipi mulus milik Sheila.


Sikap dingin Sheila kepada Reihan telah mencair, membuat hubungan mereka kembali hangat seperti sebelum kejadian di ruang makan itu terjadi.


"Aku tidak tau apa yang terjadi denganku saat ini, namun aku merasa sangat senang ketika Mas Reihan mengantarku ke mansion ini," batin Sheila sambil menatap Pria tampan yang sedang telaten memijat kakinya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2